Rechercher dans ce blog

Monday, November 29, 2021

2022, Risiko Ketidakpastian Paling Besar Masih dari Covid-19 - BeritaSatu

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut risiko ketidakpastian di tahun depan yang paling besar masih berasal dari pandemi Covid-19. Ketidakpastian ini lantaran kembali merebaknya varian Covid-19 dengan jenis baru Omicron yang baru-baru ini muncul di berbagai negara.

“Pada 2022 fiskal kita akan terus sangat mendukung pemulihan ekonomi. Kami sangat menyadari bahwa kita masih menghadapi ketidakpastian yang paling besar, yaitu dengan Covid-19,” ujar Sri Mulyani saat menjadi pembicara kunci dalam acara "2nd International Upstream Oil and Gas 2021" yang ditayangkan di YouTube SKK Migas, Selasa,(30/11/2021).

Menkeu mengaku bersyukur atas capaian penanganan dan pengendalian Covid-19 varian delta di Tanah Air yang semakin menunjukan hasil membaik dengan tren kasus harian Covid-19 yang terus menurun. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh berpuas diri atas pencapaian ini, namun harus tetap waspada dengan mencermati berbagai perkembangan.

“Kami sangat waspada dan tentunya mencermati apa yang sebenarnya sedang terjadi di berbagai belahan dunia dengan meningkatnya kasus atau mutasi kasus baru Omicron Covid-19 yang berasal dari Afrika Selatan, dan kini menyebar ke beberapa negara baik di Barat dan juga di Asia,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah berkomitmen untuk terus mengendalikan Covid-19 melalui percepatan penyuntikan vaksinasi Covid-19 dan memperketat penerapan disiplin protokol kesehatan. Selain itu, di tahun depan pemerintah juga akan mendukung berbagai langkah penanganan Covid-19 dengan melanjutkan program pemulihan ekonomi nasional yang mengakomodir penanganan dari sisi kesehatan hingga program untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Secara rinci, pada tahun lalu anggaran PEN terserap lebih dari 80% atau Rp 575 triliun dari total anggaran yang dialokasikan. Begitu juga dengan anggaran PEN tahun ini yang akan dipercepat penyerapannya menjelang tutup tahun yang tersisa satu bulan lagi.

“Untuk tahun-tahun berjalan, anggaran 2021 tinggal satu bulan lagi, kita terus melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional atau sebut saja PEN, serta melaksanakan anggaran pemerintah agar kita bisa pulih,” tutur Menkeu.

Selain penanganan Covid-19, pemerintah juga terus melaksanakan reformasi struktural di berbagai sektor guna mendorong pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih optimal dan kuat.

“Pemerintah Indonesia juga terus melaksanakan reformasi struktural yang sangat ambisius. Hal ini dikarenakan Indonesia menyadari agar kita dapat pulih lebih kuat dengan pertumbuhan yang lebih baik dan berkelanjutan,” tuturnya.

Lebih lanjut, melalui reformasi struktural, Menkeu mengatakan pemerintah dapat mengatasi persoalan daya saing, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas hingga inovasi.

“Segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam penyederhanaan iklim investasi, birokratisasi yang mendalam serta penyederhanaan regulasi juga sangat-sangat-sangat relevan,”pungkasnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

Adblock test (Why?)


2022, Risiko Ketidakpastian Paling Besar Masih dari Covid-19 - BeritaSatu
Read More

Bus Masih Pakai Kaca Model Geser, Apa Penyebabnya? - Kompas.com - Otomotif Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.comKaca model geser masih bisa ditemui pada bus, terutama di sisi pengemudi. Sedangkan untuk kaca lainnya, biasanya tidak bisa digeser, apalagi yang kabinnya sudah menggunakan AC.

Model kaca geser di sisi pengemudi memang masih diperlukan untuk pengemudi membayar tol, atau untuk mengeluarkan asap rokok. Jika dilihat, model kaca geser ini tetap ada walaupun terlihat ketinggalan zaman.

Jika melihat mobil penumpang, model kacanya sudah membuka ke bawah, baik memakai engkol (manual) maupun power window yang otomatis. Lalu kenapa bus masih memilih untuk memakai kaca model geser?

Baca juga: Mobil Listrik Suzuki Meluncur 2025, Harga Mulai Rp 127 Jutaan

Sekat busDOK. LAKSANABUS Sekat bus

Deddy Hermawan, Development Design Karoseri New Armada mengatakan, ada tiga faktor yang menyebabkan kaca model geser masih setia digunakan pada bus, terutama di sisi pengemudi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pertimbangan pertama yaitu kemudahan produksi dan assembly komponen. Kedua, kemudahan supply, karena untuk saat ini yang tersedia di pasaran adalah kaca geser,” ucap Deddy kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Lorenzo Jawab Tantangan Rossi Balapan di Motor Ranch

Untuk saat ini, model kaca yang turun ke bawah masih belum tersedia di Indonesia, terutama untuk bus. Selain itu, jika digunakan juga akan memiliki mekanisme yang lebih banyak, jadi agak merepotkan.

“Namun yang lebih utama adalah fungsinya, bukaan jendela di sopir lebih kepada akses, misalnya untuk bayar tol dan lainnya. Jadi bukaan kacanya tidak perlu sebesar kaca roll mobil penumpang pada umumnya,” kata Deddy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Adblock test (Why?)


Bus Masih Pakai Kaca Model Geser, Apa Penyebabnya? - Kompas.com - Otomotif Kompas.com
Read More

Ini prospek Shiba Inu dan Ethereum, apakah masih menjanjikan? - Kontan

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Situasi saat ini untuk Shiba Inu dan Ethereum sangat berbeda dibandingkan ketika mata uang kripto ini pertama kali diluncurkan. 

Melansir The Motley Fool, kapitalisasi pasar Shiba Inu saat ini mendekati US$ 21 miliar. Hal itu menjadikannya mata uang kripto terbesar No. 12 di dunia. 

Sementara Ethereum menempati peringkat sebagai cryptocurrency terbesar kedua dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 500 miliar. 

Tentu saja, Shiba Inu tidak harus mengungguli performa Dogecoin sekarang. Di sisi lain, tweet Musk cenderung tidak meningkatkan harga mata uang kripto ini, terutama setelah miliarder itu mengungkapkan bahwa dia tidak memiliki Shiba Inu.

Mungkin tantangan terbesar untuk token digital ini ke depan adalah memiliki banyak kompetisi. Ada ribuan cryptocurrency yang berlomba-lomba untuk menjatuhkan Shiba Inu dari posisinya. Seperti Ethereum yang kini menghadapi blockchain baru yang jauh lebih cepat dan lebih murah.

Baca Juga: Punya 1 juta Bitcoin setara Rp 1.000 T, identitas penemu Bitcoin bakal terungkap

Apakah Shiba Inu dan Ethereum masih akan menghasilkan banyak uang bagi para investor?

Menurut The Motley Fool, jawaban yang benar adalah "ya." Hampir semua aset memiliki potensi untuk menghasilkan US$ 1 juta dengan investasi awal yang cukup besar dan periode kepemilikan yang cukup lama.

Tetapi bisakah Anda membeli US$ 2,07 Shiba Inu dan US$ 675,67 token Ethereum hari ini dan menjadi jutawan selama dekade berikutnya? The Motley Fool menilai hal ini sangat tidak mungkin.

Keberhasilan masa lalu dari kedua cryptocurrency membuat hampir tidak mungkin untuk mengulangi keuntungan mengejutkan mereka. 

Baca Juga: Keputusan Binance ini bikin harga Dogecoin melompat 10%

Apakah Shiba Inu dan Ethereum masih dapat menghasilkan banyak uang bagi investor yang membeli hari ini? Tentu. Namun, masih ada banyak risiko. 

Menurut The Motley Fool, ada lebih banyak risiko untuk Shiba Inu daripada Ethereum karena adopsi yang luas dari Ethereum.

Di sisi lain, ada cryptocurrency lain yang kemungkinan akan menjadi pemenang yang lebih besar daripada Shiba Inu atau Ethereum selama beberapa tahun ke depan. Dan mungkin, mungkin saja, beberapa dari mereka bahkan bisa menghasilkan uang lebih banyak bagi investor.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Adblock test (Why?)


Ini prospek Shiba Inu dan Ethereum, apakah masih menjanjikan? - Kontan
Read More

Pelaku Penembakan Maut di Exit Tol Bintaro Masih Abu-abu - detikNews

Jakarta -

Kasus penembakan yang menewaskan satu korban di Exit Tol Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, masih dalam penyelidikan polisi. Hingga saat ini polisi belum menemukan titik terang soal pelaku.

Padahal polisi sudah mengantongi identitas kendaraan terduga pelaku. Polisi juga sudah mendapatkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Namun hingga saat ini, pelaku masih abu-abu. Kasusnya sendiri kini diambil alih tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya.


Pelaku dalam Penyelidikan Polisi

Polda Metro Jaya saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti terkait penembakan tersebut. Polisi saat ini masih mencari pelaku penembakan tersebut.

"Kasusnya masih dalam penyelidikan Porles Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Senin (29/11).


Polisi Kantongi Identitas Mobil Pelaku

Sebelumnya, Kapolres Metro Jaksel Kombes Azis Andriansyah mengungkapkan pihaknya masih menyelidiki pelaku. Namun, identitas kendaraan pelaku sudah diketahui.

"Kami sudah memperoleh beberapa informasi. CCTV juga sudah ada, identitas dari kendaraan yang dipakai pelaku sudah didapatkan," jelas Azis di kantornya, Jakarta Selatan, Sabtu (27/11).

Simak video 'Polisi Benarkan 1 Orang Meninggal dalam Penembakan di Tol Bintaro':

[Gambas:Video 20detik]


Simak selengkapnya di halaman berikutnya....

Adblock test (Why?)


Pelaku Penembakan Maut di Exit Tol Bintaro Masih Abu-abu - detikNews
Read More

RI Belum Move On dari Energi Fosil, Hulu Migas Masih Jadi Pilar Ekonomi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif memastikan industri hulu migas masih tetap menjadi pilar ekonomi dalam energi di tengah upaya menurunkan emisi karbon.

Dia mengatakan industri ini tidak akan serta merta ditinggal karena memberi kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Efek dominan yang ditimbulkan juga berdampak pada sektor pendukung lainnya.

"Penggunaan kapasitas nasional di sektor hulu migas cukup besar pada tahun 2020, yakni sebesar 57 persen dengan nilai pengadaan sekitar US$2,54 miliar," katanya saat The 2nd International Conference on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 melalui keterangan resmi, Senin (29/11/2021).

Dia mengatakan bahwa industri hulu migas kini telah berkembang menjadi salah satu mesin penggerak kegiatan penunjangnya.

Sektor yang pada mulanya didesain untuk menghasilkan manfaat berupa penerimaan negara secara maksimal, kemudian berkembang menjadi salah satu mesin penggerak kegiatan penunjangnya, seperti perbankan hingga perhotelan.

"Dalam perhitungan umum, setiap investasi US$1 akan menghasilkan dampak senilai US$1,6 yang dapat dinikmati industri penunjangnya," jelasnya.

Sebab itu lanjutnya, visi industri fosil dalam era transisi energi adalah industri hulu migas yang rendah karbon. Gas disebutnya akan menyokong kebutuhan energi dan dikembangkan untuk menggantikan peran batubara.

"Industri hulu migas yang rendah karbon merupakan visi dari industri fosil dalam era transisi energi. Industri hulu migas, terutama gas, akan menjadi penyokong energi pada masa transisi dan akan dikembangkan untuk menggantikan energi batubara," tuturnya.

Pemerintah kini berusaha memaksimalkan volume penyerapan gas di dalam negeri, antara lain melalui kebijakan harga khusus untuk sektor kelistrikan dan industri tertentu yang tentunya akan mendorong penambahan konsumsi gas.

Menurutnya, lapangan-lapangan migas tetap perlu dikembangkan. Potensi yang ada juga harus digali untuk menjamin penyediaan energi di masa depan. Bahkan potensi lapangan migas non-konvensional kata dia juga harus digali demi pemenuhan kebutuhan masa depan.

"Proses ini tidak sederhana dan membutuhkan dukungan serta kerja sama semua pihak untuk merealisasikannya. Teknologi yang maju dan ramah lingkungan juga dibutuhkan untuk menjawab tantangan ini," ujar Arifin.

Di sisi lain, Arifin mengapresiasi SKK Migas dan KKKS yang telah menggunakan teknologi untuk menekan emisi karbon pada kegiatan lapangan.

Dia berharap strategi tersebut tetap dikawal dan diimplementasikan dengan baik, sehingga peningkatan produksi tetap berjalan beriringan dengan usaha penurunan emisi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Konten Premium Masuk / Daftar

Adblock test (Why?)


RI Belum Move On dari Energi Fosil, Hulu Migas Masih Jadi Pilar Ekonomi - Bisnis.com
Read More

MInyak Curah Masih Beredar di Slipi, Kepala Pasar: Itu untuk Habiskan Stok - Tribunnews

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Minyak goreng curah masih beredar di sebagian pasar di Jakarta menyusul keputusan Pemerintah melarang peredaran minyak curah mulai 1 Januari 2022.

Kepala Pasar Slipi di Palmerah, Jakarta Barat, Subhan, mengatakan saat ini minyak curah memang masih dijual para pedagang di pasar yang dikelolanya.

Dia menyebutkan, ada sekitar empat pedagang sembako yang masih menjual minyak curah.

"Masih ada yang menjual, tapi para pedagang tinggal ngabisin stock lama aja," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Senin (29/11/2021).

Setiap satu pedagang masih memiliki stok sisa minyak curah sebanyak 15 liter.

"Ada sekitar total 60 liter minyak curah yang dijual para pedagang di Pasar Slipi," tambahnya.

Subhan melanjutkan kini jumlah permintaan minyak kemasan lebih banyak ketimbang minyak curah.

Pembeli mulai bergeser membeli minyak kemasan di pasar itu. Sebab, harga minyak curah sama dengan minyak kemasan.

Baca juga: Mulai Januari 2022 Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar, Berikut Alasan Pemerintah dan Pro Kontranya

Subhan mencontohkan harga satu liter minyak curah sama dengan satu liter minyak kemasan seharga Rp 20 ribu.

Padahal secara kualitas lebih baik minyak kemasan. "Pelanggan sekarang lebih memilih minyak kemasan. Para pedagang juga mulai beralih ke sana," katanya.

Adblock test (Why?)


MInyak Curah Masih Beredar di Slipi, Kepala Pasar: Itu untuk Habiskan Stok - Tribunnews
Read More

Masih Bertanding di Bali, Pebulu Tangkis Dunia Kini Dibuat Terpukau dengan Keindahan Sunset - Okezone

JIMBARAN – Para pebulu tangkis dunia kini masih berada di Bali untuk melanjutkan penampilannya dalam rangkaian Indonesia Badminton Festival 2021. Usai merampungkan turnamen kedua, yakni Indonesia Open 2021, para pebulu tangkis dunia pun diajak mengunjungi tempat indah lain di Bali dan mereka pun dibuat terpukau dengan keindahan alam serta sunset di sana.

Ya, para pebulu tangkis dunia berkesempatan untuk menyaksikan keindahan matahari terbenam (sunset) di Bali. Hal itu mereka rasakan saat panitia penyelenggara Indonesia Badminton Festival berkolaborasi bersama BWF mengajak pemain refreshing jelang World Tour Finals 2021.

Para pebulu tangkis dunia mengunjungi Rock Bar. Foto: Humas PBSI

Setelah pekan lalu menikmati Tari Kecak di Uluwatu, kini para pemain diajak menikmati keindahan Rock Bar di kawasan Ayana Resort, Jimbaran, Senin 29 November 2021 sore WITA. Tak hanya sekadar makan, para pemain bisa sejenak melepas penat dengan menikmati keindahan alam saat matahari terbenam.

BACA JUGA: Evaluasi PBSI soal Wakil Tanah Air hanya Raih Satu Gelar di Indonesia Masters dan Indonesia Open 2021

Salah satu pemain yang terpikat dengan keindahan sunset Bali adalah Kento Momota. Pemain asal Jepang itu mengaku baru pertama sebagai pemain diajak tur di tempat yang sangat eksotis saat sunset dan disajikan makan yang enak.

Para pebulu tangkis dunia mengunjungi Rock Bar. Foto: Humas PBSI

BACA JUGA: Penggemarnya Makin Banyak Usai Tampil di Indonesia Open 2021, Chiharu Shida Enggan Jemawa

"Luar biasa sambutan yang memanjakan para pemain. Sebagai pemain yang sering bertanding di banyak negara, baru kali ini ada turnamen yang menggelar kegiatan dengan mengajak kami tur ke tempat wisata di Bali yang sangat indah. Juga makanannya enak semua," ujar Momota.

Adblock test (Why?)


Masih Bertanding di Bali, Pebulu Tangkis Dunia Kini Dibuat Terpukau dengan Keindahan Sunset - Okezone
Read More

Problema Rangkap Dilema! Andis DOS Setuju Nitro Cuman Dikelas FFA, yang Lain Gimana Nih ? - Otoinfo.id

Otoinfo- Pada musim balap dragbike 2023, Pro dan Kontra penggunaan bahan bakar ‘Nitro’ begitu santer dibicarakan. Beberapa mekanik ju...