Rechercher dans ce blog

Tuesday, June 1, 2021

Sri Mulyani sebut kinerja rupiah masih ada kecenderungan untuk terus menguat - Kontan

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memproyeksi kinerja nilai tukar rupiah memiliki kecenderungan untuk terus menguat. Hal ini sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi global dan domestik serta menggeliatnya aktivitas perdagangan. 

Menkeu mengatakan pemulihan ekonomi mendorong  kinerja neraca dagang sisi ekspor dan impor mulai pulih. Hal ini juga berpotensi akan menyebabkan kembali terjadinya normalisasi defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) yang tadinya surplus kembali menjadi defisit maka akan menentukan kinerja rupiah selanjutnya. 

Kemudian, Menkeu bilang penguatan rupiah akan didorong oleh perkembangan pasar keuangan domestik yang saat ini relatif mulai stabil. Setelah mengalami volatilitas pada bulan Maret 2021. 

Baca Juga: Untuk naikkan suku bunga acuan, ekonom lihat BI akan bergantung pada 3 kondisi ini

“Aliran inflow kembali ke emerging market juga termasuk dalam tren positif. Hal positif lain di dalam pemulihan perekonomian global adalah perdagangan global yang menunjukkan perbaikan seperti Index Baltic Dry yang konsisten di level yang cukup tinggi, PMI manufaktur Global,” kata Menkeu saat Rapat Kerja bersama Badan Anggaran, Senin (31/5) 

Lalu,  penguatan nilai tukar rupiah juga didorong dari stance kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan masih akomodatif. Apalagi pemulihan di Negeri Paman Sam telah mendorong domestik demand, dusinflasi meningkat. 

Kendati demikian, Menkeu menekankan pemerintah juga mewaspadai kebijakan The Fed. Pasalnya saat ini AS tengah dihadapkan pada situasi kenaikan inflasi April hingga 4,2%, hal ini dapat memicu gejolak kembali di pasar keuangan khususnya terkait aliran modal asing ke berbagai negara termasuk Indonesia. 

“Namun tidak bisa dinafikan bahwa outlook inflasi Amerika akan menimbulkan pressure bagi kebijakan moneter Amerika untuk diperketat. Pasti akan menimbulkan dinamika capital flow seperti yang terjadi pada bulan Maret yang lalu di mana spekulasi dan reaksi terhadap inflasi Amerika yang mencapai 4,2 bulan April menimbulkan Gejolak di dalam capital flow," ujar Menkeu.

Baca Juga: Ini risiko yang akan dihadapi Indonesia saat terjadi pengetatan moneter di AS

Adapun Sri Mulyani memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada 2021 - 2025 antara lain, tahun 2021 nilai tukar rupiah diproyeksikan antara Rp 14.200 - Rp 14.800, dengan outlook Rp 14.450. Tahun 2022 nilai tukar rupiah antara Rp 13.900 - Rp 15.000

Tahun 2023 nilai tukar rupiah antara Rp 13.800 - Rp 15.000. Tahun 2024 nilai tukar rupiah di kisaran Rp 13.600 - Rp 15.000. Lalu, tahun 2025 nilai tukar rupiah diperkirakan berada di rentang Rp 13.500 - Rp 15.000.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Sri Mulyani sebut kinerja rupiah masih ada kecenderungan untuk terus menguat - Kontan
Read More

Meski jadi saham laggard, saham-saham blue chips ini masih jadi pilihan analis - Investasi Kontan

Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun tipis 0,80% ke level  5.947,46 sepanjang bulan Mei 2021. Asal tahu saja, pada penutupan di bulan April 2021, IHSG berada di level 5.995,616. 

Penurunan itu tidak terlepas dari saham-saham blue chips yang menjadi pemberat atau laggard di bulan Mei 2021. "Saya rasa hal itu disebabkan sentimen eksternal yang membebani pergerakan IHSG secara keseluruhan dan meningkatkan risk pasar equity kita," ujar  Analis Phillip Sekuritas Indonesia Dustin Dana Pramitha kepada Kontan.co.id, Senin (31/5). 

Hal tersebut, lanjutnya, mengurangi minat investasi investor asing  ke emerging market. Sehingga, investor akhirnya melepas saham yang dimiliki, terutama saham-saham blue chips. 

Baca Juga: Menjadi pemberat IHSG di bulan Mei 2021, saham-saham ini masih menarik dicermati

Selain itu, saham blue chips cenderung menjadi saham laggard karena rebalancing indeks MSCI Indonesia yang baru-baru ini mulai aktif dengan komposisi baru. Perubahan tersebut mendorong fund manager besar merubah bobot dan komposisi. 

Sekadar informasi, mengutip catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), beberapa saham yang tercatat sebagai saham laggard sepanjang bulai Mei 2021 adalah TPIA, BRIS, ASII, BRPT, BMRI, POLL, SMMA, ICBP, dan HMSP. 

Kendati menjadi pemberat IHSG, Dustin mengungkapkan saham-saham tersebut sebenarnya masih menarik. Ia mencermati, saham-saham perbankan memiliki potensi rebound yang baik ke depan. 

"Kalau kita lihat data M2 money supply di minggu kemarin, terdapat data perkembangan kredit yang masih menunjukkan tanda-tanda perbaikan terutama dari sektor kredit konsumsi dan di dalamnya terdapat KPR yang tumbuh positif sebesar 5.5% year on year," jelasnya. 

Capaian tersebut lebih memuaskan dibandingkan bulan lalu, baik secara tahunan (year on year) maupun bulanan (month on month). 

Baca Juga: Ada rilis data tingkat inflasi, IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan Rabu (2/6)

Selain sektor perbankan, Dustin menilai sektor infrastruktur terutama subsektor menara telekomunikasi juga atarktif. Apalagi melihat rencana pemerintah untuk mengembangkan jaringan 5G di Indonesia. 

Secara teknikal, Dustin memang melihat banyak saham masih bergerak dalam fase bearish saat ini. Akan tetapi, pelaku pasar dapat manfaatkan technical rebound pada sektor-sektor yang menarik tadi dengan strategi trading jangka pendek. 

Dustin pun menyarankan pelaku pasar untuk memperhatikan perkembangan indikator ekonomi global, terutama Amerika Serikat (AS). Data terakhir menunjukkan, tekanan inflasi yang terjadi dapat bersifat sementara. 

Ia pun masih merekomendasikan beberapa saham laggard di bulan Mei 2021 seperti ASII. Secara teknikal ASII menarik untuk diperhatikan karena level support di 5.025 belum tertembus dan cenderung membentuk pola double bottom. Ini dapat diartikan sebagai pola pembalikan arah ditambah lagi dengan proyeksi penjualan mobil yang akan terdongkrak oleh adanya relaksasi PPnBM di tahun ini. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Meski jadi saham laggard, saham-saham blue chips ini masih jadi pilihan analis - Investasi Kontan
Read More

Masih pandemi, premi asuransi kesehatan tumbuh positif pada kuartal I - Keuangan Kontan

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masih berlangsungnya pandemi covid-19 di kuartal pertama 2021 mempengaruhi pertumbuhan premi asuransi kesehatan. Hal ini dikarenakan masyarakat berhati-hati dalam menjaga kesehatan sehingga permintaannya naik.

Jika melihat data dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pada kuartal pertama, premi asuransi kesehatan 5,7% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 2,77 triliun. Sebagai pembanding, di periode yang sama tahun lalu, premi asuransi kesehatan sebesar Rp 2,62 triliun.

“Dampak pandemi ini mempengaruhi kondisi rumah tangga orang-orang maupun korporasi dengan karyawannya untuk hati-hati terhadap kesehatan. Jadi dalam kondisi ini, permintaan terhadap asuransi kesehatan jadi naik,” ujar Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe.

Baca Juga: Tutupi kerugian negara, Kejagung Buru aset tersangka kasus Asabri

Selain itu, Dody juga menambahkan bahwa peningkatan ini dikarenakan banyak perusahaan asuransi baik asuransi umum maupun asuransi jiwa yang mengakomodir risiko-risiko terkait pandemi covid-19. “Ini justru sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini terkait pandemi covid-19,” tambah Dody.

Sebaliknya, klaim asuransi kesehatan justru mengalami penurunan yang sangat signifikan. Pada kuartal I ini, klaim asuransi kesehatan turun sebesar 29,3% yoy menjadi Rp 1,05 triliun dengan sebelumnya sebesar Rp 1,49 triliun.

Dody bilang bahwa hal ini dikarenakan masyarakat betul-betul menjaga kesehatan agar tidak perlu ke rumah sakit. Menurutnya, masyarakat menghindari pergi ke rumah sakit agar tidak dikira sebagai pasien covid-19.

Baca Juga: Ungkap transaksi broker Asabri, Kejagung periksa 2 saksi

“Makanya orang-orang cenderung berhati-hati sekarang, jangan sampai sakit. Kalaupun sakit tidak ke rumah sakit untuk dirawat. Jadinya kecenderungan klaim asuransi kesehatan ini turun,” pungkas Dody.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Masih pandemi, premi asuransi kesehatan tumbuh positif pada kuartal I - Keuangan Kontan
Read More

Masih terdampak pandemi, FOOD berharap kinerjanya sama seperti tahun lalu - Industri Kontan

Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen makanan olahan PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) membidik pertumbuhan penjualan yang tidak muluk-muluk di tahun ini. Manajemen berharap perseroan setidaknya dapat mempertahankan kinerjanya sama seperti di tahun lalu. 

Direktur Utama Sentra Food Indonesia, Agustus Sani Nugroho menyebut, tahun 2021 nampaknya masih akan menjadi tahun yang berat bagi perseroan. Sebab, ketidakpastian kondisi ekonomi baik secara nasional maupun global, masih dirasakan oleh sebagian pelaku usaha, termasuk juga bagi industri daging olahan.

Kondisi tersebut didukung pula oleh perubahan pola konsumsi masyarakat yang membuat penjualan produk daging olahan kian melemah. "Juga bergesernya prioritas pengeluaran masyarakat yang jadi beralih ke sektor kesehatan karena masih rawannya situasi kesehatan di Republik Indonesia," sebut Agustus ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (31/5).

Di tengah kondisi pandemi yang serba tidak pasti, FOOD lewat entitas anak operasionalnya, PT Kemang Food Industries akan tetap konsisten mencari peluang-peluang baru guna menahan laju turunnya penjualan. Salah satunya dengan tetap konsisten melakukan inovasi terhadap produk-produk baru di tahun ini.   

"FOOD akan tetap berusaha mencari peluang-peluang baru yang dapat menahan terus turunnya penjualan, agar setidaknya penjualan di tahun 2021 akan sama atau sedikit lebih baik dari tahun 2020," jelasnya.

Baca Juga: Sentra Food Indonesia (FOOD) merugi Rp 15,21 miliar di tahun 2020

Agustus melanjutkan, FOOD juga ke depannya akan terus melakukan pembukaan pasar baru secara agresif di semua segmen pasar, baik itu di pasar ritel, Horeka, maupun daring. "Serta melakukan promosi dan penjualan secara lebih agresif," bebernya. 

Demi memuluskan rencana bisnisnya di tahun ini, FOOD menganggarkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 2 miliar. Alokasi dana tersebut, terang Agustus, akan digunakan untuk melakukan peningkatan dari sisi operasional perusahaan. 

"Seperti perbaikan gedung produksi untuk mendapatkan sertifikat ISO 2019, epoxy lantai, instalasi mesin smoked house baru dengan menggunakan bahan bakar gas, mesin cetak beef pasties, serta pembelian mobil distribusi dan operasional," jelas Agustus. 

 

Hingga akhir Maret lalu, kinerja FOOD dikatakan Agustus masih belum menunjukkan adanya perbaikan yang berarti. Meskipun begitu, FOOD akan tetap melakukan sejumlah efisiensi biaya guna mempertahankan kondisi keuangannya di sepanjang tahun ini. 

Adapun, di tahun 2020 FOOD membukukan kinerja yang kurang memuaskan. Penjualan FOOD melorot hingga 25,10% secara tahunan atau yoy di tahun 2020 menjadi Rp 94,56 miliar. Di tahun 2019, penjualan FOOD tercatat Rp 126,25 miliar.

Dari sisi bottom line, FOOD masih harus menanggung kerugian bersih sebesar Rp 15,21 miliar di tahun 2020. Padahal di tahun 2019, emiten ini masih mencetak laba senilai Rp 1,37 miliar.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Masih terdampak pandemi, FOOD berharap kinerjanya sama seperti tahun lalu - Industri Kontan
Read More

Resmi, Hari Ini Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM Link Masih Gratis - Kompas.com - Kompas.com


JAKARTA, KOMPAS.com – Biaya cek saldo dan tarik tunai di ATM Link untuk nasabah bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih gratis pada Selasa (1/6/2021) ini.

Ini berlaku untuk nasabah pemegang kartu ATM Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BNI yang tak lain adalah bank pelat merah alias perusahaan BUMN.

Gratisnya biaya cek saldo dan tarik tunai di ATM Link ini dipastikan menyusul adanya kesepakatan antara Himbara dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin).

Baca juga: Himbara Sepakat Tunda Penyesuaian Biaya Transaksi Melalui ATM Link

Kedua pihak sepakat untuk menjadwalkan kembali implementasi penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai yang dilakukan di mesin – mesin ATM Merah Putih atau ATM dengan tampilan ATM Link.

Dengan demikian, penyesuaian tarif cek saldo dan tarik tunai yang pada awalnya akan diimplementasikan pada 1 Juni 2021 menjadi ditunda.

Pihak Himbara belum memastikan kapan pengenaan biaya bagi nasabah diberlakukan. Yang jelas, pihaknya mengaku akan lebih dulu menggencarkan sosialisasi kepada nasabah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Penundaan ini diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat lebih luas lagi,” tulis Himbara dalam keterangan resminya, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Pengenaan Tarif Cek Saldo dan Tarik Tunai ATM Link Resmi Ditunda

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati, menegaskan kembali, meski tarif tranksasi di ATM Link nantinya akan disesuaikan, para nasabah Himbara masih bisa menikmati layanan cek saldo dan tarik tunai gratis melalui ATM yang berlogo sama dengan penerbit kartu.

Ia pun memberikan contoh, misalnya pemilik kartu ATM BNI tidak dikenakan biaya transaksi tersebut jika digunakan di ATM Link BNI. Nasabah juga memiliki pilihan untuk melakukan pengecekan saldo secara gratis melalui layanan mobile banking.

Setelah perubahan tarif nanti diberlakukan, BRI, BNI, Mandiri dan BTN yang bergabung dalam layanan ATM Link memastikan layanan transaksi di ATM Link akan lebih baik, dengan jaringan yang luas sampai ke area remote dengan dukungan lebih dari 45.000 ATM.

Menurutnya ini dilakukan sebagai perwujudan komitmen Himbara dan Jalin untuk tetap mengakselerasi inklusi dan literasi keuangan.

Baca juga: Rincian Biaya Tarik Tunai dan Cek Saldo di ATM Link untuk Nasabah BNI

"Tetapi patut diingat penyesuaian tarif baru untuk tarif cek saldo dan tarik tunai tetap lebih rendah dibandingkan jaringan ATM lain di Indonesia. Khusus untuk nasabah penerima bansos, cek saldo dan tarik tunai di ATM Link tidak akan dikenakan biaya sama sekali,” kata Adi.

Selain jangkauan yang lebih luas, penyesuaian biaya transaksi ATM Link diharapkan memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas layanan, keamanan, dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.

Himbara juga mengajak nasabah untuk dapat bertransaksi secara non tunai (cashless) dan melakukan berbagai macam transaksi perbankan secara digital.

Sebelumnya, Himbara berencana menarik biaya cek saldo dan tarik tunai nasabah ketika bertransaksi mulai 1 Juni 2021. Adapun biaya yang sedianya dibebankan kepada nasabah saat bertransaksi di ATM Link, yakni Rp 2.500 untuk cek saldo dari sebelumnya Rp 0 alias gratis.

Baca juga: Komunitas Konsumen Minta Erick Thohir Batalkan Pengenaan Tarif di ATM Link

Sementara itu, untuk biaya tarik tunai ditetapkan berubah dari sebelumnya Rp 0 atau gratis menjadi Rp 5.000. Sedangkan untuk transfer tidak mengalami perubahan yakni tetap dikenakan biaya sebesar Rp 4.000 seperti kebijakan sebelumnya.

Kini, kebijakan tersebut resmi ditunda sehingga cek saldo dan tarik tunai di ATM Link masih gratis bagi pemegang kartu Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BNI.

Adblock test (Why?)


Resmi, Hari Ini Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM Link Masih Gratis - Kompas.com - Kompas.com
Read More

Kredit menganggur di bank masih tinggi - Keuangan Kontan

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit menganggur di bank atau fasilitas kredit yang belum digunakan debitur masih besar meskipun kredit masih mengalami kontraksi.  Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan hingga April 2021 kontraksi 2,28% secara year on year (YoY).

Sementara kredit menganggur atau biasa disebut undisbursed loan per Maret 2021 mencapai Rp 1.669,7 triliun. Jumlah tersebut memang turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu namun sangat tipis yakni 0,1%. Sedangkan dibanding akhir 2020 masih terjadi peningkatan 1,6%.

Masih besarnya fasilitas kredit yang sudah diteken namun belum dieksekusi menunjukkan debitur masih hati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga kini. 

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya mencatatkan undisbursed loan per Maret 2021 mencapai sebesar Rp 237 triliun. Executive Vice President Divisi Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA Hera F Haryn mengatakan, sudah ada beberapa sektor yang mencatatkan pencairan fasilitas kredit dengan baik diantaranya pengangkutan, perdagangan, dan komunikasi.  Namun, dia dia tidak merinci apakah posisi kredit menganggur BCA tersebut turun atau justru meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Jaga stabilitas pasar keuangan domestik, ini penjelasan gubernur BI

BCA melihat bahwa permintaan kredit masih belum menggeliat saat ini. "Kami mencermati permintaan kredit di perbankan masih dalam proses pemulihan sejalan dengan adanya pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis," kata Hera pada Kontan.co.id, Senin (31/5).

Pada umum pelaku industri saat ini, menurut pengamatan BCA, masih mencermati upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan tren perkembangan pandemi. Meski begitu, kata Hera, BCA masih berharap pertumbuhan kredit tahun ini bisa tumbuh di kisaran 4%-6% ditopang kondisi likuiditas yang memadai dan harapan akan pemulihan ekonomi ke depan. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Kredit menganggur di bank masih tinggi - Keuangan Kontan
Read More

Sungai Citarik di Kabupaten Bandung Berbusa dan Buat Ikan Mabuk - detikNews

Kabupaten Bandung -

Kondisi Sungai Citarik yang berada di Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung memprihatinkan. Selain berwarna coklat, airnya berbuih dan membuat ikan mabuk.

Seperti pantauan detikcom, Selasa (01/6/2021) sekitar pukul 13.00 WIB, nampak buih menutupi sejumlah titik di sungai tersebut. Buih tersebut datang dari sebuah sungai kecil yang mengalir ke Sungai Citarik. Buih tersebut terendap di pintu bendungan dan nantinya mengalir menjauhi bendungan.

Saat itu, tidak begitu tercium aroma bau tak sedap. Namun, menurut penuturan warga, terkadang aroma bau dari sungai terhirup oleh warga.

Salah seorang warga, Diyat (65) mengatakan buih tersebut sudah ada sejak dua tahun lalu. Namun, buih tersebut tidak sering terlihat setiap hari.

"Kapungkur mah teu aya kawas busa kitu, ngan dua taun ka deui osok katinggal ayaan jeng eta oge jarang (Dulu mah tidak ada buih. Dua tahun ke belakang mulai ada buih. Cuman gak setiap hari)," kata Diyat kepada detikcom di dekat bendungan tersebut.

Diyat mengatakan, anaknya yang sering menyusuri sungai sempat melihat ikan yang mabuk. Ikan mabuk tersebut diduga karena terkontaminasi buih tersebut.

Selain ikan mabuk, kata Diyat, terkadang tercium aroma tidak sedap dari sungai. "Muhun, sok kadang bau di dieu teh. Ngan nya eta teu sering. (Iya pak, cuman kadang bau juga. Cuman itu enggak sering)," tutur Diyat.

Sementara itu, salah satu warga yang sedang mancing pun mengatakan hal yang sama. Buih tersebut terkadang banyak pada hari Senin dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Menurut pengakuannya, warga sempat menyaksikan ikan-ikan yang mabuk. Ikan tersebut mengarah ke sisi sungai dan warga pun sontak mengambil menggunakan jaring biasa.

"Sempat kan buihnya rada lumayan jauh, terus ikan pada mabuk dan diambil sama warga," ujar salah seorang pemancing yang enggan disebutkan namanya.

(mso/mso)

Adblock test (Why?)


Sungai Citarik di Kabupaten Bandung Berbusa dan Buat Ikan Mabuk - detikNews
Read More

Problema Rangkap Dilema! Andis DOS Setuju Nitro Cuman Dikelas FFA, yang Lain Gimana Nih ? - Otoinfo.id

Otoinfo- Pada musim balap dragbike 2023, Pro dan Kontra penggunaan bahan bakar ‘Nitro’ begitu santer dibicarakan. Beberapa mekanik ju...