Rechercher dans ce blog

Monday, August 2, 2021

DKI Jakarta masih PPKM Level 4, pusat perbelanjaan masih ditutup - Regional Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah.

Hal itu untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). DKI Jakarta menjadi salah satu daerah yang masih menerapkan PPKM Level 4, yang berlaku pada 3-9 Agustus 2021.

"Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 3-9 Agustus di beberapa kabupaten/kota tertentu," jelas Jokowi dalam konferensi pers, Senin (2/8).

Ada pun aturan pembatasan dalam PPKM level 4 kali ini masih tak berbeda dengan sebelumnya. Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 27 tahun 2021, pelaksanaan kegiatan sektor non esensial masih diminta untuk 100% melakukan bekerja dari rumah (WFH).

Sementara itu sektor kritikal dapat beroperasi penuh 100%. Sedangkan untuk kegiatan pada sektor esensial dibatasi sebesar 50% untuk WFH.

Pada pembatasan kali ini, pusat belanja dan mal masih dilarang untuk buka. Restoran dan kafe juga masih dibatasi untuk tidak melakukan kegiatan makan di tempat dan hanya menerapkan pesan antar atau di bawa pulang.

Baca Juga: Cek daftar terbaru kota dan kabupaten PPKM Level 3 dan Level 4

Sama seperti sebelumnya, sejumlah pelonggaran yang dilakukan antara lain membuka pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari. Pasar rakyat, swalayan, super market diizinkan buka hingga pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50%.

Sementara itu pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari bisa buka dengan kapasitas maksimum 50%. Pembukaan tersebut dibatasi sampai pukul 15.00 waktu setempat.

Selain itu pelaku UMKM juga diizinkan buka dengan prokes yang ketat sampai dengan pukul 21.00. sementara warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan prokes yang ketat, sampai pukul 20.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

Sebagai informasi, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 hingga kemarin (2/8), tercatat tambahan 1.410 kasus baru Covid-19. Sementara itu terdapat 2.161 kasus sembuh dan 154 kasus kematian.

 

 

Editor: Anna Suci Perwitasari

Adblock test (Why?)


DKI Jakarta masih PPKM Level 4, pusat perbelanjaan masih ditutup - Regional Kontan
Read More

Duit Rp2 Triliun Akidi Tio Masih Jadi Misteri - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Sumbangan untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp2 triliun yang diberikan oleh keluarga Akidi Tio kini menuai polemik. Mulanya mendapat pujian publik, namun kini malah berlanjut ke proses hukum.

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan menjemput anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti pada Senin (2/8). Tak hanya Heriyanti, Hardi Darmawan selaku dokter pribadi keluarga Akidi Tio, juga turut hadir di Polda Sumsel.

Setelahnya, keluar pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro. Ratno menyebut Heriyanti telah ditetapkan sebagai tersangka kasus sumbangan Rp2 triliun. Sebab, sumbangan tersebut bermasalah.


"Sekarang tersangka masih diperiksa, statusnya saat ini sudah tersangka karena kita sudah mengumpulkan alat bukti yang cukup," ujar Ratno, Senin (2/8).

Bahkan, Ratno juga menyampaikan dalam kasus ini Heriyanti dikenakan pasal penghinaan negara dan penyiaran berita tidak pasti.

"Akan kita kenakan UU nomor 1 tahun 1946, pasal 15 dan 16. Ancaman (pidana) di atas 10 tahun karena telah membuat kegaduhan," ujarnya.

Namun, masih di hari yang sama, kepolisian membantah soal status tersangka Heriyanti. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi.

"Statusnya masih dalam proses pemeriksaan. Belum tersangka, yang menetapkan tersangka Direskrimum yang punya kewenangan dalam proses penyidikan," ujar Supriadi saat konferensi pers di depan gedung Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (2/8).

Supriadi menegaskan bahwa penyidik Ditreskrimum masih melakukan proses pemeriksaan terkait sumbangan sebesar Rp2 triliun ini.

Supriadi mengatakan pemeriksaan terhadap Heriyanti dan Hardi dilakukan lantaran uang triliunan Rupiah itu tak kunjung cair hingga waktu yang dijanjikan.

Uang itu, kata Supriadi, diberikan dalam bentuk bilyet giro yang dikatakannya jatuh tempo pada hari ini, Senin (2/8). Namun saat hendak dicairkan, tidak ada uang dalam bilyet giro tersebut.

"Setelah hari ini yang bersangkutan ke Bank Mandiri sampai pukul 14.00 WIB belum ada juga uangnya, makanya kita undang ke Polda. Dana tidak bisa dicairkan. Bilyet giro itu jatuh tempo tapi nunggu uang masuk. Masih kita telusuri dari mana dananya ini. Ada atau tidaknya uang ini pun masih kita selidiki," tuturnya.

Supriadi menjelaskan bahwa pemberian bantuan berawal dari komunikasi antara Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri dengan Hardi, selaku dokter pribadi keluarga Akidi Tio, Hardi pada Juni lalu.

Dalam komunikasi itu, Hardi menyampaikan mendapat amanah untuk menjadi perantara dalam pemberian bantuan dari Akidi Tio kepada masyarakat untuk penanganan Covid-19 di Sumsel melalui Eko.

Setelahnya, Eko memutuskan untuk melakukan penyerahan simbolis dilakukan pada 26 Juni dengan disaksikan oleh instansi lain seperti Gubernur Sumsel, unsur TNI, tokoh agama dan masyarakat, serta instansi terkait lain agar transparan.

"Beliau tidak memandang siapa yang memberi. Sudah banyak yang memberikan bantuan melalui Polda Sumsel seperti beras dan oksigen untuk disalurkan kepada yang membutuhkan," ucap Supriadi.

(dis/bmw)

[Gambas:Video CNN]

Adblock test (Why?)


Duit Rp2 Triliun Akidi Tio Masih Jadi Misteri - CNN Indonesia
Read More

Sejumlah saham penghuni Indeks LQ45 masih laggard, begini prospek selanjutnya - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah penghuni indeks LQ45 menunjukkan performa yang seret sepanjang tahun ini. Beberapa saham bahkan menjadi laggard (pemberat) IHSG sejak awal tahun.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) misalnya, terkoreksi 40,1% sejak awal tahun atau secara year-to-date. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham UNVR menjadi yang paling laggard secara ytd. Kemudian, ada saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan koreksi hingga 30,2%, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan koreksi  10,3%, dan PT Astra International Tbk (ASII).

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga menurun 10,3%, saham United Tractors Tbk (UNTR) yang terkoreksi 27,4%, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang terkoreksi 21,9% sejak awal tahun.

Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy memproyeksikan, sampai dengan bulan Oktober 2021, saham-saham dengan kapitalisasi besar (big caps) seperti saham perbankan, ASII, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masih akan menjadi sasaran jual para manajer investasi.

Baca Juga: Ini penyebab saham perbankan big caps masih lesu sejak awal tahun

“Aksi ini untuk persiapan dana kas dalam menyambut sistem pembobotan IHSG yang baru, dan IPO GOTO yang diperkirakan dapat menjadi salah satu index mover,” terang Robertus kepada Kontan.co.id, Senin (2/8).

Sementara itu, pelemahan sejumlah saham consumer kelas kakap seperti UNVR, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tidak terlepas dari sentimen yang menggelayuti, yakni adanya kenaikan dari harga komoditas seperti minyak sawit mentah atau CPO dan minyak mentah yang menjadi salah satu bahan baku beberapa produk.

Analis Erdikha Elit Sekuritas Regina Fawziah menyebut, kenaikan harga bahan baku dikhawatirkan akan meningkatkan  beban pokok penjualan atau cost of good sold (COGS). Komponen bahan baku berkontribusi cukup besar. Dia mencontohkan CPO dan minyak mentah menyumbang 83% dari beban pokok penjualan UNVR.

Baca Juga: IHSG menguat 0,44% ke 6.096 pada Senin (2/8)

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Adblock test (Why?)


Sejumlah saham penghuni Indeks LQ45 masih laggard, begini prospek selanjutnya - Kontan
Read More

BCA Syariah masih optimistis bisa capai target pada tahun ini - Keuangan Kontan

Reporter: Amanda Christabel | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang tengah berlaku hingga hari ini berimbas pada seluruh sektor, termasuk bisnis perbankan. Beberapa bank masih bertahan dengan proyeksi rencana bisnis bank yang akan menjadi acuan hingga akhir tahun ini.

PT Bank BCA Syariah masih optimis pembiayaan pembiayaan masih akan tumbuh di semester kedua 2021. “Sebetulnya kami lebih optimis daripada semester pertama 2021, sebelum kasus varian Delta Covid-19 meningkat signifikan. Sebelum ditetapkan PPKM, itu kami optimis sekali karena melihat indikator ekonomi Indonesia juga semua membaik," ujar Direktur BCA Syariah Rickyadi Widjadja kepada KONTAN, Senin (2/8).

"Semua kondisi membaik di triwulan kedua 2021. Sampai akhirnya kasus varian delta membuat pemerintah panik, dan memberlakukan PPKM darurat,” kata dia.

Terkait dengan ditetapkannya PPKM, Ricky bilang ini berimbas pada ketidakpastian yang cukup tinggi khususnya di semester kedua 2021.  “Karena PPKM yang kabarnya akan berakhir hari ini juga kita masih belum tahu betul, mungkin kelonggaran akan dilakukan secara bertahap. Karena jika melihat kasusnya, di DKI Jakarta memang turun tetapi di daerah lain ada yang masih mengalami kenaikan. Ini yang juga dikhawatirkan, karena di daerah-daerah itu mungkin fasilitas kesehatannya masih kurang,” tambahnya.

Baca Juga: Pendapatan bunga terkontraksi, laba bersih Bank Capital turun 77,68% di semester I

Sejauh ini BCA Syariah masih tetap memproyeksikan dapat mengejar ketertinggalan di triwulan keempat. Sampai Juni 2021, BCA Syariah masih tumbuh baik. 

“Semua indikator masih positif dan tumbuh di semester pertama 2021 secara year on year (yoy) dibandingkan Juni 2020. Bahkan dibandingkan dengan Desember 2020 pun kita masih lebih baik di Juni ini. Tapi triwulan ketiga saya agak pesimis, sekarang pun ini semakin sulit, juga kita khawatir restrukturisasi akan kembali berlanjut,” ujar Ricky.

Hal ini terutama pada kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan kredit modal kerja (KMK), di mana mungkin saat ini penghasilan nasabah tengah berkurang lantaran kondisi PPKM yang membatasi mobilitas masyarakat.

“Pembiayaan kredit kita diproyeksi masih akan tumbuh, posisi di Juni 2021 sebenarnya ada Rp 5,9 triliun. Jadi, run off kita sekitar Rp 200 miliar hingga Rp 250 miliar sebulan. Proyeksi hingga akhir tahun kemungkinan mencapai Rp 6 triliun. Angka yang kita masukan untuk pembiayaan kredit hingga Desember 2021 ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga di angka sekitar Rp 6 triliun. Masih akan tumbuh sedikit, single digit,” urai Ricky.

Baca Juga: Teken kesepakatan, drama Jusuf Hamka dan sindikasi bank syariah berakhir

Ricky menjelaskan bahwa BCA Syariah akan memfokuskan pada sektor-sektor potensial, dan melihat track record debitur exisiting yang sudah bagus maka akan diprioritaskan.

“Selain itu, kita akan berusaha take over, tambah debitur baru beberapa dari bank lain juga. Dan yang tidak kalah penting adalah kita juga harus maintain debitur kita yang bagus, karena sekarang debitur yang tidak restrukturisasi itu jadi incaran semua bank,” jelas Ricky.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


BCA Syariah masih optimistis bisa capai target pada tahun ini - Keuangan Kontan
Read More

Warga Magelang Sediakan WifI Gratis untuk Sekolah Daring - Detikcom

Magelang - Banyak cara yang dilakukan warga untuk membantu sesama di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya dilakukan warga di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini, menyediakan WiFi gratis untuk sekolah daring.

WiFi gratis tersebut disediakan karena rasa keprihatinan terhadap anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya. Saat itu, sekitar bulan Agustus 2020, anak-anak yang semestinya sekolah daring, namun justru mencari ikan atau memet. Kemudian, saat ditanya tidak sekolah karena beralasan tidak ada pulsa maupun kuota.

"Awal-awal bulan Agustus 2020, saat awal anak disuruh belajar di rumah, saya sempat melihat anak-anak kecil pagi hari nggak belajar. Mereka itu malah memet (mencari ikan secara tradisional). Saya tanya sekolah di rumah malah main, dia bilang nggak punya pulsa, nggak punya kuota. Lha terus beberapa kali saya tawari belajar disini ada internet pakai WiFi gratis," kata T Agung Nugroho saat ditemui di rumahnya Jalan Blabak-Boyolali Km 0,7, Dusun Jetis Sukasari RT 01/RW 01, Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid, Senin (2/8/2021).

Selain itu, ada juga yang tidak memiliki handphone (HP). Untuk itu, ia menyediakan HP bahkan laptop. Hal ini dilakukan agar anak-anak tersebut tidak mencari ikan saat jam sekolah, namun belajar.

"Mereka bilang nggak punya Handphone atau mungkin HP cuman punya satu, tapi mungkin dipakai orang tua atau apa. Dari keresahan itu, saya merasa punya beberapa peralatan yang dibutuhkan kebetulan handphone juga ada tiga, laptop ada dua. Awal-awal ngumpulin anak-anak, akhirnya rutin belajar di sini dengan perangkat terbatas dan gantian," tuturnya.

Agung Nugroho yang biasa dipanggil Begawan Prabu ini menuturkan, yang terpenting anak-anak tersebut mau sekolah. Hal ini mengingat mereka ini usia-usia emas untuk belajar. Untuk itu, proses belajar hingga berjalan sampai sekarang.

"Kami nggak ngasih beban apa-apa, pokoke, sing penting gelem sekolah karena mereka masih usia-usia emas untuk belajar. Akhirnya berjalan sekian waktu dan sempat terhenti kemarin dua bulan karena liburan sekolah. Tahun ajaran baru dimulai lagi cuman beberapa orang tua masih cemas karena isu soal pandemi sedemikian rupa jadi takute nek (kalau) di sini ngumpul-ngumpul bareng-bareng nanti nggak terkontrol jaraknya dan sebagainya. Meskipun di sini tetap menerapkan SOP, tetap jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Yang penting bukan buat untuk mainan, YouTub-an ra cetho (tidak jelas), selama untuk kepentingan belajar di sini tak (saya) fasilitasi," katanya.

Jumlah anak-anak yang belajar, kata dia, paling banyak 10 anak. Apa yang dilakukan ini semata-mata untuk menolong atau berbagi dari hal yang terkecil.

"10-an nggih (anak-anak), rata-rata karena lebih dari 10 juga kuotanya nggak nyandak. Ya berbagi aja sih, karena melakukan dari hal terkecil bisa dilakukan untuk sekitaran saya pikir bagus daripada mengutuk keadaan. Pakai modem," ujarnya.

"Menolong dengan caya saya. Ini untuk pendidikan, WiFi gratis," kata dia.

Untuk yang belajar, kata dia, kebanyakan yang belajar daring anak-anak SD. Namun demikian, sekarang siswa SMP. Untuk itu, ia pun mendampingi proses belajar tersebut.

"Di program belajar online yang sekarang ini siswa menggunakan beberapa platform sekaligus yang kalau orangtua gaptek mesti nggak bisa. Jadi jangankan orangtua, gurunya saja masih bingung menggunakan beberapa platform," tuturnya yang setiap hari mendampingi di sela-sela aktivitasnya, itu.

Bagaimana respons orang tua?

Klik halaman selanjutnya untuk membaca

Simak Video "Ahli: Pandemi Ini Sudah Terkendali, Tapi yang Mengendalikan Virus"
[Gambas:Video 20detik]

Adblock test (Why?)


Warga Magelang Sediakan WifI Gratis untuk Sekolah Daring - Detikcom
Read More

Sejumlah saham penghuni Indeks LQ45 masih laggard, begini prospek selanjutnya - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah penghuni indeks LQ45 menunjukkan performa yang seret sepanjang tahun ini. Beberapa saham bahkan menjadi laggard (pemberat) IHSG sejak awal tahun.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) misalnya, terkoreksi 40,1% sejak awal tahun atau secara year-to-date. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham UNVR menjadi yang paling laggard secara ytd. Kemudian, ada saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan koreksi hingga 30,2%, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan koreksi  10,3%, dan PT Astra International Tbk (ASII).

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga menurun 10,3%, saham United Tractors Tbk (UNTR) yang terkoreksi 27,4%, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang terkoreksi 21,9% sejak awal tahun.

Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy memproyeksikan, sampai dengan bulan Oktober 2021, saham-saham dengan kapitalisasi besar (big caps) seperti saham perbankan, ASII, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masih akan menjadi sasaran jual para manajer investasi.

Baca Juga: Ini penyebab saham perbankan big caps masih lesu sejak awal tahun

“Aksi ini untuk persiapan dana kas dalam menyambut sistem pembobotan IHSG yang baru, dan IPO GOTO yang diperkirakan dapat menjadi salah satu index mover,” terang Robertus kepada Kontan.co.id, Senin (2/8).

Sementara itu, pelemahan sejumlah saham consumer kelas kakap seperti UNVR, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tidak terlepas dari sentimen yang menggelayuti, yakni adanya kenaikan dari harga komoditas seperti minyak sawit mentah atau CPO dan minyak mentah yang menjadi salah satu bahan baku beberapa produk.

Analis Erdikha Elit Sekuritas Regina Fawziah menyebut, kenaikan harga bahan baku dikhawatirkan akan meningkatkan  beban pokok penjualan atau cost of good sold (COGS). Komponen bahan baku berkontribusi cukup besar. Dia mencontohkan CPO dan minyak mentah menyumbang 83% dari beban pokok penjualan UNVR.

Baca Juga: IHSG menguat 0,44% ke 6.096 pada Senin (2/8)

Hal ini membuat para pelaku pasar khawatir akan terpangkasnya margin dari beberapa emiten tersebut.  Selain faktor meningkatnya harga bahan baku, emiten consumer goods juga dihadapkan dengan persaingan bisnis antarperusahaan sejenisnya yang cukup ketat, terutama dalam mempertahankan pangsa pasarnya.

Lebih lanjut, saat ini investor lebih cenderung melihat momentum ketika ingin melakukan pembelian saham. Misal, saat ada kabar mengenai digitalisasi bank-bank mini. Kemudian ketika terjadi lonjakan kasus Covid-19 dimana pelayanan kesehatan dan obat-obatan sangat dibutuhkan.

Hal ini membuat investor memburu beberapa saham-saham farmasi serta sejenisnya yang seperti PT Phapros Tbk (PEHA), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Indofarma Tbk (INAF).  

Saham PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII)  hingga saat ini juga masih menjadi salah satu emiten yang menarik investor untuk melakukan akumulasi beli karena kebutuhan akan gas oksigen yang masih meningkat akibat lonjakan kasus Covid-19 saat ini. Begitu juga dengan beberapa saham-saham rumah sakit yang secara jangka panjang tren nya masih cenderung meningkat.  

Baca Juga: IHSG menguat 0,44% pada Senin (2/8), asing jual saham BBCA, BBRI, dan BMRI

“Saat ini investor lebih mencari emiten-emiten yang dapat memberikan pertumbuhan return yang cepat dengan momentum yang tepat,” terang Regina kepada Kontan.co.id, Senin (2/8).

Robertus menilai, saham BBNI dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadi dua di antara saham penghuni Indeks LQ45 yang saat ini sudah turun dalam dan nilainya sudah di bawah book value.

Baca Juga: Indeks LQ45 turun 11,96% sejak awal tahun, SMC Composite justru naik 14,41%

Sementara Regina menilai, dalam jangka panjang para investor bisa memanfaatkan penurunan dari harga saham emiten LQ45 sebagai momentum beli atau cicil beli. Sebab, harganya yang sebenarnya relatif murah jika dilihat berdasarkan price to earning (PE) ataupun  price to book value (PBV) yang masih cenderung berada di bawah rata-rata.

Meksipun secara teknikal beberapa saham tersebut masih dalam fase downtrend bahkan belum ada tanda-tanda teknikal rebound, potensi pembalikan arah tetap ada. Prospek kinerja juga cukup baik, terutama untuk saham-saham berbasis komoditas seperti batubara, timah, nikel serta CPO. Kenaikan harga komoditas yang cukup tinggi berpotensi mendorong kenaikan harga saham emitennya juga.

Dus, Regina merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham berbasis komoditas timah dan nikel seperti PT Timah Tbk (TINS) dengan level resistance Rp 1.770–Rp 1.870 dan level support Rp 1.650. Sementara saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan level resistance Rp 2.770-Rp 2.845 dan level support Rp 2.500.

Di sektor tambang batubara, Regina merekomendasikan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan level resistance Rp 2.230-Rp 2.300 dan level support Rp 2.090, serta saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan level resistance Rp 1.280–Rp 1.300 dan level support Rp 1.240 per saham.

Baca Juga: Saham Lapis Dua Jadi Pencetak Kenaikan Harga Tertinggi di Juli

Sementara Robertus mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 37.500 dan beli saham BMRI dengan target harga Rp 7.350.

Robertus  juga merkomendasikan beli saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan target harga Rp 1.080. Saham BRPT diperdagangkan pada valuasi yang cukup murah, hanya 8,0/7,4 kali dari rasio enterprise value (EV)/EBITDA 21F/22F-nya, dibandingkan dengan perusahaan petrokimia/geothermal global lainnya yang saat ini diperdagangkan pada rata-rata 10,8/10,3 kali dari rasio EV/EBITDA-nya.

Baca Juga: Saham kelas kakap jeblok, bursa digerakkan saham-saham small-mid caps

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Adblock test (Why?)


Sejumlah saham penghuni Indeks LQ45 masih laggard, begini prospek selanjutnya - Kontan
Read More

Sunday, August 1, 2021

Pandemi covid-19 masih membawa turbulensi bagi industri penerbangan - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi covid-19 masih membawa turbulensi bagi industri penerbangan di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Kerugian dan karyawan yang dirumahkan menjadi opsi yang sulit dihindari.

Kondisi itu setidaknya tampak dari dua maskapai penguasa langit Indonesia, yakni PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan Lion Air Group. Merujuk catatan Kontan.co.id, GIAA sepanjang kuartal pertama 2021 mencetak rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 384,35 juta, membengkak dari periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah US$ 120,16 juta.

Dari sisi total pendapatan, perolehan GIAA di tiga bulan pertama tahun 2021 hanya sebanyak US$ 353,07 juta. Perolehan ini anjlok 54,03% jika dibandingkan total pendapatan kuartal I 2020 yang sebesar US$ 768,12 juta.

Di tempat lain, Lion Air Group pun mengatur strategi untuk menjaga kontinuitas perusahaan. Tetap beroperasi secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10%-15% dari kapasitas normal sebelum pandemi Covid-19 yakni rerata 1.400 penerbangan per hari.

Baca Juga: Terdampak pandemi, Lion Air Group merumahkan sekitar 8.050 karyawan

Lion Air Group juga mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan (status tidak Pemutusan Hubungan Kerja/PHK) menurut beban kerja (load) di unit masing-masing yaitu kurang lebih prosentase 25%-35% karyawan dari 23.000 karyawan.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja menyampaikan, pihaknya merasa prihatin dengan situasi maskapai di Indonesia saat ini. Selama pandemi covid-19 belum teratasi, industri penerbangan dan perusahaan maskapai masih akan tertekan.

Editor: Handoyo .

Adblock test (Why?)


Pandemi covid-19 masih membawa turbulensi bagi industri penerbangan - Kontan
Read More

Problema Rangkap Dilema! Andis DOS Setuju Nitro Cuman Dikelas FFA, yang Lain Gimana Nih ? - Otoinfo.id

Otoinfo- Pada musim balap dragbike 2023, Pro dan Kontra penggunaan bahan bakar ‘Nitro’ begitu santer dibicarakan. Beberapa mekanik ju...