Rechercher dans ce blog

Tuesday, November 2, 2021

Calabria Sebut Milan Masih Berpeluang Lolos Liga Champions - Republika Online

Kami siap, ini kemungkinan terakhir untuk tetap berada di Liga Champions

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Bek kanan AC Milan, Davide Calabria menegaskan timnya sudah bersiap untuk menjalani hidup dan mati melawan FC Porto pada lanjutan matchday keempat fase Grup B Liga Champions 2021/2022.

"Kami siap, ini kemungkinan terakhir untuk tetap berada di Liga Champions," kata Calabria dilansir Football Italia, Selasa (2/11).

Milan akan menjamu wakil Portugal Porto di Stadion San Siro, Kamis (4/11) dini hari WIB. Kemenangan jelas jadi target utama i Rossoneri untuk tetap bertahan di kompetisi paling elit antarklub Eropa.

Pasalnya, skuad besutan Stefano Pioli untuk sementara berada di posisi juru kunci dengan belum memetik satu poin pun, tiga kekalahan dari tiga partai terakhir.

Calabria yang menjadi kapten pada pertandingan terakhir melawan AS Roma. Kerasaan, timnya harus tetap percaya dengan harapan untuk lolos ke fase selanjutnya. Meski harus menyapu bersih tiga partai tersisa termasuk melawan Atletico Madrid dan Liverpool.

"Saya yakin bahwa ada kemungkinan, kami memiliki kualitas untuk memainkan permainan yang hebat dan lolos. Kami harus mempercayainya sampai menit terakhir," sambung Calabria.

Rossoneri perkasa di belantara kompetisi sepak bola Serie A Italia dengan mengemas 10 kemenangan dalam 11 pertandingan. Tetapi, mantra tersebut tak berlaku saat Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan berlaga di ajang Si Kuping Besar.

Sejatinya Milan memiliki modal positif jelang lawatan Porto. Sebab, mereka baru saja mengalahkan rival berat Roma di Stadion Olimpico akhir pekan kemari.

Adblock test (Why?)


Calabria Sebut Milan Masih Berpeluang Lolos Liga Champions - Republika Online
Read More

Pelatih Sebut Pertahanan Praveen Jordan Melati Daeva Masih Lemah - Okezone Sports

SAARBRUCKEN - Asisten pelatih ganda campuran, Nova Widianto, menyebut pertahanan anak asuhnya, Praveen Jordan/Melati Daeva, masih lemah. Ia juga menilai pola serangan mudah telah terbaca oleh para lawan-lawannya.

The Honey Couple –julukan Praveen/Melati- hanya sampai ke babak semifinal di Denmark Open 2021. Sementara di French Open 2021, mereka tersingkir di babak perempat final oleh pasangan Hongkong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet.

Foto/Reuters

Menanggapi hasil tersebut, Nova selaku asisten pelatih ganda campuran memberikan komentarnya. Menurutnya, rasa percaya diri The Honey Couple belum balik. Dia juga mengungkapkan kalau lini pertahanan menjadi salah satu faktor yang harus di evaluasi.

Baca juga: Penyebab Praveen/Melati Kalah dari Wakil Thailand di Semifinal Denmark Open 2021

“Kalau saya lihat, kepercayaan diri mereka belum balik terutama Melati. Tetapi saya lihat juga negara-negara lain sudah membaca pola permainan mereka, jadi kita harus perkuat lagi pertahanan mereka,” ucap Nova, dilansir rilis resmi PBSI, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Momen Tak Biasa, Raket Praveen Jordan Patah saat Singkirkan Wakil Malaysia di Denmark Open 2021

Mantan kolega Lilyana Natsir itu juga menyatakan kalau Praveen/Melati masih belum bisa menerapkan pola permainan yang bervariasi saat kondisi sedang tertekan. Dan itulah yang menyebabkan penampilan mereka menjadi tidak konsisten.

Adblock test (Why?)


Pelatih Sebut Pertahanan Praveen Jordan Melati Daeva Masih Lemah - Okezone Sports
Read More

Covid-19 Masih Ada, Jangan Abaikan Prokes - Republika Online

Hingga 31 Oktober 2021, ada 19 daerah di Jateng yang mencatatkan nol Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, Meski sudah memasuki status PPKM level satu, masyarakat tetap diminta tidak abai, tidak legah, serta jangan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

“Prokes harus tetap ditegakkan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Barat, Tamo Sijabat, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (2/11).

Menurut Tamo, pelanggar protokol kesehatan justru rentan terjadi di beberapa tempat umum seperti restoran, perkantoran, terminal hingga lingkungan permukiman. Hal tersebut dikarenakan pemerintah semakin menyesuaikan peraturan operasional seiring dengan turunnya level PPKM di DKI Jakarta.

Maka dari itu, pengawasan ketat akan terus dilakukan pihaknya di beberapa lokasi umum. Hal tersebut demi mengurangi jumlah kasus Covid-19. "Tetap pengawasan tertib masker akan terus ditegakkan. Mau PPKM atau tidak tetap kita lakukan pengawasan," kata Tamo.

Hingga saat ini, Tamo masih menunggu Peraturan Gubernur terkait PPKM Level Satu. Pergub tersebut yang akan menjadi landasan Tamo dan jajaran untuk melakukan penindakan selama PPKM Level Satu. Pemerintah menurunkan status PPKM dari level dua menjadi level satu untuk wilayah DKI Jakarta sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2021.

"Terkait PPKM level satu, sebagaimana yang sudah disampaikan kami bersyukur di Jakarta terus turun kasus Covid-19," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Balai Kota Jakarta, Selasa (2/11). 

Pemerintah Pusat menurunkan status PPKM di Jakarta dengan berpedoman pada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Selain itu juga terkait capaian vaksinasi dosis pertama minimal 70 persen dan vaksinasi dosis satu untuk warga lanjut usia di atas 60 tahun minimal 60 persen.

Wagub DKI menjelaskan dengan penurunan PPKM menjadi level satu itu maka sejumlah penyesuaian dilakukan di antaranya perusahaan di sektor non esensial sudah 75 persen. Untuk perkantoran, lanjut dia, di antaranya sektor keuangan hingga 100 persen, administrasi hingga 75 persen, pasar modal juga diperkenankan 100 persen. Kemudian perhotelan sudah sampai 100 persen untuk staf, kegiatan belajar mengajar maksimal 50 persen, kecuali Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang masih 33 persen dan sekolah luar biasa (SLB) maksimal 62 hingga 100 persen.

Selain itu, kapasitas pusat kebugaran juga meningkat menjadi 75 persen dari sebelumnya 50 persen, untuk sektor kebutuhan sehari-hari kapasitas yang diizinkan sudah 100 persen dengan jam operasional dibatasi sampai pukul 22.00 WIB diperpanjang dari awalnya pukul 21.00 WIB. Begitu juga jam operasional pedagang kaki lima, lanjut Riza, juga diperbolehkan buka hingga pukul 22.00 WIB dari awalnya pukul 21.00 WIB.

"Kegiatan makan minum di tempat sampai jam 22.00 WIB yang sebelumnya jam 21.00 WIB maksimum makan diberi kesempatan tadinya 50 persen sekarang 75 persen dan banyak lagi, juga di mal kapasitasnya dimaksimalkan 100 persen operasional sampai 22.00 WIB, anak usia di bawah 12 tahun boleh masuk mal," ujar Riza. Meski pelonggaran semakin lebar, Riza mengingat masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Imbauan untuk tetap menegakkan prokes juga digaungkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dia meminta masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun 19 daerah di Jateng dinyatakan nol kasus Covid-19.

"Memang ada beberapa daerah yang pada 31 Oktober lalu tercatat nol kasus baru, tapi jangan kemudian teman-teman merasa wah tempatku sudah nol, kemudian sudah bebas sebebas-bebasnya," kata dia di Semarang, Selasa (2/11).

Ganjar menyebut meski nol kasus Covid-19, namun tidak menutup kemungkinan adanya penularan sebab faktanya masih banyak orang keluar masuk dari berbagai daerah. Oleh karena itu, Ganjar meminta semua bupati/wali kota mempercepat pelaksanaan vaksinasi sampai akhir Desember 2021 dan sambil menunggu itu, maka protokol kesehatan harus tetap diketatkan meskipun daerah itu nol kasus.

"Makanya saya meminta pada bupati/wali kota tetap waspada dengan tetap disiplin protokol kesehatan. Sampai Desember kita kebut vaksin, masker tidak boleh dicopot, semua tempat publik yang ada harus prokes dan Satpol PP bersama TNI/Polri harus tetep jalan untuk patroli. Edukasi harus terus dilakukan sambil menunggu vaksinasi selesai," ujarnya.

Hingga periode 31 Oktober 2021, tercatat ada 19 daerah di Jateng yang mencatatkan nol kasus penularan Covid-19. Ke-19 daerah itu diantaranya Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Tegal, Sragen, Semarang, Rembang, Pemalang, Pekalongan, Kudus, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Karanganyar, Grobogan, Demak, Boyolali, dan Banjarnegara. Sementara daerah lain yang ada kasusnya diantaranya Cilacap dan Banyumas masing-masing 13 kasus, Kota Semarang dan Klaten lima kasus, Pati tiga kasus, Wonogiri, Purbalingga, Kendal, dan Blora masing-masing dua kasus. Selain itu, ada juga yang hanya satu kasus, yakni Sukoharjo, Purworejo, Kabupaten Magelang, Kebumen, Jepara, Brebes, dan Batang.

 

Adblock test (Why?)


Covid-19 Masih Ada, Jangan Abaikan Prokes - Republika Online
Read More

Auto Kurang Kalau Bayar Perpanjangan SIM A Cuman Rp 80 Ribu, Jangan Sampai Kejadian - Grid.ID

Susana di Gerai SIM Mall @ Alam Sutera, Tangerang

Fendi/GridOto

Susana di Gerai SIM Mall @ Alam Sutera, Tangerang

Grid.ID - Berapa besaran biaya perpanjanagn SIM, aturannya tertera dalam Peraturan

Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 2016, tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Untuk perpanjangan SIM A alias mobil, biayannya Rp 80.000 dan untuk SIM C (motor) Rp 75.000.

Baca Juga: Aturan Terbaru Perjalanan Pakai Mobil Pribadi, Kelar Geger Tes PCR Jadi Syarat Wajib Naik Pesawat

Namun perlu banget diketahui, bahwa saat pengurusan perpanjangan auto kurang deh kalau hanya bawa uang sesuai dengan yang terera dalam PP di atas.

Lah kok gitu sih?

Lah iya saja, kan biaya perpajangan SIM diatas belum termasuk tes kesehatan dan asuransi.

PROMOTED CONTENT

Adblock test (Why?)


Auto Kurang Kalau Bayar Perpanjangan SIM A Cuman Rp 80 Ribu, Jangan Sampai Kejadian - Grid.ID
Read More

Masih Gali Keterangan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Rachel Vennya | merdeka.com - Merdeka.com

Masih Gali Keterangan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Rachel Vennya . YouTube/Boy William©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Metro Jaya hingga kini belum menentukan tersangka atas aksi kaburnya Rachel Vennya dari Wisma Atlet Pademangan. Lantaran, penyidik masih membutuhkan keterangan saksi serta ahli untuk kasus tersebut.

"Masih ada saksi-saksi lain, saksi ahli mungkin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (2/11).

Di sisi lain, Yusri mengatakan bahwa penyidik juga masih mengumpulkan sejumlah bukti lain untuk memperkuat keterangan saksi dan bukti yang sudah dikumpulkan sampai saat ini.

"Kita masih lengkapi lagi nanti siapa lagi yang harus diperiksa dan alat bukti lain," kata Yusri.

Dengan demikian, kata Yusri, setelah pemeriksaan saksi, ahli, serta pengumpulan alat bukti penyidik akan melakukan gelar perkara. Untuk menentukan apakah Rachel bisa ditetapkan sebagai tersangka.

"Iya, nanti kita tunggu. Apakah bisa menetapkan dia (Rachel Vennya) sebagai tersangka," sebutnya.

2 dari 3 halaman

Sebelumnya, selebgram Rachel Vennya bersama Salim Nauderer kekasihnya dan manajernya Maulida Khairunnisa akhirnya merampungkan pemeriksaan terkait kasus pelanggaran, kabur dari pusat karantina di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

Rachel yang kala itu sudah diperiksa selama kurang lebih enam jam, di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ditanyakan oleh penyidik sebanyak 38 pertanyan sebagai saksi.

"Jadi dari pagi prosesnya, seperti diketahui, diperiksa sebagai saksi, udah dalam tahap penyidikan. 38 pertanyaan terhadap Rachel," kata Kuasa Hukum, Indra Raharja saat ditemui, Senin (1/11).

Adapun 38 pertanyaan yang diajukan kepada Rachel, kata Indra, seputar kronologi hingga dirinya bisa kabur dari karantina, sebagaimana berita acara pemeriksaan (BAP)

"Kalau seputar apanya ada sama penyidik ya, aku nggak bisa sharing disini. Ya kronologis dan lain lainnya lah. Kalau pemeriksaan pertamanya kan dalam tahap penyelidikan ya, kalau sekarang berarti sudah masuk ke Berita Acara Pemeriksaan, penyidikan," katanya.

Adapun dari pemeriksaan hari ini, Indra menegaskan jika kliennya sampai saat ini masih berstatus sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Ya ini kan baru kemarin naik ke penyidikan, secara otomatis masih diperiksa sebagai saksi. Nanti biar penyidikan bekerja, melakukan analisa, kita lihat selanjutnya seperti apa," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Kasus Rahcel Vennya

Sekedar informasi jika, kasus Rachel Vennya diketahui saat dirinya kabur saat menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet usai berlibur dari Amerika Serikat.

Kodam Jaya selaku Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu COVID-19 melimpahkan kasus kaburnya Rachel Vennya kepada Kepolisian.

Dalam proses investigasi oleh Kodam Jaya menemukan adanya keterlibatan dua oknum anggota TNI yang bertugas di Satgas Pengamanan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Wisma Atlet Pademangan. Mereka diduga mengatur agar selebgram Rachel Vennya lolos dari karantina.

Dalam penanganan polisi, kasus ini sudah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Sebab, kasus itu dianggap memenuhi unsur pidana.

Sehingga, dalam proses penanganan kasus tersebut polisi tinggal mengumpulkan bukti tambahan. Hingga akhirnya, melakukan penetapan tersangka.

[fik]
{paging_intro} {paging_nav}

Adblock test (Why?)


Masih Gali Keterangan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Rachel Vennya | merdeka.com - Merdeka.com
Read More

Jakarta Sudah Level 1, Kenapa PPKM Depok, Bekasi, Tangsel Masih Level 2? - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali mulai 2-15 November 2021.

Berbeda dengan DKI Jakarta yang sudah berstatus Level 1, wilayah Tangerang Selatan, Depok, dan Bekasi masih berstatus PPKM Level 2 selama dua pekan ke depan.

Dilansir dari salinan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021, indikator status PPKM Level 1 di antaranya adalah angka kasus konfirmasi positif Covid-19 kurang dari 20 orang per 100.000 penduduk per minggu dan target cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama sudah sebesar 70 persen.

Lantas, mengapa Tangsel, Depok, dan Bekasi masih berstatus PPKM Level 2?

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Tangsel, Depok, dan Bekasi Masih Berstatus Level 2

Tangerang Selatan

Dilansir dari laman Dinkes Kota Tangerang Selatan, capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk lansia per 31 Oktober 2021 adalah 37 persen dari 87.489 target sasaran.

Kemudian, capaian vaksinasi untuk petugas publik adalah 324 persen dari 60.291 target sasaran. Sedangkan, capaian vaksinasi untuk masyarakat rentan dan umum baru 10 persen dari 786.110 target sasaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Per 1 November 2021, tercatat penambahan satu kasus Covid-19. Jadi, tercatat 22 orang masih menjalani perawatan akibat Covid-19.

Depok

Dilansir dari laman Dinkes Kota Depok, berdasarkan data per 21 September 2021, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama baru mencapai 60,50 persen dari 1.613.557 target sasaran.

Sementara itu, tercatat 81 kasus aktif per 1 November 2021. Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Depok berkisar 4-10 kasus per hari.

Baca juga: 8 Perubahan Aturan PPKM Level 1 Jakarta-Bogor untuk Sekolah hingga Mal

Bekasi

Adapun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengklaim bahwa capaian vaksinasi dosis pertama di wilayahnya tercapai 73,03 persen dari target 2.016.006 jiwa.

Untuk capaian vaksinasi dosis kedua berdasarkan data faskes baru tercatat sebanyak 1,180,097 atau baru mencapai 58,54 persen.

Sementara itu, dalam sepekan terakhir, tercatat 22 kasus baru Covid-19 di Kota Bekasi.

Baca juga: Aturan Keluar Masuk Jakarta Terbaru Selama PPKM Level 1

Hingga 31 Oktober 2021, kasus aktif Covid-19 tercatat hanya 21 pasien. Rari total 85.983 kasus, angka kesembuhan tercatat 84.825 pasien atau 98,65 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Jakarta Sudah Level 1, Kenapa PPKM Depok, Bekasi, Tangsel Masih Level 2? - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com
Read More

OJK: Jumlah Peserta Dana Pensiun Masih Sangat Rendah - Kompas.com - Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya inklusi keuangan atau pemanfaatan produk dan layanan keuangan dari lembaga keuangan resmi.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan, salah satu poin penting dari penerapan inklusi keuangan ialah menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat, dengan diimplemantasikannya kebiasaan menabung dan investasi.

Namun demikian, OJK mencatat penetrasi dana pensiun masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Sampai dengan 2019, tingkat masyarakat yang menjadi peserta program pensiun baru mencapai sekitar 6 persen.

"Angka ini relatif sangat rendah. Kita semua perlu menyiapkan hari tua kita agar tidak menjadi beban bagi ahli waris di kemudian hari," tutur Tirta, dalam penutupan Bulan Inklusi Keuangan 2021, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: PLN Rampungkan 3 Proyek Infrastruktur Listrik Senilai Rp 217 Miliar

Oleh karenanya, OJK melalui berbagai upaya terus mendorong tingkat inklusi keuangan, agar mampu menciptakan pola hidup yang terbiasa menabung dan investasi, demi masa depan lebih baik.

"Melalui kebiasaan menabung sejak dini dapat menciptakan budaya hidup hemat, tidak membelanjakn uang untuk hal-hal yang kurang bermanfaat," kata Tirta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Oleh karena itu OJK menginginkan agar sektor jasa keuangan menjadi inklusif bagi semua lapisan masyarakat," tambahnya.

Secara umum, tingkat inklusi keuangan Indonesia berada pada posisi yang relatif tinggi, yakni sebesar 76 persen pada 2019. Namun, tingkat inklusi ini tercatat tidak merata penyebarannya, dengan tingkat inklusi keuangan masyarakat perkotaan (84 persen) lebih tinggi dibanding masyarakat pedesaan (65 persen).

Baca juga: Cek Lowongan Jasa Marga 2021: Jadwal, Syarat dan Cara Daftar

Selain itu, pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan atau literasi keuangan juga tercatat masih rendah yakni hanya mencapai 38 persen.

Tirta menilai, literasi keuangan perlu didorong terlebih dahulu agar masyarakat dapat lebih tertarik untuk memanfaatkan produk dan layanan keuangan yang telah tersedia.

"Kami meyakini tingkat pemahaman yang lebih baik terhadap produk dan layanan jasa keuangan akan mendorong masyarakat untuk menggunakan produk keuangan yang sesuai dalam beraktivitas ekonomi," ucap Tirta.

Baca juga: Kemenhub: Syarat Naik Pesawat Pakai Antigen Mulai Berlaku Besok

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


OJK: Jumlah Peserta Dana Pensiun Masih Sangat Rendah - Kompas.com - Kompas.com
Read More

Problema Rangkap Dilema! Andis DOS Setuju Nitro Cuman Dikelas FFA, yang Lain Gimana Nih ? - Otoinfo.id

Otoinfo- Pada musim balap dragbike 2023, Pro dan Kontra penggunaan bahan bakar ‘Nitro’ begitu santer dibicarakan. Beberapa mekanik ju...