Rechercher dans ce blog

Saturday, April 23, 2022

Pendanaan Tak Merata, Gearing Ratio Multifinance Masih Turun - Keuangan Kontan

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kendati perusahaan multifinance mulai bangkit dari tekanan pandemi, likuiditas keuangan perusahaan multifinance tampaknya masih terbatas. Hal tersebut ditunjukkan oleh gearing ratio (GR) industri multifinance yang masih dalam tren turun.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Februari 2021, gearing ratio industri menyentuh angka 1,94 kali, turun dari periode Februari 2022 yakni 2,04 kali. Angka tersebut juga turun dari akhir tahun yang ada di angka 1,98 kali.

Sejatinya, sesuai dengan POJK Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Perusahaan Pembiayaan, perusahaan bisa memaksimalkan batasan gearing ratio yang paling tinggi 10 kali.

Gearing ratio ini mengukur seberapa besar multifinance bergantung pada utang melalui perbandingan dengan modal sendiri. 

Baca Juga: Mandiri Tunas Finance Gelar Acara Donor Darah serta Rangkaian Acara CSR Ramadhan

Sebagai gambaran, perusahaan bermodal Rp 100 miliar dapat memperoleh pinjaman atau utang sebagai sumber pendanaan untuk menyalurkan pembiayaan maksimal sebesar 10 kali dari modal yaitu Rp 1 triliun.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut, saat ini tidak semua perusahaan multifinance bisa dengan mudah mendapatkan pendanaan dari perbankan. Meskipun, saat ini bank sudah mulai berani bertahap memberi pendanaan.

Lebih lanjut, Suwandi menyebut perbankan saat ini lebih banyak fokus memberi pendanaan pada perusahaan-perusahaan multifinance yang terbilang besar dengan latar belakang dimiliki oleh perbankan ataupun korporasi besar.

“Perusahaan pembiayaan lokal sulit banget untuk mendapatkan pendanaan,” ujar Suwandi.

Oleh karenanya, Suwandi menyebut tidak meratanya pendanaan yang disalurkan oleh bank ke multifinance mempengaruhi gearing ratio secara industri yang masih terus mengalami penurunan.

Gearing ratio yang masih kecil juga dialami oleh Clipan Finance, dimana per Februari angkanya baru mencapai 0,4 kali. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo pun menyampaikan bahwa dikarenakan bisnis yang juga turun dalam dua tahun terakhir.

“Penyebab karena dua tahun terakhir pembiayaan baru Clipan turun sehingag tidak perlu pinjaman-pinjaman baru,” ujarnya.

Meskipun demikian, Harjanto bilang bahwa gearing ratio clipan finance bakal naik untuk tahun ini hingga tahun depan. Sebab, perusahaan menargetkan pembiayaan baru tahun ini mencapai Rp 6 triliun dan di 2023 mencapai Rp 8,5 triliun.

Baca Juga: Kredivo Luncurkan Infinite Card, Perluas Akses Kredit ke Merchant Online

Sebaliknya, CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) justru telah mengalami peningkatan gearing ratio. Hingga kuartal I-2022, gearing ratio CNAF menyentuh angka 2,43 kali, naik dari periode sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 0,7 kali.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman pun menyampaikan bahwa hal tersebut membuktikan bahwa industri perbankan semakin percaya menggelontorkan dananya untuk CNAF di tahun ini.

Hal tersebut sejalan dengan target ambisius dari CNAF yang ingin meningkatkan realisasi kredit hingga 30% di tahun ini atau sekitar Rp 8 triliun. Adapun, hingga kuartal pertama, realisasi kredit yang disalurkan perusahaan telah mencapai Rp 2,36 triliun.

“Tapi ini masih tetap jauh dari batas maksimal yang ditentukan oleh regulate di angka 10 kali,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Pendanaan Tak Merata, Gearing Ratio Multifinance Masih Turun - Keuangan Kontan
Read More

Friday, April 22, 2022

Bayi di Subang Dibuang di Kebun Pisang, Ibunya Masih SMP! - detikcom

Subang -

Warga Kampung Cijengkol, Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat digegerkan penemuan bayi terbungkus kantong plastik.

Dari informasi yang didapatkan detikJabar,bayi itu berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan baru berumur beberapa jam.

Bayi malang yang masih memiliki tali pusar tersebut ditemukan di kebun pisang milik warga pada Kamis (21/4/2022) malam. Bayi itu kemudian dibawa warga ke bidan di daerah setempat untuk diperiksa kesehatannya.


"Allhamdulilah masih sehat, tadi ditemukan di kebun pisang katanya, terus langsung dibawa ke sini," ujar bidan yang memeriksa bayi, Emay Royani, saat dihubungi detikJabar, Jumat (22/4/2022).

Emay mengatakan, informasi ditemukannya bayi malang tersebut berawal dari warga yang mendengar suara seperti kucing di kebun pisang. Setelah diperiksa warga, bukan kucing yang ditemukan, melainkan sesosok bayi.

"Kalau kata infomasi mah ditemukan sama warga. Awalnya kayak mendengar suara kucing, nah pas dicek ternyata bayi," katanya.

Sementara itu, setelah mendapatkan laporan dari warga, pihak kepolisian dari Polsek Pabuaran Polres Subang langsung mengecek ke TKP.

Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata, bayi malang tersebut dibuang pemudi inisial M (15) yang tak lain Ibu dari sang bayi asal kampung tersebut. Mirisnya, Ibu dari sang bayi masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP).

"Kami dapat informasi dari yang menemukan awal bayi tersebut, allhamdulilah sudah kami amankan terduga ibu dan ayah dari seorang bayi tersebut," ujar Kapolsek Pabuaran Iptu Udin Awaludin saat dikonfirmasi.

Kapolsek mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi dari ibu sang bayi. Pihak kepolisian kini sudah menahan salah satu pemuda berinisial A (21) yang diduga sebagai ayah dari bayi.

Untuk saat ini kedua pasangan tersebut masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian. "Kami langsung mengamankan, saat ini masih dalam pemeriksaan," ucapnya.

Simak Video "Cikancung Bandung Banjir, Bikin Banyak Motor Mogok"
[Gambas:Video 20detik]
(ors/bbn)

Adblock test (Why?)


Bayi di Subang Dibuang di Kebun Pisang, Ibunya Masih SMP! - detikcom
Read More

Thursday, April 21, 2022

Bupati Kendal: Harga Bahan Pokok Naik Jelang Lebaran, tapi Masih Wajar - detikcom

Kendal -

Bupati Kendal Dico M Ganinduto dan Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap harga kebutuhan bahan pokok yang mengalami lonjakan menjelang lebaran tiba di sejumlah pasar tradisional, Kamis (21/4).

Dalam sidak itu, Dico mengecek berbagai macam ketersediaan dan harga bahan pokok seperti daging sapi, daging ayam, dan kebutuhan pokok lainnya. Dia juga sempat menanyakan kenaikan harga kebutuhan pokok ke sejumlah pedagang yang ada di pasar Cepiring dan pasar Kendal.

"Hasil pantauan kami di dua pasar Cepiring dan Kendal ingin memastikan harga kebutuhan pokok apakah naik atau tidak. Saat ini memang beberapa komoditas bahan kebutuhan pokok mulai naik seperti bawang merah, daging, beras ketan juga naik dan ada beberapa yang memang naik," kata Dico saat sidak di Pasar Kendal.

Dico juga mengungkapkan kenaikan harga kebutuhan pokok di dua pasar masih wajar karena tidak mengalami kenaikan yang tinggi dan masih bisa dijangkau masyarakat.

"Harga-harga kebutuhan pokok memang naik menjelang Lebaran namun kenaikannya tidak terlalu tinggi dan masih wajar. Jadi masyarakat bisa menjangkau membelinya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dico menerangkan pihaknya tidak menemukan adanya makanan kadaluarsa maupun makanan yang mengandung zat pewarna yang membahayakan dijual di Pasar Cepiring maupun di Kendal.

"Belum ada temuan makanan kadaluarsa, tapi nanti saya komunikasikan dengan dinas terkait untuk memantaunya. Biasanya tahun lalu kita temukan ada beberapa makanan kadaluarsa, kalau di pasar-pasar yang melakukan seperti itu nanti akan kita tindak lanjuti dan kita cek kembali," terangnya.

Terkait stok bahan pangan, Dico menambahkan saat ini stok bahan pangan masih aman sampai idul fitri dan tidak ada kekurangan.

Selain itu semua pedagang pun juga tidak ada yang dibatasi untuk membeli dari produsen.

"Stok pangan masih cukup dan aman hingga idul fitri, sehingga masyarakat tidak perlu kuatir. Begitu juga bagi pedagang yang ingin beli barang dari produsen tidak dibatasi," tambahnya.

Stok Bahan Pokok Aman

Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal Abdul Aziz mengatakan kenaikan harga yang terjadi pada bahan-bahan pokok dinilai masih dalam tingkat kewajaran, karena kenaikan hanya berkisar Rp 1.000 hingga Rp 2.000.

"Kalau naiknya Rp 1.000 sampai Rp 2.000 naiknya masih di batas kewajaran. Yang naik di antaranya cabai teropong kemarin Rp 31.000 sekarang jadi Rp 32.500, telur kemarin masih Rp 24.000 sekarang Rp 25.000, daging harganya masih tetap yang kualitas super itu Rp 130.000 per kilo," kata Kabid Perdagangan Disdag Kendal, Abdul Aziz.

Ketersediaan bahan pokok juga masih cukup aman hingga tiga bulan ke depan karena apabila terjadi kekosongan barang langsung barang datang.

"Stok bahan pokok cukup aman hingga tiga bulan ke depan. Barangnya tidak di stok, begitu barang habis langsung barang datang. Sebenarnya pantauan ini dalam rangka untuk peningkatan perekonomian di Kabupaten Kendal yang selama ini dianggap ada laporan kenaikan harga, namun sebenarnya tidak begitu signifikan karena naiknya masih Rp 1.000 dan itu masih di batas kewajaran," tambahnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Tradisional Kendal, Suwarti mengatakan harga ayam sejak dua minggu terakhir mengalami kenaikan karena minimnya pasokan ayam potong.

"Ayam sayur sekarang Rp 38.000 sebelumnya Rp 34.000, untuk ayam kampung Rp 80.000 sebelumnya Rp 65.000, ayam merah Rp 60.000 sebelumnya Rp 55.000," katanya.

Suwarti hanya berharap harga daging ayam tidak mengalami kenaikan lagi seminggu menjelang lebaran. Apalagi jika stok daging ayam mulai minim tentunya akan mempengaruhi harga daging ayam.

"Kalau stoknya minim ya tentunya harga daging ayam tambah mahal. Saya cuma berharap harga daging ayam tidak naik lagi menjelang lebaran apalagi seminggu nanti," pungkasnya.

Simak Video "Kenaikan Harga saat Ramadan Bikin Omzet Pedagang Pasar Mayestik Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)

Adblock test (Why?)


Bupati Kendal: Harga Bahan Pokok Naik Jelang Lebaran, tapi Masih Wajar - detikcom
Read More

Peluang Bertumbuh Masih Besar, Saham Emiten Rumah Sakit Menarik Untuk Dilirik - Investasi Kontan

Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis sektor kesehatan khususnya rumah sakit tengah banyak dilirik. Ini terlihat dari berbagai aksi korporasi yang melibatkan emiten-emiten rumah sakit belakangan ini. 

Sebut saja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang menambah kepemilikannya di PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). Pada periode 29 Maret 2022 hingga 18 April 2022, LPKR melakukan pembelian 330,41 juta saham SILO. Dus, kepemilkan LPKR atas SILO menjadi 57,9% dari sebelumnya 55,4%. 

Selain itu, belum lama ini PT Astra International Tbk (ASII) masuk ke PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dengan menyerap private placement-nya. ASII menggelontorkan dana hingga Rp 45 miliar untuk private placement HEAL dengan harga pelaksanaan Rp 1.500 per saham. 

Baca Juga: Primaya Hospital Berencana Gelar IPO Tahun Ini

Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) juga kedatangan emiten rumah sakit baru, PT Murni Sadar Tbk (MTMH), yang secara resmi tercatat di bursa kemarin Rabu (20/4).

Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei berpendapat, ramainya aksi yang melibatkan emiten rumah sakit itu tidak terlepas dari posisi rumah sakit sebagai bagian hulu di industri kesehatan. Sehingga, masih banyak peluang pertumbuhan. 

Di sisi lain, penetrasi industri kesehatan masih rendah sementara  kebutuhan pelayanan kesehatan terus bertumbuh seiring  meningkatnya populasi. Apalagi setelah pandemi Covid-19, kesadaran masyarakat akan kesehatannya semakin tinggi. 

Baca Juga: John Riady Beberkan Alasan Lippo Karawaci Tambah Kepemilikan Saham di RS Siloam

Senada, Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandu Dewanto berpendapat, rumah sakit merupakan ujung dari sektor kesehatan. Misalnya, emiten farmasi  menjual obat melalui dokter di rumah sakit, emiten alat kesehatan juga yang menggunakan adalah pada tenaga kesehatan di rumah sakit. Tidak terkecuali emiten laboratorium yang mendapat pelanggan atas rujukan dari dokter di rumah sakit.

Selain itu, sumber pendapatan yang lebih luas dimiliki oleh emiten rumah sakit, antara lain dari kunjungan pasien, rawat inap, dan berbagai pelayanan kesehatan lain yang dapat dikembangkan. Menurut Pandu, itu menjadi salah satu alasan yang mendasari  grup konglomerasi tertarik untuk berinvestasi di emiten rumah sakit. 

"Selain itu jika ditinjau dari kinerja keuangan, sektor rumah sakit juga termasuk stabil, konsisten membukukan pertumbuhan pendapatan, bahkan masa pandemi dua tahun terakhir justru semakin mendongkrak kinerja, terutama tahun 2021 lalu," ujar dia kepada Kontan.co.id, Kamis (21/4). 

Baca Juga: Sektor Kesehatan Menarik Minat Astra International (ASII)

Asal tahu saja, SILO mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 32% yoy dengan laba naik 480% yoy. Selain itu HEAL membukukan pertumbuhan pendapatan 31% yoy dengan kenaikan laba 112% yoy. Sementara MIKA pendapatannya naik 27% yoy dengan laba terkerek 46% yoy.  

Akan tetapi, pertumbuhan yang signifikan pada emiten rumah sakit seperti tahun lalu akan sulit terulang di tahun ini. Sebab, pendorong utama dari kencangnya pertumbuhan pendapatan dan laba adalah kondisi pandemi. Padahal pandemi tahun ini sudah jauh membaik. 

Dengan demikian, ada potensi kehilangan kontribusi pendapatan dari covid secara signifikan. Akan tetapi, hal ini dapat tertutupi dengan kembalinya  pasien yang selama ini menahan diri atau menunda kunjungan ke rumah sakit karena masih khawatir dengan penyebaran Covid. 

"Kami perkirakan masih dapat bertumbuh meski tidak sekuat tahun lalu, mungkin akan kembali ke tingkat pertumbuhan seperti prapandemi pada kisaran 6% hingga 9%," imbuh Pandu. 

Baca Juga: Kondisi BPJS Kesehatan Masih Bugar

Di antara emiten rumah sakit yang ada, HEAL dipandang  sebagai emiten yang paling menarik. Masuknya HEAL ke ekosistem grup Astra menjadi daya tarik tersendiri karena akan lebih mudah untuk melakukan ekspansi dengan dukungan dari grup sebesar Astra. 

"Namun karena belakangan ini sudah naik cukup signifikan, kami rekomendasikan untuk hold dengan target Rp 1.450 per saham. Akan di-review kembali setelah melihat kinerja kuartal pertama ini, perlu lihat dahulu bagaimana dampak covid yang mereda ke kinerja emiten," jelasnya. 

Senada, kendati kinerjanya tidak akan sesemarak tahun lalu, Jono melihat beberapa saham rumah sakit seperti HEAL, SILO, dan MIKA masih atraktif. Dia juga mengunggulkan HEAL karena memiliki tarif layanan rumah sakit terjangkau dengan jaringan tersebar luas di seluruh Indonesia. Adapun saham HEAL direkomendasikan dengan target harga Rp 1.350 per saham. 

Baca Juga: IHSG Ditutup All-Time High Lagi, Simak Prediksi Untuk Semester Pertama 2022

Untuk bisnis-bisnis lain di sektor kesehatan lainnya, sebenarnya Jono masih melihat prospek menarik dari emiten laboratorium dan emiten distribusi alat kesehatan. Keduanya berpotensi mengalami kenaikan permintaan seiring dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

Berbeda dengan bisnis emiten farmasi, Pandu mengamati belum ada emiten farmasi yang menarik untuk tahun ini. Bagi emiten yang memiliki segmen suplemen makanan dan vitamin memang masih ada  potensi pertumbuhan, akan tetapi akan sulit bagi emiten yang hanya mengandalkan obat resep.

Hal tersebut tampak dari kinerja SIDO dan KLBF yang tahun lalu membukukan pertumbuhan yang kuat dibanding rata-rata. Sedangkan emiten farmasi lain masih tampak kesulitan untuk menghasilkan peningkatan laba yang signifikan, bahkan beberapa membukukan penurunan seperti yang terjadi pada INAF, DVLA, PYFA dan PEHA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Peluang Bertumbuh Masih Besar, Saham Emiten Rumah Sakit Menarik Untuk Dilirik - Investasi Kontan
Read More

Saham-Saham Grup Saratoga Kompak Menguat, Mana Saja yang Masih Layak Koleksi? - Investasi Kontan

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Saham-saham yang tergabung dalam Grup Saratoga Investama Sedaya berhasil mencetak kinerja positif dari awal tahun hingga perdagangan Kamis (21/4).

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengalami kenaikan harga saham 31,79% secara year to date (ytd), kemudian PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menguat hingga 45,33% secara ytd, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) naik 2,71% ytd, PT Provident Agro Tbk (PALM) tumbuh 8,05% ytd.

Kemudian saham PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) melesat 50,50%, dan saham meningkat PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meningkat 10,92% secara ytd.

Analis Pilarmas Investindo Desy Israhyanti menilai, penguatan saham-saham Grup Saratoga salah satunya terdorong oleh kenaikan harga komoditas dan diversifikasi bisnis ke ESG untuk ADRO.

Baca Juga: Saratoga (SRTG) Bagikan Dividen Rp 814 Miliar

"Kemudian prospek infrastruktur menara ke depannya juga dinilai cerah seiring dengan tren digitalisasi yang semakin gencar. Ini menjadi penopang TBIG dan SRTG dan manufaktur yang ekspansif juga menaikkan kembali permintaan barang baku MDKA," papar Desy, Kami (21/4).

Secara konsolidasi, Desy melihat proyeksi kinerja Saratoga cukup prospektif, dimana subsidiarynya juga menggarap bisnis yang sedang terangkat saat ini seperti komoditas dan ESG, keuangan, dan infrastruktur menara.

Jika melihat tren kinerja keuangannya tahun 2021 yang masih stabil naik, Desy memprediksi masih ada ruang untuk emiten ini mencatatkan pertumbuhan kinerja pada 2022.

 

Pada tahun lalu, Saratoga membukukan rekor laba tertinggi sebesar Rp 24,9 triliun dibandingkan dengan Rp 8,8 triliun di tahun 2020. Performa ini sebagian besar dikontribusikan oleh kenaikan harga saham TBIG, MDKA, ADRO, dan MPMX yang belum direalisasikan.

Adapun penghasilan dividen mencapai Rp 1,6 triliun yang sebagian besar dikontribusikan oleh ADRO, MPMX, dan TBIG.

Baca Juga: Merdeka Copper Gold (MDKA) Siap Rights Issue 1,20 Miliar Saham, Brunp Pembeli Siaga

Desy memandang saham ADRO dan SRTG menarik untuk dikoleksi karena secara valuasi masih tergolong murah serta masih ada upside sebesar 8% untuk ADRO dan 5% untuk SRTG.

Sementara itu, sambung Desy, saham MDKA dan TBIG sudah cenderung mahal secara valuasi. Ia memasang target harga untuk ADRO Rp 3.488 dan SRTG dengan TP Rp 3.860.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Saham-Saham Grup Saratoga Kompak Menguat, Mana Saja yang Masih Layak Koleksi? - Investasi Kontan
Read More

Sri Mulyani: Ketimpangan Gender di Indonesia Masih Cukup Besar - Kompas.com - Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Kestabilan ekonomi Indonesia ternyata tidak diiringi dengan pemberian kesempatan yang sama pada setiap warga negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, berdasarkan laporan World Economic Forum, Indonesia masih memiliki ketimpangan gender di tahun 2021. Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia memiliki Gender Gap Index sebesar 0,688.

Apabila indeks tersebut besarannya 1 maka hak antara perempuan dan laki-laki di suatu negara seimbang. Dengan demikian, di Indonesia masih ada ketimpangan hak antar gender karena masih di bawah angka 1.

"Tentu kita masih memiliki pekerjaan rumah bagaimana kita bisa meningkatkan inklusivitas dengan memberikan dan memberdayakan perempuan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan politik," ujarnya saat acara Seminar Virtual LPPI, Kamis (21/4/2022).

Baca juga: AS hingga Inggris Walkout dari Pertemuan G20, Sri Mulyani: Bukan Kejutan bagi Kami...

Kendati demikian, Gender Gap Index Indonesia masih sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata Gender Gap Index dunia yang sebesar 0,677.

"Kalau lihat gender gap 0,677 artinya dibutuhkan 135 tahun untuk bisa mewujudkan kesetaraan gender di seluruh dunia," kata dia.

Dia melanjutkan, Indeks Pemberdayaan Gender dan Indeks Pembangunan Gender yang dihitung Badan Pusat Statistik (BPS) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Untuk Indeks Pembangunan Gender 91,27 dan Indeks Pemberdayaan Gender 76,26 pada 2021. Semakin mendekati 100 maka kesenjangan semakin kecil," ucapnya.

Lalu bagaimana dengan peran perempuan di bidang pekerjaan?

Berdasarkan data Organisasi Buruh Internasional (ILO), pada 2019, perempuan Indonesia menduduki 30 persen posisi pekerjaan di tingkat manajer di sektor publik dan swasta.

Jika dibandingkan dengan negara ASEAN, Indonesia menempati posisi yang rendah. Bahkan lebih rendah dari negara Laos, Filipina, Brunei, Singapura, dan Thailand.

Namun demikian posisi Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan Vietnam dan Malaysia.

"Kalau kita lihat di pemerintahan ada 6 menteri perempuan dari total 40 menteri atau 15 persen itu tentu lebih rendah dibandingkan indeks yang diukur oleh ILO sebesar 30 persen," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Oliver Wyman, hanya 18 persen perempuan Indonesia yang menempati tingkat komite eksekutif di lembaga keuangan. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia.

Baca juga: Perempuan Ini Buktikan Bidang Teknologi Tidak Hanya Bisa DIkuasai Laki-Laki

Menurut dia, hal ini disebabkan oleh jumlah pekerja perempuan di sektor keuangan yang hanya 39,5 persen. Artinya, pekerja laki-laki mendominasi sektor ini.

Tidak hanya kalah jumlah, pekerja perempuan di sektor ini hanya 12 persen yang memiliki keahlian atau separuh dari pekerja laki-laki yang memiliki keahlian sebesar 28 persen.

Perempuan Indonesia juga mengalami tingkat inklusi keuangan yang lebih rendah dari laki-laki, yaitu 36 persen dan laki-laki mencapai 40 persen.

"Jadi dapat dikatakan bahwa memang Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Pemberdayaan Gender di Indonesia yang terus membaik. Namun gender gap masih cukup besar, terutama pada tingkat kepemimpinan perempuan, baik di sektor swasta sektor publik, dan di sektor keuangan," tuturnya.

Baca juga: Enggak Melulu Mentok di Dapur, Ini Alasan Perempuan Harus Berpendidikan Tinggi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Sri Mulyani: Ketimpangan Gender di Indonesia Masih Cukup Besar - Kompas.com - Kompas.com
Read More

Tuesday, April 19, 2022

Pemudik Diprediksi Akan Melonjak, Polisi Buka Gerai Vaksin di Terminal Priok - detikNews

Jakarta -

Polsek Tanjung Priok membuka vaksinasi booster di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjelang mudik Lebaran 2022. Sekitar 200 dosis disiapkan setiap harinya.

Kapolsek Tanjung Priok Kompol Ricky Prenata Vivaldy mengatakan program vaksinasi akan dimulai pada 21 April 2022. Vaksinasi difokuskan bagi calon pemudik yang belum melaksanakan vaksin booster.

"Rencana tanggal 21 April. Pokoknya kita lakukan persiapan, ini kan sudah mulai mau naik, tapi masih sedikit grafiknya. Mulai minggu depan kayaknya sudah mulai ramai nih pemudik," kata Ricky saat dihubungi, Rabu (20/4/2022).

Ricky menambahkan, gerai vaksinasi di Terminal Tanjung Priok akan dibuka dari pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB. Namun, jika masih banyak peserta, ada kemungkinan jam operasional akan ditambah.

"Untuk yang di terminal, nanti akan kita laksanakan dari pagi sampai sore, sampai berbuka puasa. Dari jam 08.00 WIB sampai jam 09.00 WIB. Cuman nanti kita lihat animo dulu, kita lihat kalau malam masih banyak, mungkin kita perpanjang waktunya. Cuman kan bus rata-rata sampai jam 21.00 WIB malam," ujarnya.

Ricky menuturkan kuota 200 dosis vaksin juga bersifat kondisional. Sebab, jika banyak masyarakat yang vaksin kemungkinan jumlahnya akan diperbanyak.

"(Kuota) itu dinamis. Nanti kalau misalnya vaksin di satu tempat animo nya lebih dari 300, tidak masalah. Kita pun akan jemput tambahan vaksin ke Polres. Kalau masih ada animonya, kita pantau terus sampai selesai," kata dia.

"Kita persiapkan 200 dulu, kalau bertambah tinggal ambil ke Polres. Jadi nggak ada kuota maksimum gitu," sambungnya.

Dalam program ini, Ricky mengatakan pihaknya menggandeng stakeholder terkait, dari kelurahan hingga kecamatan. Selain vaksin booster, pihaknya menyediakan vaksin dosis pertama dan kedua.

"Yang jelas, dari polsek menyiapkan tenaga kesehatan totalnya ada 46 nakes. Bantuan dari Polda Metro juga, total ada 46 nakes," ujarnya.

Ricky mengatakan, sebelum mudik, pihaknya juga telah gencar melakukan vaksinasi di kawasan Tanjung Priok. Dia mengatakan setiap hari dibuka lima titik gerai vaksinasi. Dalam satu hari, total ada 1.000 orang yang divaksinasi.

"Targetnya sebelum mudik kalau bisa 70 persen. Jadi kita Polsek gencar tiap hari ada 5-6 titik yang kita sasar, itu kantor-kantor RW atau kelurahan. Kemudian masjid, yang dilakukan saat orang selesai salat Tarawih. Satu titik minimal 200 orang, berarti ada lima titik bisa sampai seribu," jelasnya.

Ricky juga mengimbau masyarakat, khususnya pemudik, agar turut berpartisipasi dalam program vaksinasi di Terminal Tanjung Priok agar nantinya mudik bisa berjalan lancar.

"Sebelum melaksanakan mudik, kita imbau pada masyarakat sebelum mudik vaksin dulu booster sehingga nanti dapat berjalan aman dan sehat dan tidak memberikan khawatir di tempat tujuan mudiknya," pungkasnya.

Antisipasi KIPI Peserta Vaksinasi

Ricky mengatakan pihaknya juga melakukan antisipasi terjadi nya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Kata dia nantinya calon pemudik yang mengalami keluhan akan dipantau oleh nakes yang bertugas.

"Rata-rata kan yang bertugas itu dokter dan perawat. Sebelum divaksin tentu ditanya dulu kondisi fisik, tensi, semuanya. Kalau memang ternyata tensinya tinggi, nggak boleh divaksin," kata Ricky.

Jika tidak memenuhi syarat setelah pemeriksaan pihaknya akan menyarankan untuk melakukan swab atau PCR bagi pemudik. Namun tetap mengikuti regulasi dari pemerintah.

"Bisa mudik dengan swab dan PCR. Cuman regulasinya, saya belum tahu. Kalau di pesawat sudah berlaku, kalau vaksin satu PCR, kalau vaksin dua swab, kalau booster tidak. Kita mengikuti aturan pemerintah," kata dia.

(idn/idn)

Adblock test (Why?)


Pemudik Diprediksi Akan Melonjak, Polisi Buka Gerai Vaksin di Terminal Priok - detikNews
Read More

Problema Rangkap Dilema! Andis DOS Setuju Nitro Cuman Dikelas FFA, yang Lain Gimana Nih ? - Otoinfo.id

Otoinfo- Pada musim balap dragbike 2023, Pro dan Kontra penggunaan bahan bakar ‘Nitro’ begitu santer dibicarakan. Beberapa mekanik ju...