Rechercher dans ce blog

Wednesday, June 2, 2021

Kasus Ujaran Kebencian di Padang, Polisi Ungkap Dokter yang Terlibat Masih Berstatus Saksi - Kompas.com - KOMPAS.com

PADANG, KOMPAS.com - Polisi masih mendalami kasus seorang dokter berinisial HR (41) yang diduga melakukan tindakan pidana ujaran kebencian di media sosial terkait meninggalnya Ustaz Tengku Zulkarnain.

Saat ini polisi masih menunggu keterangan saksi ahli untuk mengungkap kasus tersebut.

"Masih kami dalami dan menunggu keterangan saksi ahli," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto yang dihubungi Kompas.com, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: Seorang Dokter Dilaporkan Lakukan Ujaran Kebencian karena Bela Idolanya Ustaz Tengku Zulkarnain

Satake mengatakan, saat ini dokter tersebut masih berstatus sebagai saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Masih saksi. Saat kami amankan kami mintai keterangan dan kemudian dilepas, namun wajib lapor," kata Satake.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hendak Bela Ustaz Tengku Zulkarnain, Seorang Dokter Malah Tersandung Dugaan Ujaran Kebencian

Sebelumnya diberitakan, seorang dokter berinisial HR (41) yang bekerja di rumah sakit di Padang, Sumatera Barat, dibawa ke kantor polisi karena diduga melakukan ujaran kebencian melalui akun media sosialnya.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu mengatakan, HR dimintai keterangan karena unggahannya yang mengomentari akun Facebook yang menghina almarhum Ustaz Tengku Zulkarnain.

Kepada polisi, HR mengaku mengidolakan Tengku Zulkarnain.

Polisi mendapatkan laporan terkait unggahan HR tersebut dan tercatat dengan Nomor: LP/196/V/2021/SPKT-SBR tanggal 12 Mei 2021.

Unggahan yang diduga mengandung unsur ujaran kebencian tersebut diunggah oleh sang dokter pada 10 Mei 2021, sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, HR membaca banyak komentar dari pengguna Facebook yang mengolok-olok sebuah unggahan tautan berita yang memberitakan soal meninggalnya Ustaz Tengku Zulkarnain.

HR merasa terhina dengan komentar tersebut karena dokter tersebut mengidolakan Tengku Zulkarnain.

Adblock test (Why?)


Kasus Ujaran Kebencian di Padang, Polisi Ungkap Dokter yang Terlibat Masih Berstatus Saksi - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Tuesday, June 1, 2021

Kredit menganggur di bank masih besar - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit menganggur di bank atau fasilitas kredit yang belum digunakan debitur masih besar meskipun kredit masih mengalami kontraksi.  Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan hingga April 2021 kontraksi 2,28% secara year on year (YoY).

Sementara kredit menganggur atau biasa disebut undisbursed loan per Maret 2021 mencapai Rp 1.669,7 triliun. Jumlah tersebut memang turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu namun sangat tipis yakni 0,1%. Sedangkan dibanding akhir 2020 masih terjadi peningkatan 1,6%.

Masih besarnya fasilitas kredit yang sudah diteken namun belum dieksekusi menunjukkan debitur masih hati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga kini. 

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya mencatatkan undisbursed loan per Maret 2021 mencapai sebesar Rp 237 triliun. Executive Vice President Divisi Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA Hera F Haryn mengatakan, sudah ada beberapa sektor yang mencatatkan pencairan fasilitas kredit dengan baik diantaranya pengangkutan, perdagangan, dan komunikasi.  Namun, dia dia tidak merinci apakah posisi kredit menganggur BCA tersebut turun atau justru meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Jaga stabilitas pasar keuangan domestik, ini penjelasan gubernur BI

BCA melihat bahwa permintaan kredit masih belum menggeliat saat ini. "Kami mencermati permintaan kredit di perbankan masih dalam proses pemulihan sejalan dengan adanya pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis," kata Hera pada Kontan.co.id, Senin (31/5).

Pada umum pelaku industri saat ini, menurut pengamatan BCA, masih mencermati upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan tren perkembangan pandemi. Meski begitu, kata Hera, BCA masih berharap pertumbuhan kredit tahun ini bisa tumbuh di kisaran 4%-6% ditopang kondisi likuiditas yang memadai dan harapan akan pemulihan ekonomi ke depan. 

Berdasarkan laporan keuangan BCA kuartal I 2021, fasilitas kredit yang belum digunakan dalam bentuk committed mencapai Rp 183,06 triliun. Tercatat ada penurunan sebesar 1,3% dari Rp 185,5 triliun pada Desember 2020. 

Sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan bahwa penyaluran kredit sudah semakin bergerak positif dimana hingga April sudah tumbuh 2% YoY.  Mucharom Sekretaris Perusahaan BNI mengatakan, perbaikan kinerja kredit BNI didorong oleh meningkatnya penyaluran kredit pada segmen kecil, konsumer, dan segmen korporasi.

Hanya saja, dia tidak merinci berapa posisi kredit menganggur BNI hingga saat ini. Hingga April 2021, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 36,76 triliun atau meningkat sebesar 42,3% secara YoY. Pada segmen konsumer peningkatan penyaluran didorong oleh payroll Loan yang meningkat sebesar 17,8% (YoY). Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh di atas 8 persen yoy. 

"Kami melihat pertumbuhan kredit terjadi lantaran masih meningkatnya sisi permintaan (demand) seiring dengan pemulihan perekonomian nasional. Dan kami harapkan akan terus positif di bulan berikutnya," kata Mucharom. 

Dari bank daerah, ada Bank Sumut yang mencatatkan kenaikan kredit menganggur. Per April 2021, undisbursed loan bank ini mencapai Rp 201 miliar atau meningkat 6% dari Rp 189,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Walaupun meningkat, ada sektor yang sudah mencatatkan pencairan fasilitas kredit cukup baik di bank ini. "Fasilitas kredit yang sudah mulai melakukan pencairan cukup baik saat ini meliputi sektor perdagangan besar dan eceran, konstruksi serta jasa jasa sosial kemasyarakatan, hiburan dan budaya," kata Syahdan Siregar Sekretaris Perusahaan Bank Sumut.

 

Editor: Handoyo .

Adblock test (Why?)


Kredit menganggur di bank masih besar - Kontan
Read More

BI masih akan mempertahankan suku bunga rendah di tahun 2021 - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) tegaskan suku bunga acuan BI masih akan mempertahankan suku bunga rendah di tahun 2021.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, kebijakan ini dilakukan dengan menimbang inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang perlu didorong, juga keperluan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. 

Akan tetapi, Perry juga tak menampik kalau suku bunga acuan tak selamanya akan rendah. Bank sentral juga akan melakukan peningkatan suku bunga acuan. 

Nah, nantinya, peningkatan suku bunga acuan ini akan tergantung seberapa cepat pemulihan ekonomi domestik, termasuk permintaan kredit perbankan, juga tanda-tanda kenaikan inflasi yang cepat. 

Baca Juga: Kebijakan moneter The Fed akan lebih ketat tahun depan, BI siap pasang kuda-kuda

“Tanda-tanda inflasi yang meningkat tinggi paling cepat akan terihat di tahun depan. Tahun ini masih akan rendah. Lagipula, pengaruh dari ekspansi kebijakan moneter, suku bunga, likuiditas, terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi memiliki efek tunda yang lama,” ujar Perry, Selasa (25/5). 

Perry lalu mengatakan, dirinya dengan jajaran dewan gubernur baru akan membuka pembicaraan ini pada tahun 2022. Itupun, kalau bank sentral merasa perlu ada perubahan kebijakan moneter, akan dilakukan secara bertahap. 

Bsia saja akan mulai dulu dari sisi likuiditas, kemudian bisa saja memulai normalisasi di instrumen lain, dan dengan mencermati lebih lanjut, baru BI akan mempertimbangkan tentang kebijakan suku bunga. 

Perry pun mengaku akan mengambil keputusan terkait ini dengan ekstra hati-hati. Namun, yang paling penting saat ini adalah mendorong pemulihan ekonomi agar lebih berdaya dengan kebijakan moneter yang akomodatif, kebijakan makroprudensial, serta mendorong digitalisasi sistem pembayaran. 

 

Editor: Handoyo .

Adblock test (Why?)


BI masih akan mempertahankan suku bunga rendah di tahun 2021 - Kontan
Read More

Menkeu: Kinerja rupiah masih ada kecenderungan untuk terus menguat - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memproyeksi kinerja nilai tukar rupiah memiliki kecenderungan untuk terus menguat. Hal ini sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi global dan domestik serta menggeliatnya aktivitas perdagangan. 

Menkeu mengatakan pemulihan ekonomi mendorong  kinerja neraca dagang sisi ekspor dan impor mulai pulih. Hal ini juga berpotensi akan menyebabkan kembali terjadinya normalisasi defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) yang tadinya surplus kembali menjadi defisit maka akan menentukan kinerja rupiah selanjutnya. 

Kemudian, Menkeu bilang penguatan rupiah akan didorong oleh perkembangan pasar keuangan domestik yang saat ini relatif mulai stabil. Setelah mengalami volatilitas pada bulan Maret 2021. 

Baca Juga: Untuk naikkan suku bunga acuan, ekonom lihat BI akan bergantung pada 3 kondisi ini

“Aliran inflow kembali ke emerging market juga termasuk dalam tren positif. Hal positif lain di dalam pemulihan perekonomian global adalah perdagangan global yang menunjukkan perbaikan seperti Index Baltic Dry yang konsisten di level yang cukup tinggi, PMI manufaktur Global,” kata Menkeu saat Rapat Kerja bersama Badan Anggaran, Senin (31/5) 

Lalu,  penguatan nilai tukar rupiah juga didorong dari stance kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan masih akomodatif. Apalagi pemulihan di Negeri Paman Sam telah mendorong domestik demand, dusinflasi meningkat. 

Kendati demikian, Menkeu menekankan pemerintah juga mewaspadai kebijakan The Fed. Pasalnya saat ini AS tengah dihadapkan pada situasi kenaikan inflasi April hingga 4,2%, hal ini dapat memicu gejolak kembali di pasar keuangan khususnya terkait aliran modal asing ke berbagai negara termasuk Indonesia. 

“Namun tidak bisa dinafikan bahwa outlook inflasi Amerika akan menimbulkan pressure bagi kebijakan moneter Amerika untuk diperketat. Pasti akan menimbulkan dinamika capital flow seperti yang terjadi pada bulan Maret yang lalu di mana spekulasi dan reaksi terhadap inflasi Amerika yang mencapai 4,2 bulan April menimbulkan Gejolak di dalam capital flow," ujar Menkeu.

Baca Juga: Ini risiko yang akan dihadapi Indonesia saat terjadi pengetatan moneter di AS

Adapun Sri Mulyani memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada 2021 - 2025 antara lain, tahun 2021 nilai tukar rupiah diproyeksikan antara Rp 14.200 - Rp 14.800, dengan outlook Rp 14.450. Tahun 2022 nilai tukar rupiah antara Rp 13.900 - Rp 15.000

Tahun 2023 nilai tukar rupiah antara Rp 13.800 - Rp 15.000. Tahun 2024 nilai tukar rupiah di kisaran Rp 13.600 - Rp 15.000. Lalu, tahun 2025 nilai tukar rupiah diperkirakan berada di rentang Rp 13.500 - Rp 15.000.

 

Editor: Tendi Mahadi

Adblock test (Why?)


Menkeu: Kinerja rupiah masih ada kecenderungan untuk terus menguat - Kontan
Read More

Kredit menganggur di bank masih besar - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit menganggur di bank atau fasilitas kredit yang belum digunakan debitur masih besar meskipun kredit masih mengalami kontraksi.  Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan hingga April 2021 kontraksi 2,28% secara year on year (YoY).

Sementara kredit menganggur atau biasa disebut undisbursed loan per Maret 2021 mencapai Rp 1.669,7 triliun. Jumlah tersebut memang turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu namun sangat tipis yakni 0,1%. Sedangkan dibanding akhir 2020 masih terjadi peningkatan 1,6%.

Masih besarnya fasilitas kredit yang sudah diteken namun belum dieksekusi menunjukkan debitur masih hati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga kini. 

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya mencatatkan undisbursed loan per Maret 2021 mencapai sebesar Rp 237 triliun. Executive Vice President Divisi Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA Hera F Haryn mengatakan, sudah ada beberapa sektor yang mencatatkan pencairan fasilitas kredit dengan baik diantaranya pengangkutan, perdagangan, dan komunikasi.  Namun, dia dia tidak merinci apakah posisi kredit menganggur BCA tersebut turun atau justru meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Jaga stabilitas pasar keuangan domestik, ini penjelasan gubernur BI

BCA melihat bahwa permintaan kredit masih belum menggeliat saat ini. "Kami mencermati permintaan kredit di perbankan masih dalam proses pemulihan sejalan dengan adanya pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis," kata Hera pada Kontan.co.id, Senin (31/5).

Pada umum pelaku industri saat ini, menurut pengamatan BCA, masih mencermati upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan tren perkembangan pandemi. Meski begitu, kata Hera, BCA masih berharap pertumbuhan kredit tahun ini bisa tumbuh di kisaran 4%-6% ditopang kondisi likuiditas yang memadai dan harapan akan pemulihan ekonomi ke depan. 

Editor: Handoyo .

Adblock test (Why?)


Kredit menganggur di bank masih besar - Kontan
Read More

IHSG masih dalam tren menguat, berikut rekomendasi saham hari ini (2/6) - Investasi Kontan

Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG hari ini (2/6) diperkirakan kembali menguat. Pada Senin (31/5), IHSG menguat 1,69% atau naik 98,86 poin ke level 5.947,46. 

Lanjar Nafi Reliance Sekuritas menjelaskan, pergerakan IHSG hari ini secara teknikal break out resistance MA20 dan bearish trendline. Pola teknikal IHSG tersebut memberikan indikasi untuk melanjutkan penguatan hingga menguji resistance MA50. 

Baca Juga: Analis kompak rekomendasikan beli saham LSIP di tengah tren kenaikan harga CPO

Indikator stochastic bergerak bullish momentum dengan indikator RSI yang bergerak cross over positif. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi menguat dengan rentang support resistance di kisaran 5.902-6.000. 

Rekomendasi saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya AALI, BSDE, CTRA, DOID, ICBP, IMAS, INDY, LPCK, LPKR, LSIP, TKIM, TPIA, WIKA.

IHSG menguat 1,69% ke level 5.947,46 menjelang libur pada Senin (31/5). Saham-saham yang menjadi leader penguatan IHSG diantaranya, BBRI (+4,7%), TLKM (+5,2%) dan BMRI (+3,4%). Investor asing melakukan aksi beli sebesar Rp 748,39 miliar. Investor optimis menutup bulan Mei 2021 menutup sebagaian penurunan yang terjadi sejak awal bulan.

Sentimen dari eksternal seperti aktivitas manufaktur Asia terus meningkat pada bulan Mei. Meskipun kecepatan sedikit lebih lambat, gejolak Covid-19 di sekitar wilayah tersebut dapat memaksa beberapa pabrik untuk tutup dan membebani sentimen.

Baca Juga: Meski jadi saham laggard, saham-saham blue chips ini masih jadi pilihan analis

Bursa Eropa mayoritas menguat mengiringi saham global berada di jalur untuk memulai bulan baru dengan nada tinggi. Kondisi ini didukung oleh pemulihan dari krisis kesehatan dan likuiditas yang cukup. Selanjutnya, investor terfokus pada data indeks manufaktur dan tingkat inflasi.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


IHSG masih dalam tren menguat, berikut rekomendasi saham hari ini (2/6) - Investasi Kontan
Read More

Permintaan kredit belum menggeliat, undisbursed loan di perbankan masih tinggi - Keuangan Kontan

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit masih terkontraksi. Bahkan, fasilitas kredit yang belum digunakan debitur masih besar.  Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan hingga April 2021 terkontraksi 2,28% secara year on year (yoy).

Alhasil, kredit yang belum dicairkan oleh debitur alias undisbursed loan per Maret 2021 mencapai Rp 1.669,7 triliun. Jumlah tersebut memang turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu namun sangat tipis yakni 0,1%. Sedangkan dibanding akhir 2020 masih tumbuh 1,6%.

Masih besarnya fasilitas kredit yang sudah diteken namun belum dieksekusi menunjukkan debitur masih hati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga kini. 

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya mencatatkan undisbursed loan per Maret 2021 mencapai sebesar Rp 237 triliun. Executive Vice President Divisi Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA Hera F Haryn mengatakan, sudah ada beberapa sektor yang mencatatkan pencairan fasilitas kredit dengan baik di antaranya pengangkutan, perdagangan, dan komunikasi.  Namun, dia dia tidak merinci apakah posisi kredit menganggur BCA tersebut turun atau justru meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Jaga stabilitas pasar keuangan domestik, ini penjelasan gubernur BI

BCA melihat bahwa permintaan kredit masih belum menggeliat saat ini. "Kami mencermati permintaan kredit di perbankan masih dalam proses pemulihan sejalan dengan adanya pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis," kata Hera kepada Kontan.co.id, Senin (31/5).

Pada umum pelaku industri saat ini, menurut pengamatan BCA, masih mencermati upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan tren perkembangan pandemi. Meski begitu, kata Hera, BCA masih berharap pertumbuhan kredit tahun ini bisa tumbuh di kisaran 4%-6% ditopang kondisi likuiditas yang memadai dan harapan akan pemulihan ekonomi ke depan. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Permintaan kredit belum menggeliat, undisbursed loan di perbankan masih tinggi - Keuangan Kontan
Read More

Problema Rangkap Dilema! Andis DOS Setuju Nitro Cuman Dikelas FFA, yang Lain Gimana Nih ? - Otoinfo.id

Otoinfo- Pada musim balap dragbike 2023, Pro dan Kontra penggunaan bahan bakar ‘Nitro’ begitu santer dibicarakan. Beberapa mekanik ju...