Rechercher dans ce blog

Thursday, July 1, 2021

PPKM Darurat, Epidemiolog: Jangan Cuman Nama, Isinya Sama - https://ift.tt/Qt7vaO

[unable to retrieve full-text content]

PPKM Darurat, Epidemiolog: Jangan Cuman Nama, Isinya Sama  https://ift.tt/Qt7vaO
PPKM Darurat, Epidemiolog: Jangan Cuman Nama, Isinya Sama - https://ift.tt/Qt7vaO
Read More

Kinerja SBN di Semester I-2021 Masih Menarik Market - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar obligasi pemerintah Indonesia pada semester I tahun 2021 terbilang cukup apik, walaupun secara pergerakan imbal hasilnya (yield), obligasi pemerintah RI atau surat berharga negara (SBN) mengalami penurunan selama semester I-2021.

Dari pergerakan yield-nya pada semester I tahun ini, SBN bertenor 10 tahun yang merupakan obligasi acuan pemerintah naik sebesar 53,3 basis poin (bp) ke level 6,63% pada Rabu, 30 Juni 2021, dari sebelumnya pada 30 Desember 2020 di level 6,097%.

Yield SBN cenderung mengikuti pergerakan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), Treasury yang juga menguat di atas 50 basis poin pada semester I tahun 2021. Yield Treasury berjatuh tempo 10 tahun naik sebesar 54,2 bp ke level 1,468 per 30 Juni 2021, dari sebelumnya pada 30 Desember 2020 di level 0,926%.


Sementara dari posisi kepemilikan SBN oleh investor asing, berdasarkan data dari DJPPR Kementarian Keuangan per 29 Juni 2021, kepemilikan asing tercatat sebesar Rp 977.41 triliun atau setara dengan 22,82% dari total kepemilikan SBN.

Kepemilikan asing cenderung meningkat dibanding akhir Desember 2020 yang sebesar Rp 973,91 triliun atau setara dengan 25,16% dari total kepemilikan. Artinya ada aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi pada semester I-2021 yang mencapai Rp 3,5 triliun.

Baik SBN maupun US Treasury, keduanya merupakan kelas aset yang sama, di mana pergerakan harga maupun yield-nya memiliki korelasi yang positif, sehingga naiknya yield di AS akan berakibat pada kenaikan yield di Indonesia.

Dari pasar perdana atau pelelangan SBN, pada awal tahun 2021, hasil lelang SBN baik surat utang negara (SUN) maupun surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara sempat tak mencapai target indikatifnya dan penawaran yang masuk juga sempat menurun.

Bahkan pada awal tahun 2021, proses lelang SUN atau SBSN berulang kali dilakukan pelelangan tambahan atau green shoe option.

Namun setelah target indikatif dikurangi, jumlah yang dimenangkan pemerintah dan jumlah penawaran yang masuk perlahan-lahan mulai membaik. Membaiknya demand investor dan jumlah yang dimenangkan oleh pemerintah mulai terjadi pada periode April 2021.

Menjelang akhir semester I tahun 2021, lelang SUN mulai kembali turun jika dilihat dari segi demand investor dan jumlah yang dimenangkan oleh pemerintah. Namun di pelelangan SBSN terakhir pada Selasa (29/6/2021) lalu, demand investor masih cukup tinggi.

Demand investor yang masih cukup tinggi di pasar lelang SBSN dikarenakan saat ini investor cenderung memburu obligasi syariah berbasis penghijauan atau dapat disebut green sukuk.

Namun secara umum, pulihnya demand investor juga didorong oleh peringkat obligasi dari lembaga pemeringkat internasional, S&P 500.

S&P 500 mengafirmasi bahwa peringkat obligasi sovereign Indonesia berada di peringkat BBB dengan outlook negatif.

Tak hanya S&P 500, Fitch Ratings juga mengafirmasi bahwa peringkat Sovereign Credit Rating Republik Indonesia berada di peringkat "BBB" (investment grade) dengan outlook stabil pada 19 Maret 2021.

Afirmasi peringkat ini didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang membaik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah.

Selain itu, pada semester I tahun ini, perekonomian AS sudah mulai pulih, di mana dari data ekonomi yang dirilis pada semester I-2021 menunjukkan tanda-tanda pemulihan, salah satunya yakni inflasi AS yang mulai meninggi.

Apalagi, dari tanda-tanda pemulihan tersebut membuat pelaku pasar berekspektasi bahwa inflasi AS yang mulai meninggi menandakan bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mulai bersikap hawkish.

Inflasi yang sudah mulai meninggi dan data ekonomi AS yang juga mulai pulih karena proses vaksinasi virus corona (Covid-19) yang sangat masif, di mana saat ini, warga dewasa di AS yang sudah divaksinasi hampir mencapai 60%.

Namun kini, investor yakin bahwa inflasi sekarang tak membahayakan ekonomi karena bersifat sesaat dan mereka memburu saham dengan ekspektasi bahwa pemulihan ekonomi terus berlangsung dan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mempertahankan kebijakan moneter longgar.


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)

Adblock test (Why?)


Kinerja SBN di Semester I-2021 Masih Menarik Market - CNBC Indonesia
Read More

Menperin: PMI Manufaktur Indonesia masih ekspansif - ANTARA

Kita perlu bersyukur bahwa sektor industri manufaktur masih ekspansif. Artinya, masih ada gairah usaha di tengah dampak peningkatan kasus COVID-19

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Juni yang berada di level 53,5 berdasarkan hasil survei IHS Markit menunjukkan ekspansifnya industri manufaktur.

“Kita perlu bersyukur bahwa sektor industri manufaktur masih ekspansif. Artinya, masih ada gairah usaha di tengah dampak peningkatan kasus COVID-19,” kata Menperin di Jakarta, Kamis.

Menperin mengatakan pihaknya proaktif mengingatkan kepada pelaku industri untuk tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, pelaksanaan kebijakan untuk penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional harus jalan beriringan. Kesehatan dan ekonomi sama-sama menjadi prioritas,” katanya melalui keterangan tertulis.

Menperin tetap optimistis, ekonomi nasional akan tumbuh positif pada kuartal II tahun ini. Keyakinan ini didasari oleh sejumlah indikator, termasuk dari kinerja sektor industri manufaktur.

“Dalam delapan bulan terakhir, PMI manufaktur Indonesia terus berada di atas angka 50. Artinya, industri manufaktur di dalam negeri berada dalam level ekspansif, bahkan agresif. Pertumbuhan industri diharapkan akan mencapai titik positif pada kuartal II tahun ini,” katanya.

Kinerja gemilang sektor industri manufaktur di Tanah Air, misalnya terlihat pada nilai ekspor industri pengolahan yang tercatat mencapai 66,70 miliar dolar AS pada Januari-Mei 2021, naik 30,53 persen dibandingkan periode yang sama 2020 sebesar 51,10 miliar dolar AS.

Dari capaian 66,70 miliar dolar AS tersebut, industri pengolahan memberikan kontribusi paling tinggi, yakni 79,42 persen dari total ekspor nasional yang berada di angka 83,99 miliar dolar AS.

“Besarnya proporsi ekspor produk industri pengolahan sekaligus menggambarkan bahwa telah terjadi pergeseran ekspor Indonesia dari komoditas primer kepada produk manufaktur yang bernilai tambah tinggi. Artinya, Indonesia telah melakukan transformasi ekonomi, tidak lagi menjadi negara pengekspor bahan mentah, tetapi produk jadi atau barang setengah jadi,” katanya.

Di samping itu, sepanjang triwulan I-2021, nilai investasi yang direalisasikan industri pengolahan menembus Rp88,3 triliun atau naik 38 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp64 triliun.

Dari Rp88,3 triliun tersebut, sektor manufaktur memberikan kontribusi signifikan hingga 40,2 persen terhadap total nilai investasi di Indonesia yang mencapai Rp219,7 triliun

“Hal ini menandakan bahwa di tengah pandemi COVID-19, Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investasi dengan besarnya pasar yang dimiliki, sumber daya yang melimpah, pertumbuhan ekonomi serta adanya dukungan regulasi dari pemerintah. Investasi juga merupakan salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta sekaligus akan menyerap tenaga kerja di sektor industri,” kata Menperin.

Baca juga: Menperin: Industri manufaktur makin percaya diri dan optimis

Baca juga: PMI manufaktur naik, Presiden Jokowi: Jaga tren positif ekonomi RI

Sementara itu Jingyi Pan, Direktur Asosiasi Ekonomi IHS Markit mengatakan, pertumbuhan sektor manufaktur yang melambat pada Juni mencerminkan pengaruh gelombang kedua COVID-19 terhadap sektor manufaktur Indonesia.

“Namun demikian, pertumbuhan produksi dan penjualan bertahan di level yang kuat dan penting untuk melihat situasi pandemi segera terkendali sehingga tidak memengaruhi performa perusahaan manufaktur lebih lanjut,” katanya.

Ia menambahkan secara umum, perusahaan tetap optimistis terkait output masa depan walaupun ada gangguan terkait pandemi. Ekspansi produksi juga tercatat selama delapan bulan berturut-turut, yang juga menunjukkan bahwa kondisi bisnis kini telah menguat pada setiap bulan.

Merujuk data IHS Markit, PMI manufaktur Indonesia pada Juni ini masih lebih tinggi dibanding PMI manufaktur ASEAN yang berada di level 49,0, seperti Filipina (50,8), Thailand (49,5), Singapura (46,5), Vietnam (44,1), dan Malaysia (39,9).

Bahkan, PMI manufaktur Indonesia di atas PMI manufaktur China (51,3), Jepang (52,4), dan India (50,8).

Baca juga: PMI Manufaktur RI Mei catat rekor tertinggi, BKF: Pemulihan berlanjut

Baca juga: Ungguli ASEAN dan Korea, PMI manufaktur RI tembus rekor tertinggi

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Adblock test (Why?)


Menperin: PMI Manufaktur Indonesia masih ekspansif - ANTARA
Read More

Supermarket masih bisa buka, ini aturan PPKM Darurat Jawa Bali - Kontan

Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Tidak ada lockdown, pemerintah memilih menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk menurunkan kasus Covid-19 yang terus melonjak. Simak aturan lengkap PPKM Darurat yang bakal berlaku di Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021.

Dikutip dari situs Setkab.go.id, keputusan PPKM Darurat ini sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo. “Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat, sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” ujar Presiden Jokowi dalam pernyataannya yang disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (01/07/2021).

Presiden Jokowi menegaskan, PPKM Darurat Jawa-Bali tersebut diambil setelah melalui kajian dan mendapatkan banyak masukan dari para menteri, para ahli kesehatan, dan juga para kepala daerah. Kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali ini sangat penting untuk keselamatan bangsa Indonesia di tengah situasi lonjakan pandemi yang terjadi saat ini.

“Seperti kita ketahui, pandemi COVID-19 dalam beberapa hari terakhir ini berkembang sangat cepat, karena varian baru yang juga menjadi persoalan serius di banyak negara. Situasi ini mengharuskan kita mengambil langkah-langkah yang lebih tegas agar kita bersama-sama dapat membendung penyebaran COVID-19 ini,” ujarnya.

Baca juga: Corona makin ganas, ini cara melakukan isolasi mandiri di rumah jika positif Covid-19

Lebih jauh Presiden Jokowi memaparkan, pada PPKM Darurat Jawa-Bali ini akan dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku. Seperti apa pembatasan kegiatan masyarakat saat PPKM Darurat Jawa-Bali?

Aturan lengkap PPKM Darurat Jawa Bali

Periode penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali ditargetkan bisa mengurangi laju kasus harian kurang dari 10.000 kasus Covid-19 per hari. Dikutip dari Kompas.com, berikut aturan pengetatan aktivitas masyarakat dalam PPKM Darurat Jawa-Bali:

1. Sektor non-esensial menerapkan 100 persen work from home (WFH).

2. Seluruh kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring atau online.

3. Untuk sektor esensial diberlakukan 50 persen maksimum staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan, dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100 persen maksimal staf work from office (WFO) dengan protokol kesehatan.

Cakupan sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.

Sementara itu, cakupan sektor kritikal yaitu energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, obyek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat, dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Untuk apotek dan toko obat bisa buka full 24 jam.

Simak aturan PPKM Darurat Jawa-Bali di halaman selanjutnya

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Supermarket masih bisa buka, ini aturan PPKM Darurat Jawa Bali - Kontan
Read More

KMP Yunicee Tenggelam, 11 Korban Hilang Masih dalam Pencarian - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapal Motor Penumpang atau KMP Yunicee tenggelam di perairan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Selasa (29/6). Sampai saat ini, pihak berwenang masih melakukan pencarian korban.

Hingga Kamis dini hari (1/7), jumlah korban meninggal dunia sebanyak tujuh orang, selamat 39 orang, dan 11 lainnya belum ditemukan. Saat tenggelam, kapal membawa 57 orang, yakni 41 penumpang dan 16 sisanya anak buah kapal (ABK).

"Dari hasil evakuasi sampai dengan sore hari ini dilaporkan bahwa sebanyak 36 orang selamat dibawa ke Ketapang dan tiga korban selamat dibawa ke Gilimanuk. Berdasarkan data posko di Gilimanuk masih terdapat 11 orang dalam pencarian," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam konferensi pers yang digelar di Bali, Rabu (30/6).


Budi mengatakan, lokasi tenggelamnya KMP Yunicee berada di kedalaman 50 hingga 75 meter di Selat Bali. Kapal tenggelam sekitar pukul 19.06 WITA.

Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmad mengatakan pihaknya masih terus melakukan pencarian hingga tujuh hari ke depan sejak insiden. Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari 150 personel asal berbagai macam pihak.

"Jika belum semua korban ditemukan di hari ke tujuh namun terdapat tanda-tanda keberadaan korban, kami akan melakukan evaluasi dan akan dilakukan perpanjangan waktu pencarian. Dalam proses pencarian ini kami dibantu oleh KRI Rigel, KRI Soputan, kapal Basarnas, serta speed boat dan travel boat," ujar Gede.

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menginvestigasi tenggelamnya kapal. Salah satu yang menjadi fokus investigasi terkait penumpang yang tidak masuk manifes atau dokumen jasa angkutan pelayaran.

"Kami akan mencari tahu (penumpang tidak masuk manifes) kenapa bisa terjadi seperti itu? Karena ini berhubungan dengan keselamatan seluruh penumpang dan ABK," kata Ketua Tim Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Bambang Irawan sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (1/7).

KNKT masih mengumpulkan data-data untuk mengetahui penyebab tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali. Data itu termasuk dari perusahaan pelayaran, ABK, kondisi cuaca, dan prosedur pemuatan.

KNKT sampai saat ini belum dapat memberikan pernyataan penyebab KMP Yunicee tenggelam. Tim investigator masih harus memperoleh data dan investigasi dari berbagai pihak dan selanjutnya menganalisa, sehingga menjadi kesimpulan.

"Kami tidak bisa memberikan pernyataan penyebabnya sekarang, karena masih terlalu dini. Jadi, kami akan mencari dulu data-data semuanya dan dipelajari dan dianalisa, nantinya baru ada kesimpulan," tuturnya.

(dmi/pmg)

[Gambas:Video CNN]

Adblock test (Why?)


KMP Yunicee Tenggelam, 11 Korban Hilang Masih dalam Pencarian - CNN Indonesia
Read More

HUT ke-75 Bhayangkara, Pimpinan Komisi III: Polri Masih Banyak PR - Kompas.com - Nasional Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir menilai kinerja Polri di usianya yang ke-75 baik bila berkaca dari sejumlah hasil survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap Polri.

Namun, Adies mengatakan, Korps Bhayangkara itu masih memiliki tumpukan pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan.

"Secara keseluruhan Polri saat ini diusia yang ke-75 tahun sudah sangat baik, hal itu bisa kita lihat dari tren lembaga-lembaga survei yang menempatkan Polri pada posisi pertama di antara para penegak hukum lainnya. Tetapi, memang masih banyak PR yang harus dituntaskan," kata Adies saat dihubungi, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: HUT Polri dan Tantangan Menjaga Marwah Polri...

Politikus Partai Golkar tersebut menilai ada sejumlah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan oleh Polri.

Pertama, ia menilai penerapan sejumlah kebijakan Polri di tingkat daerah terkadang belum sejalan dengan kebijakan di tingkat pusat.

"Misalnya pelayanan SPKT yang cepat, e-tilang dan restorative justice yang belum berjalan maksimal," ujar Adies.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selanjutnya, Adies mendorong adanya perbaikan sumber daya manusia (SDM) Polri karena ada personel Polri yang belum menggambarkan Polri yang presisi.

Polri Presisi sendiri merupakan konsep pemolisian prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan yang diusung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mentransformasi Polri.

"Masih adanya oknum-oknum yang bermental tidak presisi dalam melayani masyarakat," ujar Adies.

Untuk itu, ia menilai perlu ada perbaikan sistem pendidikan untuk menciptakan polisi-polisi yang presisi.

Selain itu, Adies juga mendorong perbaikan kesejahteraan dan jaminan kesehatan bagi anggota Polri dan keluarganya.

Sementara, Adies menilai ada sejumlah kebijakan dan program Polri yang berhasil, antara lain SIM online, SKCK online, e-tilang, hingga pemberantasan narkotika.

Baca juga: Jokowi Apresiasi Polri dalam Penanganan Pandemi Covid-19

"Harapan ke depan, agar Polri terus berbenah, mempertahankan yang sudah baik, agar Polri bisa lebih profesional, modern, dan betul-betul dapat melindungi serta mengayomi masyarakat Indonesia tanpa pandang bulu," tutup Adies.

Diketahui, Polri memperingati ulang tahun atau Hari Bhayangkara ke-75 pada Kamis hari ini yang mengangkat tema ”Transformasi Polri yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Masyarakat Sehat Menuju Indonesia Maju”.

Adblock test (Why?)


HUT ke-75 Bhayangkara, Pimpinan Komisi III: Polri Masih Banyak PR - Kompas.com - Nasional Kompas.com
Read More

Wednesday, June 30, 2021

Soal vaksin Covid-19 untuk anak, Kemenkes masih siapkan teknis pelaksanaannya - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemkes) masih merancang teknis pelaksanaan vaksin virus corona (Covid-19) untuk anak-anak. Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization untuk vaksin Covid-19 produksi Sinovac aman digunakan bagi anak usia 12-17 tahun.

"Vaksin anak masih dimatangkan teknis pelaksanaannya," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (28/6).

Nadia menjamin pelaksanaan vaksinasi untuk anak akan dilakukan dengan aman. Saat ini pemerintah tengah melakukan vaksinasi untuk masyarakat usia 18 hingga lanjut usia (lansia).

"Vaksinasi pada anak akan dilakukan tapi kita lakukan dengan memperhatikan prokes dan keamanan anak-anak," terang Nadia.

Baca Juga: Indonesia kembali datangkan 14 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac

Sebelumnya Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menyambut baik dimulainya program vaksinasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 12-18 tahun. Kelompok tersebut dinilai sangat rentan terhadap pandemi Covid-19.

"Keputusan ini sangat tepat mengingat mortalitas penderita Covid-19 usia 10-18 cukup tinggi yaitu 30%," kata Ma'ruf dalam keterangannya.

Sementara itu Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah memberikan rekomendasi pemberian vaksin kepada ibu hamil. Terutama ibu hamil beresiko tinggi yaitu usia di atas 35 tahun, memiliki BMI di atas 40, dengan komorbid diabetes dan hipertensi, serta tenaga kesehatan yang sedang hamil.

"Walaupun masih menunggu rekomendasi dari BPOM," tambahnya.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia telah melakukan vaksinasi dosis pertama kepada 29,27 juta orang. Angka tersebut masih jauh dari target vaksinasi Indonesia sebesar 181,5 juta orang.

 

 

Editor: Khomarul Hidayat

Adblock test (Why?)


Soal vaksin Covid-19 untuk anak, Kemenkes masih siapkan teknis pelaksanaannya - Kontan
Read More

Problema Rangkap Dilema! Andis DOS Setuju Nitro Cuman Dikelas FFA, yang Lain Gimana Nih ? - Otoinfo.id

Otoinfo- Pada musim balap dragbike 2023, Pro dan Kontra penggunaan bahan bakar ‘Nitro’ begitu santer dibicarakan. Beberapa mekanik ju...