Rechercher dans ce blog

Sunday, May 30, 2021

Interview: Detail Penyakit Penyumbatan Darah di Otak yang Dialami Pak Ogah - Suara.com

Suara.com - Lama tidak terlihat di layar kaca, Abdul Hamid atau yang dikenal dengan Pak Ogah ternyata mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak.

Akibatnya, Pak Ogah pun kesulitan berkomunikasi. Hal itu diungkap langsung oleh istri Pak Ogah, Yuyun Widayanti.

Dia juga mengatakan kalau suaminya itu sudah sering bolak-balik ke rumah sakit untuk berobat. Lebih lanjut, berikut wawancara lengkap Suara.com mengenai kondisi Pak Ogah bersama Yuyun Widayanti.

Boleh ceritain awal mula sakit yang diderita Pak Ogah?

Baca Juga: Interview: Kisah Ririn Ekawati Usai Jadi istri Ibnu Jamil

Potret rumah Pak Ogah. [YouTube/Melaney Ricardo]
Potret rumah Pak Ogah. [YouTube/Melaney Ricardo]

Hampir sudah tiga bulan ya sakitnya itu, cuman nggak ada gejala. Biasanya kan pusing atau apa, itu dia nggak. Dia cuman mau ngisi suara, mau bales WA dari yang lain. Dia bilang sambil dilempar HP itu ‘Kok ini HP rusak?’. Coba sini saya betulin, saya betulin 'Ini HP nggak rusak’ dilempar lagi, ‘Rusak ini’.

Akhirnya beberapa kali bilang HP rusak, ini bukan HP yang rusak tapi otaknya yang rusak, ayo sekarang ke rumah sakit, ‘Nggak ah’. Akhirnya dipaksa ke rumah sakit pas di rumah sakit dia harus dirawat, tapi dia nggak mau dirawat, ‘Nanti darimana uang? BPJS saya mati, kalau bayar mahal’.

Akhirnya karena saya nggak berpikir lagi, yaudah dirawat aja. Saya cari kamar, dia bangun, dia bilang nggak mau dirawat. Kemudian saya dipanggil lagi sama dokter, ‘Kalau memang nggak mau dirawat ibu harus bikin surat perjanjian, karena ini harus dirawat’.

Pak Ogah maksa pulang yasudah pulang. Terus dikasih obat. Terus setelah dua hari di rumah, dia pingsan. Lalu kebetulan dia nggak keluar, dia dibawa ke rumah sakit dan langsung pasang semua peralatan medis. Dia sudah pasrah udah nggak kepikiran uang dari mana. Akhirnya Selama 10 hari dia dirawat.

Karena dia nggak sembuh-sembuh selama di rumah sakit itu dia sering ngamuk dan semua dicopotin, ‘Ini nggak bagus ini nggak bagus’ karena yang dia pikirin itu bagusnya itu kalau dia suaranya ada.

Baca Juga: Interview Putri Diana: Sebenarnya Apa yang dilakukan Martin Bashir dan BBC?

Akhirnya pulang ke rumah dari sebelum lebaran dan dirawat di rumah. Dan kebetulan kemarin itu ada anak angkat yang baiklah sama dia, dikasih (duit) untuk pengobatan.

Karena saya juga mikir sakitnya kok gini? Ini ada apa? Saya bikin pengajian dan undang kiayi setiap hari karena kalau hari ini lagi bagus kondisinya. Biasanya parah banget untuk bicaranya juga susah banget. Sampai sekarang nggak ke dokter.

Cuman ada dua hari tiga hari kemarin, Pak ogah sempet nanya ‘Ada uang ngga buat beli obat’ tapi nggak ke rumah sakit karena dia (bilang) nggak bagus, jadi yang ada di pikiran dia itu berobatnya itu supaya bisa ngomong.

Akhirnya karena sekarang ini suaranya nggak ada, penghasilan pun nggak ada, tambah stres.

Kondisinya gimana sekarang?

Abdul Hamid alias Pak Ogah saat ditemui di Rumahnya Kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021).
Abdul Hamid alias Pak Ogah saat ditemui di Rumahnya Kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021).

Kalau kondisinya ya begitu aja yang tadi diliat. Cuman kadang-kadeng ngedrop, ngedropnya seluruh badan panas, suara pun hilang walau cuma ‘e.. e..’ aja. Tapi Kalau untuk makan boleh dilihat, makanan rumah nggak ada yang mau. Malah yang biasa dia nggak suka dia suka.

Selama dua bulan makannya melon, lapis legit sama bebek. Selain itu, itu dia sembur, dan nggak mau, kadang-kadang dilempar.

Kalau untuk saat ini jangankan mikirin berobat dulu. Karena kan ke dokter kan sekarang nggak bayar, paling karena denda aja, karena waktu itu ada penundaan pembayaraan BPJS, cuman dianya udah nggak mau.

Dia maunya berobat tapi maunya yang langsung sembuh, untuk ke dokter naik mobil dia nggak bisa. Dia langsung ngamuk kalau naik mobil itu. Susah banget deh.

Diperiksa didiagnosanya sakit apa?

Bukan diperiksa lagi, bolak balik rumah sakit iya. Ada penyumbatan di otak. Biasanya kan kalau kiri ya kiri tapi kalau laki-laki kiri atau kanan, kalau ini dua-duanya. Jadi apa yang ditanya pun nggak nyambung, nggak konek.

Sakit apa sebelumnya?

Darah tinggi sama maag, itu yang sering dirawat itu ya itu. Makanya foto yang dulu itu dikiranya sakit (penyumbatan otak), tapi itu yang sakit maag.

Ini penyumbatan otak?

Iya penyumbatan otak, kiri kanan. Dari tiga bulan lalu dan nggak sembuh begini aja dan nggak nyambung lagi sampai sekarang (kalau ngobrol). Tiga bulan kuranglah.

Abdul Hamid alias Pak Ogah saat ditemui di Rumahnya Kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021).
Abdul Hamid alias Pak Ogah saat ditemui di Rumahnya Kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021).

Dananya berapa kalau di operasi?

Kalau untuk operasi belum terpikir sampai ke situ. Kalau di rumah sakit, sekarang BPJS udah diaktifin. Walaupun kemarin itu kan kalau dia kan kalau ada dubbing ada uang. Kalau nggak dubbing nggak ada uang. Dan memang selain dubbing itu maksudnya nggak ada yang lain tabungan, ya terbataslah.

Kemarin pun sempet Rp 11 juta untuk 3 tahunan nggak bayar BPJS, sempat dibayar. Dan hampir karena untuk mencarinya agak sulit hampir kena umum (perawatan pengobatannya). Cuman dari administrasi masih ‘Yasudah coba deh dicari sampai sore’ akhirnya ada dari anak, pinjem, mohon ke tolong dong ada sisa dubbing nggak sebelum sakit’, ‘ada nih bu’.

Sebelumnya ada kerjaan dubbing?

Masih aktif, sebelum sakit masih di Laptop Si Unyil. Pas sakit masih dibayar waktu itu. Itu untuk bayar BPJS tapi nggak cukup karena Rp 11 juta kan butuhnya.

Masih terima gaji?

Masih, ketahuan HP rusak itu dia mau ngisi suara.

Dubbing rutin?

Sebulan 7 kadang-kadang, sejak covid (sepi), tergantung ada tiga ada berapa nggak bisa dipastiin.

Kerjanya dari HP dubbing kirim suara?

Iya.

Temen artis ada yang jenguk?

Kalau saat ini baru Aty  Cancer aja. Kemarin ngeluh, ‘Aku bingung, sakit tapi makannya mau ini ini’. Terus sorry ya baru bisa dateng beli buah. Saya selama tiga bulan ini, saya ya, dari anak kalau minta terus kan nggak ini juga, dari temen juga, kebetulan ada dari salah satu grup itu lumayan, bisa buat berobat. Bisa panggilin ngaji, karena dia sering bengong, sering marah marah, ya itu dari itu aja. Saya terima kasih banget.

Sudah coba pengobatan alternatif?

Sudah. Makanya saya terima kasih mereka dipanggil ya itu bapak ke mereka, Pak Ogah manggilnya anak asuh, lumayan bisa berobat kemana-mana. Yah lama-lama ya ini juga berobatnya kan, alhamdulillah banget, terima kasih banget, cuman ya itu, yang bantu itu anak asuhnya.

Adblock test (Why?)


Interview: Detail Penyakit Penyumbatan Darah di Otak yang Dialami Pak Ogah - Suara.com
Read More

Grup Bakrie masih dinaungi sentimen negatif - Investasi Kontan

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja Grup Bakrie masih penuh tantangan pada tahun 2021. Alasannya karena kondisi keuangan perusahaan yang menjadi sorotan dengan banyaknya bayang-bayang sentimen negatif. 

"Dari dulu sudah banyak pengalaman buruk terkait Grup Bakrie ini. Jadi publik harus hati-hati," kata Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara dalam keterangannya, Jumat (28/5).

Meski Grup Bakrie mengklaim akan mampu membayarkan utang dan memperbaiki kinerja seiring dengan peluang kenaikan penguatan harga batu bara, tetapi menurut Marwan, publik tetap harus hati-hati karena perusahaan ini memiliki masalah. Karena sentimen negatif selalu membayangi Bakrie Group mulai utang yang menggunung dan kasus Lapindo yang saat ini masih menjadi preseden buruk.

Baca Juga: Anindya Bakrie optimis ekonomi Indonesia segera pulih, ini pertimbangannya

Termasuk juga kasus-kasus yang merugikan nasabah, saham pun sering digadaikan. "Nah publik harus berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait bisnis Grup Bakrie," beber dia.

Sementara, Direktur Energy Watch Mamit Setiawan menilai, masyarakat perlu berhati-hati dengan kondisi yang terjadi di tubuh Grup Bakrie, yang hingga memiliki utang yang cukup signigikan.

"Dan kita tahu, banyak usaha dari Grup Bakrie yang memang banyak masalahnya juga," beber dia.

Grup Bakrie, kata dia, juga memiliki utang kepada pihak-pihak lain, sehingga bila ada pihak yang ingin melakukan investasi perlu menerapkan kehati-hatian. "Bakrie justru punya komitmen terhadap pemerintah yang belum diselesaikan semuanya," kata dia.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.




Adblock test (Why?)


Grup Bakrie masih dinaungi sentimen negatif - Investasi Kontan
Read More

Polisi: Kedua Pemeran Video Setengah Bugil Siswi SMP Tasikmalaya Masih Anak-anak - Kompas.com - KOMPAS.com

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polreskab Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno, mengaku masih memeriksa pria dan perempuan yang diduga sebagai pemeran video setengah bugil siswi SMP di Kabupaten Tasikmalaya berdurasi 6 detik.

Keduanya masih diperiksa secara intensif oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satreskrim Polreskab Tasikmalaya untuk mengetahui motif dan tujuan pembuatnya.

"Iya, kedua orang yang diduga sebagai pemeran dalam video asusila tersebut masih diperiksa dan dimintai keterangan. Benar, keduanya si pria dan wanitanya itu masih di bawah umur," jelas Hario kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: Saat Dedi Mulyadi Malam Mingguan Bersama Bocah Penjual Tisu yang Kawal Ambulans Terobos Kemacetan

Penyelidikan kasus ini, lanjut Hario, berawal dari laporan masyarakat yang mendapati  beredar video viral seorang perempuan yang menawarkan diri sembari setengah bugil.

Video asusila tersebut membuat resah masyarakat dan kedua pelaku segera diamankan untuk dimintai keterangan.

"Sampai sekarang motif atau tujuan para pembuat video itu masih belum bisa disimpulkan. Soalnya, kita masih dalami dengan pemeriksaan lebih lanjut," tambah Hario.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pemeran Pria dalam Video Setengah Bugil Siswi SMP Tasikmalaya Diduga Berjumlah 5 Orang

Diberitakan sebelumnya, video perempuan setengah bugil berstatus pelajar SMP Tasikmalaya heboh beredar di kalangan masyarakat dengan menawarkan diri bertarif Rp 200.000 di depan kamera.

Perempuan berambut panjang bercat kuning tersebut setengah bugil dibarengi teman prianya di sebuah kamar dengan durasi video pendek 6 detik.

Kasus ini pun langsung ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya dengan laporan pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya karena pemerannya melibatkan anak-anak.

"Awalnya kami mendapati ada laporan dari penggiat pendidikan beredar video setengah bugil perempuan yang masih di bawah umur bersama teman prianya di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Setelah ditelusuri ternyata anak perempuannya masih berstatus siswi kelas IX salahsatu SMP. Dari tayangan video berdurasi 6 detik tersebut hanya pemeran perempuan berkata ' sini open BO 200' saja," jelas Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto kepada wartawan di Mako Polreskab Tasikmalaya, Sabtu (29/5/2021).

Ato pun langsung melaporkan kejadian ini ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satreskrim Polreskab Tasikmalaya untuk diselidiki lebih lanjut.

Dengan gerak cepat, kata Ato, akhirnya Satreskrim berhasil mengamankan kedua pelaku yang ada dalam tayangan video tersebut.

"Kami pun berterima kasih kepada pihak Satreskrim yang bergerak cepat dalam menangani kasus ini," tambah Ato. 

Adblock test (Why?)


Polisi: Kedua Pemeran Video Setengah Bugil Siswi SMP Tasikmalaya Masih Anak-anak - Kompas.com - KOMPAS.com
Read More

Anggota Partai Republik AS masih meyakini bahwa Donald Trump adalah pemenang pemilu - Internasional Kontan

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kekecewaan akan hasil pemilu masih terus dirasakan oleh pendukung Donald Trump dari Partai Republik. Banyak Republikan yang merasa Trump telah dicurangi sehingga gagal kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Meskipun pemilu telah usai dan presiden baru telah terpilih, namun nyatanya masih banyak yang cukup kecewa dengan hasil pemilu AS tahun lalu. Separuh anggota Partai Republik bahkan yakin kalau Donald Trump adalah presiden yang lebih layak.

Menurut jajak pendapat terbaru yang dilakukan Reuters/Ipsos, mayoritas Republikan masih percaya Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS 2020 dan menyebut Joe Biden menang secara ilegal.

Jajak pendapat skala nasional yang dilakukan pada 17-19 Mei menemukan bahwa 53% Republikan percaya bahwa Trump adalah presiden sejati.

Jajak pendapat Mei mengumpulkan tanggapan dari 2.007 orang dewasa, termasuk 909 Demokrat dan 754 Republik. Jajak pendapat tersebut memiliki interval kredibilitas, ukuran presisi, sekitar 4 poin persentase.

Sekitar seperempat orang dewasa juga percaya bahwa pemilu 3 November diwarnai oleh suara-suara ilegal, 56% orang yang mempercayai ini berasal dari Partai Republik.

Baca Juga: Penyebab kekayaan Donald Trump turun selama menjabat Presiden AS

Jajak pendapat sebelumnya pada 13-17 November 2020 menunjukkan data yang kurang lebih sama, yakni 28% warga AS dan 59% Republikan percaya ada kecurangan dalam pemilu.

Joe Biden yang merupakan seorang Demokrat memenangi pemilu AS dengan unggul lebih dari 7 juta suara. Partai Republik di berbagai wilayah mengajukan tuntutan atas tuduhan kecurangan dalam pemilu, namun ditolak,

Hingga saat ini masih banyak pendukung Trump yang bersikeras bahwa Biden menang dengan curang dan menyebarkan berita serta teori konspirasi terkait kemenangan Biden.

Terlepas dari dugaan kecurangan, jajak pendapat menunjukkan bahwa 67% dari keseluruhan responden mempercayai pejabat pemilu di kota mereka telah melakukan pekerjaannya dengan jujur, 58% di antaranya adalah Republikan.




Adblock test (Why?)


Anggota Partai Republik AS masih meyakini bahwa Donald Trump adalah pemenang pemilu - Internasional Kontan
Read More

Saturday, May 29, 2021

Banjir di 12 Perumahan Kota Bekasi Berangsur Surut, Dua Titik Masih Tergenang - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com

BEKASI, KOMPAS.com - Sejumlah ruas jalan dan permukiman warga di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat yang terendam banjir sudah berangsur surut pada Minggu (30/5/2021) pagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Agus Harfa mengatakan, setidaknya ada 12 titik banjir hingga Sabtu (29/5/2021) malam. Kondisi tersebut disebabkan oleh hujan deras dan gangguan drainase.

"Sampai dengan pukul 00.00 WIB terdapat 12 titik banjir. Ketinggian air bervariasi," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Minggu (30/5/2021).

Dari 12 titik banjir tersebut, kata Agus, terdapat dua perumahan yang sampai saat ini masih terendam banjir.

Baca juga: Gerhana Bulan Total, Waspada Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta pada 28-30 Mei

Namun, Agus belum dapat memastikan tinggi muka air terkini di dua kawasan pemukiman tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang masih tergenang Pondok Hijau Permai dan Perumahan Dosen IKIP Jatibening," kata Agus.

Sementara itu, 10 titik banjir lainnya di wilayah sudah surut dan mulai kondusif pada Minggu pagi.

Berdasarkan pantauan BPBD, Perumahan Pondok Gede Housing 1, Bumi Nasio Indah, Cahaya Kemang Permai, dan Mutiara Gading Timur sudah surut.

Baca juga: Daftar SMA Terbaik di Kota Bekasi Berdasarkan Nilai UTBK 2020

Kawasan pemukiman tersebut pada Sabtu malam terendam banjir dengan ketinggian 20-70 sentimeter.

"Sudah mulai kondusif," kata Agus.

Selain itu, Perum Jatibening Permai, Perum Rawalumbu Utara, Perum Narogong Bekasi Timur, Kawasan RW 10 Kelurahan Sepanjang Jaya, dan Perum Rawalumbu, serta Perum Margahayu, juga telah surut.

"Genangan terjadi karena saluran air yang tidak bekerja dengan baik dan hujan dengan intensitas sedang sampai deras," kata Agus.

Adblock test (Why?)


Banjir di 12 Perumahan Kota Bekasi Berangsur Surut, Dua Titik Masih Tergenang - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com
Read More

UPDATE 29 Mei: 212 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat dan Isolasi Mandiri - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com

TANGERANG, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di wilayah Kota Tangerang, Banten, masih terus bertambah hingga Sabtu (29/5/2021). Dinas Kesehatan mencatat 24 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19.

Dengan penambahan tersebut, total kasus positif Covid-19 di Kota Tangerang sudah berjumlah 9.471 kasus.

Baca juga: UPDATE 29 Mei: Bertambah 10 Kasus Positif dan 1 Pasien Covid-19 Meninggal di Tangsel

Sebanyak 9.077, pasien di antaranya dilaporkan telah sembuh. Angka tersebut bertambah 21 pasien dibandingkan data terakhir yang dipublikasikan pada Jumat (28/5/2021).

Sementara itu, angka kematian akibat Covid-19 di Tangerang tidak bertambah, sehingga jumlah keseluruhannya tetap 182 kasus.

Baca juga: Jakarta Catatkan 807 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Kini 428.269

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampai saat ini, tercatat masih ada 212 pasien Covid-19 di Kota Tangerang yang sedang dirawat atau isolasi mandiri.

Pasien Covid-19 yang masih dalam proses penyembuhan tersebut paling banyak berasal dari Kecamatan Pinang, yakni 33 pasien. Kemudian Kecamatan Cibodas sebanyak 28 pasien positif.

Baca juga: UPDATE 27 Mei: Bertambah 21, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini 9.423

Sementara itu, Kecamatan Karawaci juga menjadi wilayah dengan catatan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Kota Tangerang, yakni 1.245 kasus.

Informasi penanganan dan data terkini kasus Covid-19 di wilayah Tangerang dapat diakses masyarakat melalui laman https://covid19.tangerangkota.go.id/.

Adblock test (Why?)


UPDATE 29 Mei: 212 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat dan Isolasi Mandiri - Kompas.com - Megapolitan Kompas.com
Read More

Duh! Masih Ada Pesepeda Gowes di Jalur Kanan Sudirman-Thamrin - detikNews

Jakarta -

Jalan Sudirman-Thamrin pagi ini diramaikan sejumlah pesepda. Sayangnya, masih ada pesepeda yang melintas di jalur kanan jalan, padahal sudah disediakan jalur khusus sepeda.

Pantauan detikcom di Jalan Sudirman-Thamrin, Minggu (30/5/2021), sekitar pukul 07.15 WIB, terlihat ramai warga yang berolahraga. Ada yang bersepeda dan jooging. Mayoritas pesepeda lebih banyak dibanding warga yang sedang jogging.

Kawasan ini tidak hanya diramaikan oleh pengguna sepeda dari kalangan pesepeda road bike. Banyak juga pengguna city bike yang melintas.

Para pesepeda tersebut tampak melintas di jalur sepeda yang sudah disediakan. Namun, masih ada pesepeda yang keluar dari jalur khusus sepeda dan cone pembatas dengan kendaraan bermotor.

Kendaraan bermotor yang berada di jalur kanan pun harus memelankan kendaraannya khawatir bersinggungan dengan para pesepeda.

Di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin tampak ada sejumlah petugas Dishub DKI Jakarta berjaga di beberapa titik. Petugas mengarahkan pesepeda agar tidak melintas ke jalur kanan.

Kondisi lalu lintas di Jalan Sudirman-Thamrin lancar. Tidak terlihat kemacetan akibat ramainya pesepeda di akhir pekan. Pengguna kendaraan bermotor pun hanya sedikit yang melintas.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sebelumnya menanggapi sebuah foto yang menunjukkan rombongan pesepeda road bike yang melaju di jalur kanan. Riza meminta para pesepeda tersebut menggunakan jalur sepeda yang telah disediakan.

"Ya tentu kami meminta kepada teman-teman ya, apa namanya ya, penggemar sepeda road bike, kita gunakan ya jalan sesuai dengan peruntukannya," kata Riza kepada wartawan di kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (28/5).

Simak Video: Masih Banyak Pesepeda yang Nekat Masuk Jalur Kanan!

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/rfs)

Adblock test (Why?)


Duh! Masih Ada Pesepeda Gowes di Jalur Kanan Sudirman-Thamrin - detikNews
Read More

Problema Rangkap Dilema! Andis DOS Setuju Nitro Cuman Dikelas FFA, yang Lain Gimana Nih ? - Otoinfo.id

Otoinfo- Pada musim balap dragbike 2023, Pro dan Kontra penggunaan bahan bakar ‘Nitro’ begitu santer dibicarakan. Beberapa mekanik ju...