KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk mengarahkan kebijakan makroprudensial untuk mendorong pemulihan ekonomi, termasuk mendukung pembiayaan di tahun 2022.
Dalam hal ini, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI masih belum akan mengubah arah kebijakan makroprudensial di tahun depan. Sehingga, pelonggaran ini akan terus dilakukan oleh bank sentral pada tahun 2022.
“Karena kami yakin pemulihan ke depan akan baik, tetapi siklus keuangan akan lebih lambat. Belum akan waktunya tahun depan pun mengubah arah kebijakan makroprudensial,” ujar Perry dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rabu (2/6).
Kebijakan makrorpudensial yang longgar tersebut seperti kebijakan loan to value (LTV). Namun, Perry masih belum menjelaskan dengan detail kebijakan terkait LTV di tahun 2022.
Kemudian, memperkuat kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) juga RIM Syariah dengan memasukkan wesel ekspor sebagai komponen pembiayaan, serta memberlakukan secara bertahap ketentuan disinsentif berupa Giro RIM/RIMS.
Bank sentral juga akan menyempurnakan kebijakan rasio kredit untuk Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM).
Berbagai penyempurnaan dilakukan antara lain melalui perluasan mitra bank dalam penyaluran pembiayaan inklusif, sekuritisasi pembiayaan inklusif.
Kemudian, model bisnis yang lain sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan pembiayaan ke UMKM yang merupakan sektor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
“Kami juga tak bosan mengingatkan agar bank menurunkan suku bunga kredit. Kami bersama dengan OJK terus mendorong perbankan karena spread antara suku bunga kredit dan suku bunga acuan masih tinggi,” tandasnya.
DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.
Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.
"Basis motor gue Honda CRF 150 tahun 2018. Awalnya gue sering diajak temen ikut trabasan, tapi belum ada motornya. Pas ada rezeki beli motornya langsung gue modif biar siap trabas projek seminggu doang," tutur bro Dimang saat kami wawancarai.
Aziz
Body Honda CRF simpel hitam polos copot striping orisinal motor
Untuk tampilan, bro Dimang sengaja membuat bodl lebih simpel dan polos dengan melepas striping bawaan motor.
Enggak cuman itu, di bagian kemudi, setang dan pengereman orisinal motor diganti dengan part racing aftermarket.
"Setang gue pasang Renthal Twin Wall. Terus master rem sama handel kopling pakai ASV dan pasang gas spontan Domino," lanjutnya.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan nilai tukarrupiah hingga saat ini masih bergerak di bawah nilai fundamentalnya (undervalue). Meski demikian, ia optimistis rupiah masih bisa menguat dengan berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan BI.
"Tentu saja ada potensi nilai tukar rupiah menguat, namun masih ada ketidakpastian dan risiko tekanan dari sisi global kenaikan US treasury yield," ujarnya di komisi XI, Rabu (2/6).
Optimisme penguatan rupiah tersebut, lanjut Perry, juga didukung dengan tingginya cadangan devisa Indonesia yakni US$138,8 miliar pada akhir bulan lalu dan surplus neraca pembayaran US$4,1 miliar pada kuartal I 2021.
"Neraca perdagangan juga terus menunjukkan surplus dan mendukung defisit transaksi berjalan yang akan tetap rendah kami perkirakan 1 sampai 2 persen pada tahun ini dan 2022," jelasnya.
Menurut Perry, surplus neraca pembayaran saat ini didukung oleh surplus dari neraca modal dan finansial. Ini terutama disebabkan oleh masuknya aliran modal asing di awal tahun.
"Termasuk juga didorong oleh Undang-Undang Cipta Kerja. Arus portofolio asing sudah kembali masuk dan kami upayakan untuk terus deras supaya menambah surplus transaksi modal kita dan menjaga stabilitas eksternal kita," jelasnya.
Secara keseluruhan, BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp14.200 hingga Rp14.600 per dolar AS sampai 2021. "Sedangkan 2022, kami memperkirakan nilai tukar di kisaran Rp14.100 sampai Rp14.500, masih menguat dari 2021," jelasnya.
Sementara itu pertumbuhan ekonomi 2021 diproyeksikan 4,1 persen-5,1 persen dan tahun depan diproyeksikan di level 5 persen-5,5 persen. Inflasi juga diperkirakan masih terkendali di kisaran 2 persen hingga 4 persen pada tahun ini dan tahun depan.
"Inflasi inti masih terkendali karena memang penawaran masih cukup untuk memenuhi permintaan meskipun permintaan naik," pungkasnya.
Jakarta, CNBC Indonesia -Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu (2/6/2021), menyusul pergerakan yang cenderung sepi di perdagangan awal Juni.
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 0,15% pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 25 menit menjadi 48,6 poin (+0,14%) ke 34.623,88. S&P 500 naik 7,8 poin (+0,19%) ke 4.209,82 dan Nasdaq lompat 36,2 poin (+0,26%) ke 13.772,64.
Kekhawatiran inflasi dan bagaimana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menyikapi memperberat sentimen pasar. Saham siklikal yang diuntungkan dari pemulihan ekonomi terkena aksi jual di antaranya saham United Airlines, American Airlines, dan MGM Resort.
Sebaliknya, saham teknologi menguat seperti Zoom Video yang melompat lebih dari 1% setelah perseroan melaporkan lonjakan pemasukan pada kuartal I-2021, dengan pendapatan yang terbang hingga 191% pada periode tersebut.
"Ekspektasi inflasi juga naik melampaui yang bisa dicapai dalam jangka pendek. Inflasi dalam pandangan kami sedang berayun dan akhirnya melampaui target The Fed," tulis Kepala Perencana Saham Morgan Stanley Mike Wilson dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.
Pada perdagangan kemarin, indeks Dow Jones menguat 47 poin, atau 0,14% di sesi penutupan. Indeks S&P tertekan hanya 2 poin, sementara Nasdaq melemah 0,09%. Namun saat itu, saham yang terkait dengan pemulihan ekonomi cenderung menguat.
"Pasar masih kuat," tutur Cliff Hodge, Kepala Investasi Cornerstone Wealth. "Pertumbuhan ekonomi kuat, kondisi moneter masih sangat longgar dan konsumen mendapat limpahan dana dari stimulus sementara kasus baru virus Covid-19 anjlok dan ekonomi dibuka kembali."
Juni secara historis menjadi bulan koreksi bagi Wall Street, tetapi menurut catatan Instinet tren itu mulai berkurang sejak 2016. Indeks S&P 500 dan Dow Jones melemah masing-masing sebesar 0,8% dan 1,5% sepanjang bulan berjalan. Nasdaq saat ini masih berjarak 3,3% dari posisi tertingginya sepanjang April.
Saham sektor energi sejauh ini membukukan kinerja di antara indeks saham sektoral di S&P 500 menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia yang mengirim harga West Texas Intermediate (WTI menyentuh level tertingginya dalam 2 tahun.
Pelaku pasar bakal memantau rilis ketenagakerjaan pada Jumat nanti. Sejauh ini ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan akan ada 671.000 tenaga kerja baru yang terserap pada Mei, atau naik dari penyerapan April sebanyak 266.000.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) mencatatkan kinerja kinerja yang apik sepanjang tiga bulan pertama pada tahun ini. Emiten poultry ini mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 2,14 triliun, atau meningkat 26,7% secara year on year (yoy).
Tak hanya moncer dari sisi pendapatan, MAIN juga mencatatkan kenaikan laba bersih hingga lebih dari 500% secara yoy menjadi Rp 88,92 miliar. Peningkatan tersebut didorong peningkatan penjualan pakan, DOC, dan produk broiler karena permintaan ayam yang terus membaik selama kuartal tersebut.
Analis Samuel Sekuritas Nasrullah Putra Sulaeman mengatakan, pencapaian top line MAIN sejauh ini sudah in-line dengan proyeksi Samuel Sekuritas, yakni memenuhi 26% dari proyeksi sepanjang tahun 2021 (FY21F). Namun, dari sisi bottom line, justru ternyata jauh di atas ekspektasi, yakni 58.1% proyeksi FY21F
“Tingginya perolehan laba MAIN utamanya disebabkan oleh harga broiler dan DOC yang berada di level yang tinggi selama kuartal I-2021. Hal ini pada akhirnya mendorong ekspansi marjin yang terjadi pada segmen broiler dan DOC,” kata Nasrullah kepada Kontan.co.id, Rabu (2/6).
Analis Phillip Sekuritas Michael Filbery dalam risetnya pada 19 Mei menuliskan, secara umum, pertumbuhan top line MAIN pada kuartal I-2021 didukung oleh kenaikan average selling price (ASP) broiler dan DOC yang masing-masing naik 15,6% dan 37,7% secara year on year (yoy). Tak hanya ASP yang naik, penjualan broiler dan DOC pun masing-masing naik 34,8% dan 58,1% secara yoy.
“Kami melihat ada peluang harga ASP broiler masih akan kembali naik pada kuartal II-2021. Hal ini didukung oleh tingginya permintaan selama bulan puasa dan program culling pemerintah yang terus berlangsung sepanjang kuartal I-2021 kemarin,” ujar Michael.
Selain pertumbuhan pada penjualan pada segmen broiler dan DOC, MAIN juga kembali melanjutkan pertumbuhan penjualan pada segmen feedmill dengan mencatatkan pertumbuhan 12,1% secara qoq dan 21% secara yoy. Michael menyebutkan, pertumbuhan ini sekaligus melanjutkan pemulihan penjualan pada segmen feedmill yang sudah berlangsung sejak kuartal III-2020.
Menurutnya, kenaikan penjualan feedmill kali ini didorong oleh kuantitas penjualan yang naik 15,7% secara yoy dan naiknya ASP sebesar 6,3%. Namun, kenaikan ASP tersebut sebenarnya belum sepenuhnya mengalihkan biaya dan margin segmen feedmill ke pelanggan karena kenaikan harga soybean meal yang signifikan sepanjang kuartal I-2021.
“Hasilnya, OPM segmen feedmill justru turun ke level 5,21% berbanding 10,9% pada kuartal I-2020. Berbeda dengan emiten poultry lainnya, kenaikan harga bahan baku tersebut akan menjadi tantangan bagi margin segmen feedmill MAIN pada tahun ini jika kenaikan harga kedelai berlanjut di kuartal II-2021,” tambah Michael.
Senada, Nasrullah juga meyakini, kenaikan harga bahan baku adalah risiko yang berpotensi menghambat kinerja MAIN pada tahun ini. Pasalnya, MAIN memiliki kontribusi dari segmen feedmill yang besar, yakni sekitar 65% pada kuartal I-2021. Oleh karena itu, kenaikan harga bahan baku dikhawatirkan Nasrullah dapat menekan profitabilitas dari segmen feedmill.
Walau dibayangi risiko tersebut, Nasrullah optimistis, kinerja MAIN pada tahun ini akan lebih baik dibanding tahun lalu. Faktor pendorong utamanya adalah meningkatnya permintaan daging ayam akibat pemulihan ekonomi, selain itu program culling yang terjadi selama tahun ini akan membuat harga broiler dan DOC stabil pada level yang tinggi.
“Dengan pemulihan di sektor hotel, restoran, dan cafe, permintaan ayam akan kembali naik dan membuat penjualan MAIN pada tahun ini bisa mencapai Rp 8,03 triliun atau naik 15,4% yoy dibanding tahun lalu,” kata Nasrullah.
Sementara dari sisi bottom line, ia memproyeksikan, MAIN akan mengantongi Rp 192 miliar pada tahun ini seiring dengan ekspansi marjin yang masih akan berlanjut.
Nasrullah pun memberikan rekomendasi beli saham MAIN dengan target harga Rp 1.100 per saham. Sementara Michael memberi saran untuk beli dengan target harga Rp 1.300 per saham. Adapun saham MAIN diperdagangkan menguat 2,89% ke Rp 890 per saham pada Rabu (2/6).
DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.
Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Atep Budiman mengatakan, rangkaian acara tahunan memperingati Hari Jadi Bogor pada tahun ini tidak semeriah sebelum adanya Covid-19.
Kondisi itu, kata Atep, tidak terlepas dari kasus Covid-19 yang masih terus terjadi.
"Untuk perayaan HJB ke-539 memang nuansanya masih sederhana, mengingat masih dalam kondisi pandemi dan Kota Bogor masih di zona oranye," kata Atep, Rabu (2/6/2021).
Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email
Atep menjelaskan, ada beberapa rangkaian acara yang akan digelar dalam menyambut Hari Jadi Bogor-539.
Untuk agenda utamanya, kata Atep, ada rangkaian sidang paripurna istimewa di DPRD Kota Bogor yang diselenggarakan secara terbatas.
Kemudian, akan ada doa bersama lintas agama yang akan dilaksanakan di Taman Ekspresi, Sempur, Kota Bogor, yang dihadiri perwakilan lintas agama dan beberapa tokoh budayawan di Kota Bogor serta undangan lainnya secara virtual.
"Detailnya masih dirumuskan dulu oleh panitia," sebutnya.
Rangkaian kegiatan lainnya, sambung Atep, juga akan diisi oleh hiburan seni dan budaya yang dilaksanakan secara hybrid, seperti Simposium Aksara Sunda.
Selanjutnya, akan ada pemberian penghargaan kepada para donatur dari Satgas Covid-19 Kota Bogor.
Ada juga rencana Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) memberikan diskon tarif bus ke Jakarta dari Bogor.
"Nanti secara resmi kita umumkan rangkaian acara fixed yang bisa diketahui masyarakat," tutur dia.