Rechercher dans ce blog

Wednesday, August 4, 2021

Polisi Cek Viral Sekelompok Remaja Adu Jotos di Depok: Tak Ada Korban - detikNews

Depok -

Pihak kepolisian telah menyelidiki video viral sekelompok remaja putri adu jotos di tanah kosong di Depok. Polisi telah mengkonfirmasi kejadian itu ke pihak sekolahan para remaja tersebut.

"Tadi sudah ke sekolahan, memang terjadi gitu, cuman karena di bawah umur semua masih SMP kelas I dan II," kata Kapolsek Bojonggede AKP Dwi Susanto saat dihubungi, Rabu (4/8/2021).

Dari penelusuran polisi, peristiwa itu terjadi pada masa PPKM level 4, Senin (2/8), sekitar pukul 16.00 WIB, di lapangan Bulak Jagal, Rawa Panjang, Bojong Gede, Bogor. Dwi menyebutkan tidak ada korban dalam peristiwa itu.

"Kemudian tidak ada korban, (kejadian) Senin kemarin, Senin ini, iya (saat PPKM level 4) jam 16.00 WIB," ucapnya.

Dwi menepis perkelahian itu karena memperebutkan laki-laki. Namun Dwi tidak menyebutkan permasalahan di balik aksi viral remaja putri ini.

"Ya berkelahi, berkelahi biasa, tidak ada korban. Tidak (rebutan laki-laki)," tuturnya.


Versi Satpol PP Depok

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratna Nurdianny menyebut kejadian duel sekelompok remaja putri itu terjadi pada tahun lalu. Kala itu, kata Lienda, sedang ada pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pertama di Depok.

"Hasil koordinasi Dantim dengan tiga pilar Kecamatan Cipayung bahwa kejadian ini sudah lama sekitar satu tahun yang saat pemberlakuan PSBB pertama," kata Lienda melalui pesan singkat.

Lienda mengaku sudah mendapat dokumentasi perihal kejadian itu. Satpol PP, kata Lienda, telah mengecek tempat kejadian tersebut.

Adblock test (Why?)


Polisi Cek Viral Sekelompok Remaja Adu Jotos di Depok: Tak Ada Korban - detikNews
Read More

BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan - Kompas.com - Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menyatakan, penggalangan dana di pasar modal masih menjanjikan pada semester II 2021.

"Pada semester kedua tahun 2021, potensi penggalangan dana di pasar modal masih relatif promising. Hal ini terlihat dari aktifitas efek yang akan dicatatkan di Bursa, khususnya saham, obligasi dan sukuk," ujarnya kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Rabu (4/8/2021).

Lebih lanjut Nyoman menyebutkan, jumlah penggalangan dana berdasarkan perhitungan pipeline sampai 30 Juli 2021 untuk saham, obligasi dan sukuk diperkirakan mencapai Rp 34,4 triliun.

Baca juga: Dirut BEI: Walau Ada PPKM, Investor Lebih Tenang Menyikapinya

Di pipeline saham sendiri, kata dia, sudah ada 25 perusahaan yang berencana untuk mencatatkan sahamnya di BEI dengan perkiraan dana yang akan diperoleh sebesar Rp 5,5 triliun.

Sedangkan dari pipeline obligasi dan sukuk, terdapat 23 perusahaan dengan perkiraan dana yang akan dihimpun mencapai Rp 28,9 triliun. Total dana diraih dari ketiga instrumen tersebut sudah termasuk perusahaan e-commerce PT Bukalapak.com yang akan IPO pada 6 Agustus ini.

"Include BUKA namun asumsi menggunakan harga nominal saham karena hasil penjatahan atas public offering belum kami terima. Nilainya akan lebih tinggi dari jumlah tersebut. Dengan masih adanya waktu sekitar lima bulan lagi sampai dengan akhir tahun 2021, maka potensi penghimpunan dana diperkirakan akan melebihi Rp 34,4 triliun," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk porsi penggalangan dana semester II ini masih didominasi oleh pencatatan obligasi dan sukuk. Sampai dengan 30 Juli 2021, BEI mencatat, obligasi dan sukuk yang diterbitkan 37 korporasi dan tercatat di Bursa sebanyak 51 emisi dengan total perolehan sebesar Rp 54 triliun.


Baca juga: Saham Garuda Indonesia Masih Disuspensi, BEI: Demi Lindungi Investor
Sedangkan perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di BEI, ada 27 perusahaan dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 7,7 triliun. Sehingga total dana yang sudah terhimpun oleh perusahaan-perusahaan yang telah mencatatkan saham, obligasi dan sukuk sebesar Rp 61,7 triliun.

"Selain IPO, penggalangan dana lainnya dapat dilakukan melalui right issue oleh perusahaan tercatat. Sampai dengan 30 Juli 2021, sudah ada 16 perusahaan tercatat yang melakukan right issue dengan dana yang berhasil dihimpun sekitar Rp 35,7 triliun," sebut Nyoman.

Di samping IPO dan right issue yang diterbitkan oleh korporasi, terdapat pula pencatatan Surat Berharga Negara (SBN) di Bursa. Sampai dengan 30 Juli, sudah ada 32 seri baru (new listing) SBN yang tercatat. SBN tersebut terdiri dari pencatatan Surat Utang Negara (SUN) dan Sukuk Berharga Syariah Negara (SBSN).

Jumlah SBN yang sudah dicatatkan di Bursa mencapai Rp 125 triliun. Beberapa diantara SBN tersebut, khususnya berupa Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) yang telah jatuh tempo.

Baca juga: IPO Bukalapak Dongkrak Kapitalisasi Pasar BEI hingga RP 87,6 Triliun

Adblock test (Why?)


BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan - Kompas.com - Kompas.com
Read More

Irwansyah Ikut Turun ke Liang Lahat untuk Azankan Ibunda - detikHot

Jakarta -

Duka masih menyelimuti Irwansyah dan keluarga usai sang ibunda, Herlianah, meninggal dunia. Ibunda Irwansyah meninggal usai berjuang melawan COVID-19.

Ibunda Irwansyah dimakamkan satu liang lahat dengan suaminya, Umar Efendi, yang telah meninggal lebih dahulu. Pemakaman bertempat di TPU Jombang, Tangerang Selatan, pada Rabu 4 Agustus 2021 sore.

"Iya karena papa di sini, jadi persis 27 hari yang lalu saya kuburin papa di sini juga. Jadi mama karena memang mungkin terlalu cintanya sama papa jadinya cepet-cepet, dan ya kita pengin mama juga deket sama papa," kata Irwansyah ditemui di lokasi usai pemakaman.

Irwansyah cerita dirinya sempat meminta maaf kepada sang ibunda sebelum meninggal, begitu juga sebaliknya. Meski hal itu hanya bisa dilakukan lewat video call.

"Kita beberapa kali video call, aku juga nggak bisa datang ke rumah sakit karena nggak boleh, tapi alhamdulillah bisa video call, udah minta maaf. Mama juga udah minta maaf segala macam," bebernya.

"InsyaAllah kita semua keluarga ikhlas dengan kepergian mama," tambah Irwansyah.

Interaksi terakhir Irwansyah dengan sang ibunda pun cukup memilukan. Lantaran saat itu Herlianah masih menggunakan ventilator dan berusaha berkomunikasi dengan Irwansyah.

"Nggak sih, cuman nanya sakit apa nggak, terus sekarang apa yang dirasain, karena kan juga udah pakai ventilator, dia cuman bisa ngangguk, ngomong cuman mimiknya aja, kalau saya tanya, 'mama kuat ya?' kuat, mama bosan ya?, bosan, tapi mama ikhlas kan? Ikhlas," bebernya.

Persembahan terakhir Irwansyah buat Herlianah adalah ikut turun ke liang lahat demi mengazani sang Ibunda. Meski raut wajahnya penuh kesedihan, namun Irwansyah tampak tegar. Dalam kesempatan yang sama, mertua Irwansyah yakni Mark Sungkar juga terlihat hadir.

(fbr/aay)

Adblock test (Why?)


Irwansyah Ikut Turun ke Liang Lahat untuk Azankan Ibunda - detikHot
Read More

Olimpiade Tokyo: Indonesia Masih yang Memimpin di ASEAN - CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia masih menjadi negara ASEAN terbaik di Olimpiade Tokyo 2020 hingga Rabu (4/8). Indonesia memimpin atas Filipina di klasemen sementara medali Olimpiade Tokyo.

Hingga Rabu petang pukul 14.30 WIB, Indonesia masih berada di posisi 39 klasemen sementara medali Olimpiade Tokyo bersama Austria dan Serbia. Ketiga negara sama-sama mengoleksi 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Di antara negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN, Indonesia masih memimpin perolehan medali di Olimpiade Tokyo. Indonesia masih unggul atas Filipina yang berada di posisi 44 dengan mengoleksi 1 emas dan 1 perak.


Di posisi ketiga ada Thailand yang memiliki 1 medali emas dan berada di posisi 54 klasemen sementara. Thailand merebut satu medali emas melalui Panipak Wongpattanakit dari cabang taekwondo 49 kilogram putri.

Selanjutnya ada Malaysia yang berada di posisi 79 dengan torehan 1 perunggu. Satu-satunya medali perunggu direbut Malaysia melalui cabang badminton lewat ganda putra Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang mengalahkan ganda Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Sementara tujuh negara Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, Timor Timur, Laos, Vietnam, dan Singapura belum merebut satu pun medali hingga Rabu petang ini.

Eco Yuli Irawan of Indonesia competes in the men's 61kg weightlifting event, at the 2020 Summer Olympics, Sunday, July 25, 2021, in Tokyo, Japan. (AP Photo/Luca Bruno)Indonesia mendapat tiga medali dari cabang angkat besi. (AP Photo/Luca Bruno)

Namun, posisi Indonesia masih bisa digeser Filipina dan Thailand pada klasemen akhir perolehan medali Olimpiade Tokyo. Filipina masih berpeluang menambah medali dari cabang tinju setelah meloloskan dua atlet ke semifinal kelas terbang putra dan menengah putra.

Thailand juga masih berpeluang menambah medali dari cabang tinju setelah meloloskan Sudaporn Seesondee ke semifinal kelas ringan putri.

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo 2020 Negara-negara ASEAN:

1. Indonesia (28 atlet) Peringkat 39: 1 emas, 1 perak, 3 perunggu
2. Filipina (19 atlet) Peringkat 44: 1 emas, 1 perak
3. Thailand (42 atlet) Peringkat 54: 1 emas
4. Malaysia (30 atlet) Peringkat 79: 1 perunggu
5. Brunei (2 atlet), Kamboja (3 atlet), Myanmar (3 atlet), Timor Timur (3 atlet), Laos (4 atlet), Vietnam (18 atlet), Singapura (22 atlet): 0 medali

*Data hingga pukul 14.30 WIB

[Gambas:Video CNN]

(har)

Adblock test (Why?)


Olimpiade Tokyo: Indonesia Masih yang Memimpin di ASEAN - CNN Indonesia
Read More

Tuesday, August 3, 2021

Kinerja sejumlah bank kecil pada semester I masih tertekan pandemi - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbeda dengan bank beraset jumbo, kinerja bank cilik masih tertekan hingga paruh pertama 2021. Pandemi masih memberikan dampak pada kinerja kredit bank dalam menghasilkan pendapatan bunga. 

PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) mencatat laba bersih senilai Rp 11,60 miliar pada semester 1-2021. Nilai itu turun 77,68% year on year (yoy) dibandingkan paruh pertama 2020 senilai Rp 51,98 miliar. 

Kinerja keuangan ini terjadi karena penurunan pendapatan bunga 40,45% yoy dari Rp 773,23 miliar menjadi Rp 460,42 miliar. Sedangkan beban bunga naik 36,88% yoy dari Rp 510,89 miliar menjadi Rp 699,29 miliar pada kuartal kedua 2021. 

Baca Juga: Beban gaji naik, Bank Aladin Syariah (BANK) merugi pada semester I

Hal ini terjadi lantaran Bank Capital juga mencatat penurunan penyaluran kredit 34% secara year to date (ytd) menjadi Rp4,21 triliun per 30 Juni 2021. Di sisi lain, jumlah simpanan dari nasabah meningkat 29% ytd menjadi Rp21,13 triliun. Sehingga jumlah aset naik dari Rp20,22 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp23,76 triliun per 30 Juni 2021 

“Betul, penurunan kredit karena strategi bank. Sampai Agustus, untuk meminimalisir risiko yang ada karena Covid-19 yang belum reda,” ujar Direktur Utama Bank Capital Wahyu Aji Dirut kepada KONTAN pada Selasa (3/8). 

Kendati demikian, Ia optimis target yang telah ditetapkan bisa dicapai pada tahun ini. Lantaran Bank Capital terus melakukan transformasi pengembangan digital yang telah ditetapkan pada tahun lalu. 

“Transformasi digital on progres arahnya adalah memberi berbagai kemudahan, keamanan, kenyamanan untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang dimiliki Bank tanpa harus hadir di Bank,” paparnya. 

Ia bilang bank akan tetap meningkatkan modal perbankan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar memiliki modal inti Rp 2 triliun tahun ini dan Rp 3 triliun di 2021. Wahyu menyebut Bank Capital akan tetap melakukan rights issue pada tahun ini. 

 

PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mencatatkan rugi bersih senilai Rp 3,13 miliar pada Juni 2021. Padahal pada paruh pertama 2020, Bank Aladin mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp 60,41 miliar.

Salah satu penyebabnya, total beban usaha Bank Aladin melesat 57,05% dari Rp 24,12 miliar menjadi Rp 37,88 miliar hingga Juni 2021. Gaji dan kesejahteraan karyawan menjadi beban usaha yang mengalami kenaikan terbesar naik dari 140,42% yoy dari Rp 9,45 miliar menjadi Rp 22,72 miliar.

Sebenarnya, Bank Aladin mampu meningkatkan pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib 8,9% year on year (yoy) dari Rp 16,96 miliar menjadi Rp 18,47 miliar pada semester 1-2021. Namun hal ini tidak bisa mengimbangi rugi operasional yang meningkat dari Rp 7,15 miliar menjadi Rp 22,65 miliar di kuartal kedua 2021. 

Editor: Tendi Mahadi

Adblock test (Why?)


Kinerja sejumlah bank kecil pada semester I masih tertekan pandemi - Kontan
Read More

Ikappi Sebut Hoaks soal Vaksin dan Covid-19 Masih Kuat di Pasar Tradisional - Kompas.com - Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Infokom DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Muhammad Ainun Najib mengungkapkan, sosialisasi untuk melakukan vaksinasi Covid-19 sangat minim di pasar tradisional. Hal itu membuat banyak pedagang pasar percaya dengan kabar tidak benar atau hoaks.

Dia bilang, hoaks soal vaksinasi dan Covid-19 masih beredar luas di pasar, dan banyak pedagang yang termakan oleh isu tersebut sehingga enggan melakukan vaksinasi.

“Hoaks tentang vaksin dan Covid-19 masih cukup kuat di pasar tradisional. Masih banyak pedagang yang enggan di vaksin dan tidak percaya Covid-19,” ujar Ainun Najib melalui siaran pers, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Siap Dibangun di Waduk Cirata

Ainun Najib juga mengungkapkan, saat ini ada banyak pedagang pasar kesulitan melakukan vaksinasi lantaran harus meninggalakan dagangannya.

Dengan kondisi ekonomi yang sulit saat ini, para pedagang mengeluhkan lokasi vaksinasi yang jauh dari pasar, sehingga jika terlalu lama meninggalkan dagangan, para pedagang khawatir akan merugi.

“Ikappi mendorong agar vaksinasi di lakukan di dalam pasar karena pedagang cukup sulit meninggalkan dagangannya walaupun sejam,” ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka dari itu, ia mengimbau kepada para pengurus pasar, Pemprov DKI Jakarta dan juga pemerintah pusat, untuk mlakukan upaya vaksinasi dengan menjemput bola atau mendatangi langsung para pedangan, dan melakukan vaksinasi langsung di pasar.

“PPKM yang berlanjut hingga 9 Agustus ini, memaksa pedagang untuk melangsungkan kehidupan dengan kondisi tertatih-tatih. Maka IKAPPI berharap semua pihak dapat ikut bergotong-royong agar dapat mensukseskan program vaksinasi, jika pedagang sehat, ekonomi kuat,” kata dia.

Baca juga: Subsidi Kuota Internet Telat Cair, Sri Mulyani Ungkap Alasannya

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan masih banyak hoaks soal Covid-19. Terbaru ada hoaks soal vaksin bisa menyebabkan munculnya varian baru virus corona.

Ketua Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, Organisasi kesehatan dunia (WHO) menjelaskan bahwa vaksinasi tidak dapat menyebabkan virus corona bermutasi menjadi varian baru.

"Mutasi terjadi ketika virus memperbanyak diri pada inang hidup. Pada vaksin, virus yang digunakan adalah virus yang sudah dimatikan, virus yang tidak utuh dan virus yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mampu memperbanyak diri dalam tubuh," kata Wiku dikutip dari Antara, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

Adblock test (Why?)


Ikappi Sebut Hoaks soal Vaksin dan Covid-19 Masih Kuat di Pasar Tradisional - Kompas.com - Kompas.com
Read More

Kredit mobil seken sejumlah multifinance masih melaju - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan mobil bekas di beberapa perusahaan multifinance nampaknya masih tumbuh dan menguntungkan. Padahal, ada kekhawatiran sebelumnya terkait insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dinilai bisa menghambat kredit mobil bekas.

Kalau melihat data OJK pada paruh pertama 2021, pembiayaan mobil bekas memang masih terkontraksi 4,18% menjadi Rp 56,40 triliun. Hanya saja, kontribusi pembiayaan mobil bekas terhadap keseluruhan pembiayaan mobil justru meningkat secara tahunan dari 32,24% menjadi 34,04%.

Salah satu perusahaan multifinance yang masih meraup berkah dari kredit mobil bekas yaitu BFI Finance. Adapun, pembiayaan mobil bekas di BFI Finance masih mendominasi dari seluruh portofolio pembiayaan dengan porsi 71,2% atau senilai Rp 4,34 triliun.

Baca Juga: Perbankan syariah optimis akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun 2021

Perusahaan menyebutkan bahwa mobil bekas memang menjadi fokus segmen dari perusahaan ini dan salah satu kelebihannya adalah depresiasi yang tidak sebesar dan secepat mobil baru.

Sehingga, apabila terjadi kelalaian bayar angsuran yang menyebabkan terjadinya pengambilan kembali jaminan, tingkat kerugian biasanya tidak terlalu besar.

“Tapi selalu ada tantangan karena yang diperlukan adalah pengetahuan yang mendalam atas segmen ini karena agak berbeda dengan segmen mobil baru,” ujar Direktur BFI Finance Sudjono kepada KONTAN.

Ada juga CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) juga turut mencatatkan kinerja positif pada pembiayaan mobil bekas. Bahkan, perusahaan mengaku pertumbuhan segmen ini mencapai dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Multifinance gencar lakukan efisiensi untuk menekan biaya operasional

Adapun, pembiayaan mobil bekas di CNAF sampai Juni 2021 berkontribusi sebanyak 25,2% dari total aset kelolaan perusahaan. Sedangkan, total pembiayaan hingga periode waktu yang sama sebesar Rp 2,2 triliun.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman bilang kalau fenomena naiknya pembiayaan mobil bekas dikarenakan beralihnya kebutuhan masyarakat yang akan membeli mobil baru ke mobil bekas karena kondisi makro ekonomi yang kurang mendukung. 

Editor: Tendi Mahadi

Adblock test (Why?)


Kredit mobil seken sejumlah multifinance masih melaju - Kontan
Read More

Problema Rangkap Dilema! Andis DOS Setuju Nitro Cuman Dikelas FFA, yang Lain Gimana Nih ? - Otoinfo.id

Otoinfo- Pada musim balap dragbike 2023, Pro dan Kontra penggunaan bahan bakar ‘Nitro’ begitu santer dibicarakan. Beberapa mekanik ju...