Rechercher dans ce blog

Sunday, August 1, 2021

Semester I-2021, biaya dana perbankan masih melandai - Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biaya dana atau cost of fund (CoF) perbankan semakin melandai seiring dengan banjirnya likuiditas di pasar seiring masih lemahnya permintaan kredit. Penurunan biaya dana ini menjadi salah satu yang mendorong margin bunga pada semester I 2021.

Hingga akhir tahun, biaya dana diperkirakan masih ada ruang untuk melanjutkan penurunan karena likuiditas diprediksi masih akan longgar. Walaupun ekspansi kredit sudah mulai membaik, tetapi lajunya belum akan kembali seperti masa sebelum Covid-19 tahun ini.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya, mencatatkan penurunan CoF bank only dari 2,5% dari Juni 2020 menjadi 1,7% menjadi 1,7%. Seiring penurunan ini, Net Interest Margin (NIM) Bank Mandiri meningkat jadi 5,05% dari posisi 4,93%. 

 

Sigit Prastowo Direktur Keuangan Bank Mandiri mengatakan, penurunan biaya dana itu ditopang dikontribusikan oleh penurunan rate deposito dan pertumbuhan dana murah. Hingga akhir tahun, dia melihat masih ada potensi penurunan bunga dana hingga akhir tahun dibanding posisi Juni 2021. 

"Strategi ini akan kita lanjutkan sampai dengan akhir tahun khususnya dengan menjaga rasio biaya dana (CASA) di atas 70% serta mengurangi porsi deposito special rate," kata Sigit pada KONTAN, Jumat (30/7).

Baca Juga: Pandemi masih menggerus kontribusi anak usaha industri perbankan

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berhasil menurunkan biaya dana ke level 3,45% per Juni 2021 dari 5,16% pada periode yang sama tahun lalu. Dana murah bank ini meningkat 16% dari Rp 96,3 triliun menjadi Rp 111,7 triliun. 

Haru Koesmahargyo Direktur Utama BTN mengatakan,  pihaknya memperkirakan CoF akan stabil di kisaran 3,3% sampai akhir tahun dengan melihat kondisi ekonomi yang masih terpengaruh pandemi sehingga likuiditas perbankan akan terus likuid sampai akhir tahun.

"Untuk memastikan perbaikan CoF, kami melakukan transformasi bisnis kantor cabang yang lebih sales oriented,  perbaikan digital channel dan features, dan terus melakukan repricing down biaya dana wholesale funding seperti pinjaman bilateral dan obligasi," kata Haru. 

 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat biaya dana sekitar 1,7% per Juni.  Novita Anggraeni Direktur Keuangan BNI mengatakan, sampai akhir tahun diperkirakan biaya dana akan flat di kisaran 1,7%. Untuk mencapai itu, perseroan akan mempertahankan dengan penguatan digital untuk memperoleh CASA.

Tren biaya dana BRI juga menurun hingga mencapai 2,18% YoY per Juni. Perseroan  juga membuka ruang untuk terus menurunkan CoF namun penurunannya mulai melandai seiring dengan pergerakan kondisi ekonomi. 

Apabila PPKM berlangsung dalam waktu singkat dan ekonomi kembali pulih, maka room untuk penurunan menjadi terbatas, begitupun sebaliknya. Strategi BRI yakni melakukan review counter rate secara berkala serta fokus menumbuhkan dana murah," kata Aestika Oryza Gunarto Sekretaris Perusahaan BRI. 

 

Editor: Handoyo .

Adblock test (Why?)


Semester I-2021, biaya dana perbankan masih melandai - Kontan
Read More

Pandemi masih menggerus kontribusi anak usaha industri perbankan - Keuangan Kontan

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak cuma industri perbankan, pandemi juga mengganggu industri keuangan secara umum. Hal ini membuat kontribusi kinerja anak perusahaan masih tergerus pada induk perusahaan. 

Anak perusahaan milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk masih mampu memberikan kontribusi kepada laba konsolidasi. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi bilang pencapaian laba bersih tumbuh 21,45% year on year (yoy) dari Rp 10,29 triliun menjadi Rp 12,5 triliun. 

“Sebagaimana bahwa kinerja keseluruhan anak perusahaan perbankan, multifinance, insurance, capital market, dan modal ventura menunjukkan traction yang positif. Artinya kontribusi saat ini kita lihat meningkat. Kita optimis itu terus meningkatkan,” ujar Darmawan pada pekan lalu. 

Anak perusahaan BMRI ini memberikan kontribusi laba bersih senilai  Rp 1,56 triliun atau 12,47% dari total laba Bank Mandiri di semester 1-2021. Nilai ini menurun dibandingkan Juni 2020 senilai Rp 2 triliun atau menyumbang 19,6%dari total laba perseroan.

Baca Juga: Masih pandemi, BCA tidak andalkan kontribusi laba dari anak perusahaan

Bila dirinci lebih jauh, Bank Syariah Indonesia (BSI) masih menjadi penopang utama kinerja anak perusahaan Bank Mandiri. BSI mencatatkan pertumbuhan laba bersih 23% yoy menjadi Rp 881,3 miliar. Nilai ini menyumbang 7,1% terhadap total laba Bank Mandiri. 

Setelah itu, AXA Mandiri Financial Services mampu membukakan pertumbuhan laba 21% you menjadi Rp 226,3 miliar atau menyumbang 1,8%. Posisi ketiga ada Bank Mandiri Taspen (Mantap) dengan pertumbuhan laba 58% yoy menjadi Rp 178,5 miliar, menyumbang 1,4%.

Lalu ada Mandiri Sekuritas yang labanya melesat 176% yoy menjadi Rp 124,3 miliar, atau menyumbang 1%. Sedangkan anak perusahaan lainnya mencatatkan total laba senilai Rp 149,7 miliar atau menyumbang 1% terhadap laba Bank Mandiri. 

“Kalau kita lihat, bagaimana kita bisa mengembangkan anak-anak usaha,, memang kami memiliki inisiatif terus tingkatkan capabilities di digital baking. Akan didukung  melalui perusahaan venture capital yang kami miliki yakni Mandiri Capital Indonesia (MCI) yang sudah banyak berinvestasi di e commerce, fintech, dan start up yang memiliki nilai valuasi yang semakin baik dengan perkembangan di industri keuangan yang terus meningkat saat ini,” tambah Darmawan.

Ia mengatakan dengan dinamika perkembangan teknologi saat ini, Bank mandiri akan kembali menambah modal bagi anak perusahaan khususnya Mandiri Capital Indonesia. Sayangnya, ia belum merinci nilai tambahan modal tersebut. 

Sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tidak terlalu mengandalkan kontribusi anak perusahaan di tengah pandemi terhadap kinerja laba. Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan laba bersih perusahaan naik 18,1% yoy dari Rp 12,24 triliun menjadi  Rp 14,45 triliun sepanjang semester I-2021.

“Anak-anak perusahaan BCA relatif masih kecil. Sejauh ini, kontribusi paling besar itu BCA Finance. Pada saat normal kontribusi sekitar Rp 1,68 triliun pada laba BCA. Pada kondisi sekarang, tidak bisa berjaya seperti itu,” ujar Jahja pada pekan lalu. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Pandemi masih menggerus kontribusi anak usaha industri perbankan - Keuangan Kontan
Read More

Ini kata Hippindo jika PPKM level 4 masih diperpanjang - Industri Kontan

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Senin besok nasib Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 akan ditentukan. Pemerintah sebelumnya sudah memperpanjang aturan tersebut pada 26 Juli lalu hingga 2 Agustus.

Sejumlah pihak mengusulkan adanya syarat telah melakukan vaksinasi bagi pengunjung dan karyawan mal. Menyikapi isu tersebut, Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta mengatakan, jika PPKM Level 4 masih akan diperpanjang, maka syarat vaksinasi bagi pengunjung tak hanya berlaku di mal, namun harus juga diterapkan kepada semua sektor, baik transportasi, pusat perbelanjaan bahkan hingga pasar.

"Jika masih level 4 atau seperti tanggal 3 dulu, diumumkan aja seluruh aktivitas masyarakat yang belum ada vaksin enggak boleh kemana-mana. Saya kira itu bisa menolong percepat vaksinasi dan juga memberikan dorongan kepada masyarakat yang ragu dengan alasan yang gak jelas untuk mau vaksin," kata Tutum kepada Kontan.co.id, Minggu (1/8).

Sejauh ini adanya PPKM diakui Tutum membuat kondisi sektor ritel dan pusat perbelanjaan sangat berat. "Andaikata kalau masih level 4 mereka harus melaksanakan penutupan lagi. Nah kita boleh dibuka dengan catatan pengunjung dan karyawan sudah divaksin. Tapi kalau sudah turun ke level 3 level 2 yang memang tidak mewajibkan masyarakat bergerak ke manapun tanpa divaksin ya jangan dilaksanakan," imbuhnya.

Baca Juga: Cetak kinerja positif, Kalbe Farma (KLBF) revisi proyeksi pertumbuhan tahun 2021

Namun, jika Pemerintah memiliki strategi tersendiri untuk mempercepat vaksinasi, maka syarat telah divaksin bagi masyarakat harus diterapkan di semua tempat yang menimbulkan keramaian.

"Jika pemerintah mempunyai grand strategi untuk mempersempit ruang gerak orang yang tidak mau di vaksin dengan alasan tidak jelas, maka seluruhnya mau tidak mau kita dukung mulai dari transportasi umum, baik mobil, bus, pesawat, kereta api diperiksa aja kalau nggak ada vaksinnya nggak boleh naik tidak boleh ke pasar, pusat belanja juga," ujarnya.

Lonjakan kasus yang terjadi pada Juli lalu dinilai mayoritas berada pada tingkat mikro. Tutum menyebut pusat perbelanjaan dan ritel selama ini sudah berusaha menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Mengenai rencana adanya syarat vaksinasi bagi karyawan, Tutum menyebut tak menjadi masalah. Lantaran Hippindo jauh sebelum PPKM Darurat ditetapkan telah gencar membantu percepatan vaksin dengan membuka sentra-sentra vaksinasi bagi UMKM dan karyawan di sektor ritel.

Sentra vaksinasi yang dibangun Hippindo sudah berjalan di Jakarta, Semarang, Bandung, Solo dan Surabaya. "Pemerintah melihat kita melakukan vaksinasi cukup sukses dan bisa terus membantu jadi diminta kita semaksimal mungkin membantu percepatan vaksinasi," ungkap Tutum.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Ini kata Hippindo jika PPKM level 4 masih diperpanjang - Industri Kontan
Read More

Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi, Kebijakan Penarikan Utang Pemerintah Disoroti - Kompas.com - Kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini, menyoroti kebijakan pemerintah yang memperlebar target defisit APBN dengan meningkatkan anggaran pembiayaan, guna menangani sekaligus meredam dampak pandemi Covid-19 dinilai tidak efektif.

Menurut dia, upaya pemerintah untuk meredam dampak pandemi terhadap perekonomian nasional dengan meningkatkan porsi pembiayaan utang tidak akan maksimal. Pasalnya, saat ini pandemi Covid-19 masih merebak, dengan angka penyebaran yang tinggi.

"Masalahnya berat, mau memperbaiki ekonom, mau memperbaiki macam-macam, sementara Covid belum diselesaikan, ini akan punya dampak terbatas," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Lelang Surat Utang Negara, Pemerintah Kantongi Rp 34 Triliun

"Ketika utang APBN digenjot besar-besaran, tapi dampak terhadap ekonomi tidak akan lebih dari negara-negara lain," tambah dia.

Sebagaimana diketahui, pada tahun ini pemerintah menetapkan defisit APBN sebesar 5,7 persen, dengan pembiayaan anggaran ditargetkan sebesar Rp 1.006,4 triliun.

Selain itu, Didik menilai alokasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 744,75 triliun tidak terlalu efektif hasilnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut terefleksikan dengan tingginya angka penyebaran Covid-19, dimana pada saat bersamaan perekonomian Indonesia kembali mengalami tekanan akibat kebijakan pembatasan pergerakan selama hampir satu bulan terakhir.

"Pembiayaan PEN dan Covid ini cukup besar, untuk pulihkan ekonomi sekaligus untuk tangani Covid. Tapi sekarang hasilnya malah Covid-nya juara dunia, tidak selesai selesai. Lalu, pertumbuhan ekonominya juga tetap rendah. Ini adalah kegagalan penanganan pandemi," ujar dia.

Lebih lanjut Didik mengibaratkan, saat ini kondisi perekonomian nasional seperti orang sakit yang tengah berlari.

"Ini logika terbalik, kebijakan dari segi rasionalismenya sudah salah," ucap dia.

Baca juga: OJK Minta Kominfo Blokir Aplikasi Penagih Utang

Adblock test (Why?)


Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi, Kebijakan Penarikan Utang Pemerintah Disoroti - Kompas.com - Kompas.com
Read More

Likuiditas masih berlimpah, lelang SUN (3/8) diproyeksikan ramai peminat - Investasi Kontan

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan kembali menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (3/8). Pada lelang tersebut, diperkirakan jumlah penawaran yang masuk masih akan tetap tinggi mengingat likuiditas yang ada saat ini masih berlimpah

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, secara tren, kondisi pasar SBN saat ini memang sedang berada dalam kondisi positif. Hal ini tercermin dari hasil lelang SBN dan SBSN yang terus tinggi dalam sebulan terakhir. Sementara di secondary market, ia juga menyebut pergerakan yield SBN 10 tahun juga trennya menguat.

“Berkaca dari hal tersebut, lelang SUN (3/8) kemungkinan besar peminatnya masih tetap tinggi. Investor domestik masih akan mendominasi, namun dari segi investor asing, sepertinya belum akan masuk secara signifikan, posisi mereka masih wait and see untuk saat ini,” jelas Ramdhan kepada Kontan.co.id, Jumat (30/7).

Baca Juga: Adi Sarana (ASSA) telah selesaikan penerbitan obligasi konversi, ini penggunaannya

Proyeksi Ramdhan, lelang besok tidak akan kesulitan untuk menembus angka Rp 80 triliun, bahkan bukan tidak mungkin untuk mendekati hasil lelang SUN terakhir. Adapun, pada lelang SUN terakhir (21/7), jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp 95,55 triliun. Namun, menurutnya, pasar juga akan mencermati seperti apa pengumuman terkait kelanjutan PPKM pada akhir pekan nanti. 

Pada lelang Selasa, Ramdhan melihat, seri 5 dan 10 tahun akan menjadi incaran para peserta lelang di mana kelompok perbankan masih akan mendominasi. Kedua seri tersebut akan diburu karena merupakan seri benchmark pada tahun depan, serta saat ini persediaannya masih terbatas.

“Pemerintah sepertinya masih akan dalam posisi konservatif dan memenangkan sesuai dengan target bawah, yakni sekitar Rp 33 triliun. Ini sebagai bentuk bargaining power pemerintah untuk menunjukkan mereka tidak dalam posisi yang sangat membutuhkan pendanaan,” tambah Ramdhan.

Dari segi yield, Ramdhan menilai, pergerakannya akan mengikuti kondisi pasar. Menurutnya, yield SBN acuan 10 tahun akan berada pada kisaran 6,3%-6,4% pada Selasa besok.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Likuiditas masih berlimpah, lelang SUN (3/8) diproyeksikan ramai peminat - Investasi Kontan
Read More

Arsenal Diklaim Cuman Hamburkan Banyak Uang Demi Ben White - Ligaolahraga.com

Ligaolahraga.com -

Berita Liga Inggris: Mantan striker Inggris, Kevin Phillips, mengklaim bahwa Arsenal mengeluarkan terlalu banyak uang untuk mendatangkan Ben White dari Brighton & Hove Albion musim panas ini.

Ben White menandatangani kontrak hingga 2026 dengan The Gunners pada Jumat (30/7) setelah Brighton bertahan dengan harga 50 juta pound sterling, biaya yang besar mengingat ia baru semusim merasakan atmosfer Premier League.

Pemain berusia 23 tahun itu kembali ke Amex Stadium musim panas lalu setelah dipinjamkan ke Leeds United dan membantu tim Marcelo Bielsa promosi ke Premier League. Dia tampil dalam 36 pertandingan Premier League, dan selain sebagai bek tengah, dia juga bisa bermain sebagai bek kanan dan gelandang bertahan.

White menjadi bek termahal sepanjang sejarah Arsenal, dan yang ketiga secara keseluruhan setelah Nicolas Pepe dan Pierre-Emerick Aubameyang, dan Kevin Phillips yakin itu dapat memberi terlalu banyak tekanan pada bek tim nasional Inggris tersebut.

“Ada banyak tekanan untuk melakukan itu kepada pemain muda,” kata legenda Sunderland kepada Football Insider. “Bagi saya, Arsenal telah membayar terlalu banyak. Ini banyak uang. Ini sebuah kesalahan.

“Dia adalah pemain berkualitas tetapi dia hanya memiliki satu musim yang bagus. Dia bagus di Leeds tetapi kemudian dia memiliki satu musim yang layak di Premier League bersama Brighton.

“£50 juta adalah uang yang sangat banyak dan apa yang dibawa adalah tekanan. Kami telah melihat beberapa pemain muda selama bertahun-tahun yang tidak bisa mengatasinya."

Memproklamirkan diri sebagai penggemar The Gunners, Phillips mengakui bahwa kesepakatan itu membuatnya khawatir, dengan biaya besar yang berpotensi berdampak pada penampilan White.

“Menjadi penggemar Arsenal, saya khawatir,” dia melanjutkan. “Ada sedikit keraguan di sana, bisakah dia melangkah di musim pertama itu? Tidak diragukan lagi, dia memiliki kualitas. Dia cocok dengan apa yang coba dilakukan Arteta dalam bermain dari belakang.

“Dia bergerak dengan baik dengan bola, jadi satu-satunya kekhawatiran saya adalah tekanan dari biaya itu. Pada akhirnya dia akan menjadi lebih baik dan lebih baik seiring berjalannya waktu.”

Artikel Tag: Arsenal, Ben White, kevin phillips

Published by Ligaolahraga.com at https://ift.tt/2VqamzK

Adblock test (Why?)


Arsenal Diklaim Cuman Hamburkan Banyak Uang Demi Ben White - Ligaolahraga.com
Read More

Sektor jasa masih jadi jagoan dalam menarik investasi - Kontan

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi di Indonesia masih didominasi oleh sektor tersier atau sektor jasa. Bidang usaha ini memang padat modal, tetapi minim penyerapan tenaga kerja. meski begitu, bidang jasa setiap tahunnya menjadi jagoan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau Kementerian Investasi dalam mendulang target investasi. 

Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi investasi sektor jasa di sepanjang semester I-2021 sebesar Rp 218,7 triliun atau setara 49,4% dari total investasi langsung di periode Januari 2021 hingga Juni 2021 yang sebesar Rp 442,8 triliun. 

Pencapaian tersebut sudah menjadi tren sektor jasa sejak tahun 2017 hingga 2020. Secara berurutan, pada tahun 2017, sektor ini mencatat realisasi investasi sebesar Rp 293,4 triliun atau memegang porsi 42,3% dari total investasi tahun tersebut. 

Baca Juga: Indonesia kedatangan investasi baterai mobil listrik senilai US$ 1,1 miliar

Di tahun 2018, sektor jasa mencetak realisasi investasi sebesar Rp 367,0 triliun atau 50,9% dari total investasi. Di tahun 2019, realisasi investasi sektor jasa sebesar Rp 465,4 triliun atau 57,5% dari total investasi. Pun di tahun 2020, tercatat Rp 458,6 triliun atau 55,5% total investasi. 

Pada paruh pertama tahun ini pun, sektor jasa ini mengungguli industri pengolahan atau sektor manufaktur yang mencatat realisasi investasi sebesar Rp 167,1 triliun atau memiliki porsi 37,8%. 

Sektor jasa ini juga paling diminati oleh investor dalam negeri. Terlihat dari realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) Sektor jasa mencapai Rp 139,9 triliun atau 65,3% dari total PMDN. 

Sebagai gambaran pun, dominasi sektor jasa bisa terlihat dari realisasi PMDN di bidang usaha perumahan, kawasan industri, dan perkantoran yang tercatat Rp 20,57 triliun. 

Baca Juga: Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution akan bangun pabrik baterai EV di Karawang

Disusul dengan transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp 14,48 miliar. Kemudian disusul listrik, gas, dan air sebesar Rp 11,68 triliun, dan sektor konstruksi Rp 9,9 miliar. 

Meski begitu, nilai investor asing untuk sektor jasa sebesar US$ 5,4 miliar dengan sumbangan 34,5% dari total penanaman modal asing (PMA). 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Sektor jasa masih jadi jagoan dalam menarik investasi - Kontan
Read More

Problema Rangkap Dilema! Andis DOS Setuju Nitro Cuman Dikelas FFA, yang Lain Gimana Nih ? - Otoinfo.id

Otoinfo- Pada musim balap dragbike 2023, Pro dan Kontra penggunaan bahan bakar ‘Nitro’ begitu santer dibicarakan. Beberapa mekanik ju...